- Menggores Pena atau digilas sejarah – Leave a living legacy for family and friends – G.L Ascough / UNOCAL-Slogan's DONT EXPECT IF YOU NOT INSPECT
Date: Wed Jun 9, 2004 10:59 pm
Saking sukanya saya akan pisau. Saya pernah pesan teman sebuah belati dari kang Kardin di Hegarmanah Bandung. Di kantor juga ada beberapa teman yang amat suka cita memiliki pisau lipat.
Berikut tips mengenal pisau yang ampuh, merawat ketajaman dan mengasahnya.
Pisau Berkualitas. Bisa dilihat sisi yang tajam dari ujung hingga gagang. Pisau asal per andong atau becak sulit memenuhi kriteria tersebut selalu bergelombang.
Lalu kilap besi seperti butiran satin, bukan kilap kaca. Sebaiknya bagian pegangannya dikeling sebanyak tiga paku keling, atau disatukan dalam cetakan polypropylene. Kalau dipegang, pisau seperti seimbang sehingga selain aman juga tidak menambah ketegangan pada pemakainya.
MERAWAT PISAU. Jangan gunakan pisau untuk menggarut talenan, jangan menggunakan pisau untuk membuka botol atau mengencangkan sekrup. Jangan melempar pisau ke papan irisan (talenan). Jangan simpan pisau didalam baki besi, atau menyimpan pisau dalam sarung kulit sebab asam yang dipakai dalam proses penyamakan akan merusak pisau. Jangan merendam pisau dalam air, apalagi deterjen panas. Bersihkan pisau dengan kain lembab setelah dipakai.
MERAWAT KETAJAMAN PISAU. Selalu asah pisau dengan satu arah. Setiap empat kali pemakaian, poles pisau pada besi halus atau besi asah untuk menjaga pisau tetap lurus dan mengurangi kepenatan besi. Mungkin itulah sebabnya tukang daging lokal maupun impor selalu mengayunkan pisau bersamaan dengan besi asahan sebelum memotong atau saat akan menyayat daging.
MENGASAH PISAU. Tempatkan pisau 20 derajat pada besi pengasah pisau. Tarik pisau kebawah dan melintang pengasah pisau dengan lengkungan. Ulangi pada sisi lain. Satu set sekitar 10 kali repetisi. Jangan pakai batu asahan, sebaiknya gunakan besi asahan (seperti kikir) atau roda asahan yang terbuat dari serbuk intan. Kata yang jual lho.
Recent Comments