Siapa tidak kenal pemain watak Senior Kirk Douglas yang kondang dengan dekik di dagunya. Sebagai bintang sukses Kirk hanyalah memilih peran filem-filem besar dan menolak perusahaan filem kelas gurem.
Tahun 1993 sebuah naskah filem Wrestling Ernest Hemingway berada di tangan Kirk Douglas. Jalan ceritanya mengenai dua sahabat yang saling menyayangi. Kirk langsung kesemsem peran Frank dalam naskah tersebut selalu memeluknya.
Sayangnya untuk mendapatkan peran, sekalipun bagi seorang Kirk perlu perjuangan. Sutradara wanita Randa Haines yang ditunjuk oleh Warner Brothers meminta agar Kirk menjalani sedikit audisi.
Walau sedikit penasaran lantaran ditolak halus, Kirk belum menyerah apalagi ia ingin mencari wawasan baru bermain filem di besut perempuan. Kirk segera menyetujui audisi yang sudah tidak pernah dilakukannya sejak 1946-an. Hatinya berbuncah ketika justru sang sutradara perempuan tersebut mendatangi rumahnya.
Pembicaraan berjalan lancar dan bersahabat. Sutradara memperhatikan dengan seksama setiap gerak gerik calon pemainnya. Untuk meyakinkan bahwa ia mampu berperan sebagai tokoh Frank yang sok macho dalam filem tersebut, Kirk maju didepan sutradara sambil berkata tentang ayahnya seorang petani Rusia yang perokok berat. Suatu saat ia ingin berhenti merokok.
Caranya ia justru mengantongi cerutu kesayangannya kemana ia pergi. Manakala keinginan merokok timbul, ia mengambil cerutu lalu berkata “mana yang lebih kuat aku atau kamu,” setelah berkata demikian. cerutu dimasukkan kedalam kantungnya kembali.
Sutradara tersenyum, tersihir tentunya. Anda tahu bagaimana orang Rusia berbahasa Inggris tho? – apalagi Kirk memerankannya dengan ciamik.
Karena sudah lewat beberapa hari belum ada yang menghubunginya, Kirk menugaskan agennya menghubungi Sutradara.
“Sutradara memang suka akan karaktermu tapi…” suaranya tercekat “ia masih lebih sreg agar Richard harris yang memainkannya.“
Tapi sang agen mengatakan bahwa kalau Kirk masih mau menjalani satu screen test lagi, barangkali sutradara akan mempertimbangkannya.
Kirk betul-betul terhina. Namun ia memang entah kenapa mengingini peran tersebut. Di ruang test screen ia bertemu para awak filem yang mengenal bahkan beberapa diantaranya pernah bekerja sama membintangi filem yang peran utamanya adalah Kirk Douglas. Tentu Kirk merasa malu, namun ditutupi dengan gojekannya. Yang membuat dia sedikit menahan marah karena harus menunggu sutradara terlambat ke lokasi. Tapi Kirk menenangkan hatinya, semua usaha perlu perjuangan kadang dengan biaya harga diri.
Di lokasi sutradara membantu Kirk agar berperan sesuai dengan peranan. Bahkan Kirk diajak berlari mengelilingi ruang uji sampai ia merasa punggung dan lututnya yang pernah cedera seperti akan membunuhnya.Peran yang memakan harga dirinya sudah habis-habisan diperjuangkannnya.
Malamnya ia berdoa dengan khusuk. Hari berikutnya, sang agen menghubunginya.
“Tapi.. ia masih ingin Richard Harris yang memainkannya,” kata sang agen.
Rasanya seperti menabrak tembok, terhempas, malu, marah.
Ia lalu mengirim surat kepada Richard Harris. “Sekalipun saya menyukai peran tersebut, namun akan lebih baik kalau anda (Richard Harris) yang memainkannya.“
Iapun menyurati sutradara tersebut. Namun rasa malunya akan kegagalan ini sudah pada titik nadirnya.
Saat filem Wrestling Ernesr Hemingway selesai dipindahkan ke pita seluloid Kirk mendapatkan video previewnya. Namun ia kecewa sebab jalan cerita bertele-tele.
“Tentu saja aku berpendapat demikian sebab aku iri akan peran yang direbut oleh Richard Harris..“
Namun beberapa kritisi filem sependapat dengan pendapat Kirk bahkan saat filem diputar di bioskop sambutan masyarakat dingin-dingin saja.
“Yang diatas sana sebetulnya mendengar doaku. Mungkin ia tertawa -lihatlah bagaimana aku akan mengijinkan Kirk bermain dalam filem tolol itu. Mungkin dengan tidak mengijinkan ia bermain dalam filem tersebut adalah yang terbaik baginya.”
Rupanya Tuhan selalu mendengar dan menjawab doa kita sekalipun kadang jawabannya “tidak”
Posted by saya on January 19, 2008 at 3:39 am
mbokde saya yang cerewet namun bijak pernah nuturi bahwa Gusti Pengeran mengabulkan doa lewat 3 cara:
- Dia mengabulkan seketika apa yang panjenengan mau.
- Dia ndak mengabulkan apa yang panjenengan mau, tapi nantinya bakal memberi yang lebih baik.
- Sekenario paling buruk adalah Dia membuat sampean menunggu lama, tapi imbalannya adalah sesuatu yang terbaik.
Jadi kalo panjenengan pengen sesuatu dan belum dikabulin, mbok ya ndak kesusu purik .. sebab Tuhan punya rencana lebih baik .. bukan begitu pakde?
Posted by Mimbar SAPUTRO on January 19, 2008 at 7:41 am
Wedhun.. bener sekali ..bener sekali.