Monthly Archives: July, 2007
Judulnya ikan Gurami mengapa yang diceritakan ikan mas. Menurut para penasihat dadakan, ikan gurami membutuhkan masa pelihara lebih panjang ketimbang ikan mas (tombro), jadi saat menunggu gurami besar dan siap … Continue reading →
Tahun 1975-an saat mendapat kesempatan kerja praktek di Pertamina Wilayah Jawabarat, Cirebon saya berkesempatan menyaksikan sebuah operasi yang dinamakan penyemenan. Yang kira-kira mirip mengelem pipa besi dengan lubang bor yang … Continue reading →
Niat ingsun, dalam hati bergabung dengan Jurnalistik Publik di Wikimu.Com adalah untuk meluruskan teknik menulis agar tidak mencang mencong seperti yang saya alami selama ini. Maka terasa aneh ketika pengurus … Continue reading →
Beberapa hari ini putri Citradewi sang pengantin baru sering nampak murung di istana Maespati. Para dayang dan emban menjadi berduka lantaran nasi liwet Solo dengan areh ayam tidak disenggolnya. Dipesankan … Continue reading →
Padahal saya selalu mengatakan kepada diri sendiri dan kerabat bahwa “fardhu” hukumnya untuk mencatat lokasi, lantai tempat kita meninggalkan kendaraan yang diparkir. Cukup dengan menulis dibelakang karcis parkir, beres. Tetapi … Continue reading →
Gathering Wikimu: Perkenalken …. ini Pak Mimbar Senin, 16-07-2007 16:55:25 oleh: ukirsari Kanal: Opini Jreng! Akhirnya kesampaian juga niatan saya untuk bisa hadir dalam gathering Wikimu yang ‘iming-imingnya’ adalah menampilkan … Continue reading →
Seru! (Gathering Wikimu Jakarta)Senin, 16-07-2007 17:58:53 oleh: bajoe Kanal: Peristiwa Gathering wikimu di Jakarta kemarin Sabtu 14 Juli, sangat seru! Buat yang tidak bisa hadir, ini sekelumit kisahnya : Pukul … Continue reading →
“Bu, aku agak mengantuk,” seru saya memecah keheningan lantaran seisi mobil kecuali saya sedang terlelap dalam mimpi dan kelelahan setelah perjalanan dari Yogya menuju Jakarta. “Ya berhenti dulu sebentar…,” kata … Continue reading →
Telor bebek, potongan kubis dan taburan bawang goreng, barangkali itulah resep mengapa Bakmi Godok ala Yogya memiliki rasa lain dari yang lain. Salah satunya adalah bakmi Pele. Bahkan kedatangan terakhir … Continue reading →
Bondan Winarno pernah menyebut warung bakmi bersahaja “kareman” alias kesukaan almarhum Umar Khayam ini sebagai bakmi “sepuluh lagi” – pasalnya, sekalipun nama warungnya adalah Ketandan dan ber TKP di jalan … Continue reading →