Mengungsi dari hotel ke hotel

Joondalup ResortSetelah beristirahat selama lima hari di Hotel Hyatt Perth, maka tibalah hari penugasan kembali menjadi kuli rig.

Pagi-pagi saya sudah pesan taxi. Dalam perjalanan Taxi Swan yang bernomor yang dihindari di Indonesia yaitu angka “13″ sebanyak dua kali saya mendengarkan acara mengenai ramalan cuaca. Siklon tahun ini kata ahli tersebut lahirnya prematur sebulan. Lalu dikatakan bahwa Siklon yang mengancam kawasan kami sudah dinyatakan pergi sehingga kami bebas beraktivitas.

Pagi-pagi sekitar jam 07:00 Rabu 13 Feb 2008 saya sudah (early) check in di Qantas Domestic Airport untuk terbang ke Karratha yang biasanya membutuhkan waktu dua jam, lalu dari Karratha kami berganti Helo (Helikopter) selama satu jam menuju Rig.

Baru saja mata saya pejamkan di ruang tunggu, “mak gregah” ada suara pengumuman dalam bahasa Inggris “Mr Saputro, harap ke Desk Qantas segera..“- Saya masih belum yakin, sampai pengumuman diucapkan dua kali baru saya bergegas kembali ke counter Qantas no 23. Rupanya disitu tas saya sudah di keluarkan dari pesawat.

Cyclon masih belum pergi dari Karratha, penerbangan anda dibatalkan…,” dan tiket saya QF 914 bernomor 9D langsung diambil petugas. Lho terus ramalan para ahli beberapa jam sebelumnya ternyata ngaco belo to yo?

Pemandangan hotel

Langsung saya tilpun ke kantor (kartu Hallo saya kali ini mejen, tidak bisa dipakai menilpun atau SMS), rupanya tak disangka-sangka Siklun mengancam lagi. Sekitar jam duabelas saya ditilpun, bahwa kamar Hotel di Perth sudah penuh semua dan kami dipindahkan antara kawasan Joondalup. Rupanya hotel di Perth sudah overload menampung para pengungsi.

Bergaya di JoondalupAkhirnya saya mendapatkan hotel yang berjarak 30km dari kota Perth. Daerah ini namanya Joondalup Resort. Pertama-tama taxi memasuki Highway. Sampai ujung proyek Highway kendaraan berbelok di Hodges ext dan memasuki kawasan Golf Kondang di Perth, Joondalup Resort.

Supir sempat bertanya kepada temannya melalui radio bagaimana cara kesampaian menuju sana.
Ternyata kamar disini sudah dibooked dan tersisa kamar Suite yang boleh dipakai untuk semalam saja. Nomor kamar ini 219. Keesokan harinya boleh pindah ke kamar standar 233

Yang bikin sedikit penasaran tidak ada akses Internet dan entah mengapa HP saya yang 0811806549 sama sekali tidak bisa dipakai. Padahal selama hampir sepuluh tahun saya setia pada nomor ini tak tak berniat menggantinya.

Namun kalau sampai saya pulang ke Indonesia nomor ini masih bertingkah. Apa boleh buat saya harus merelakan Kiss Good Bye dengan nomor yang selalu keliru dengan nomor Radio Elshinta Jakarta ini.

Mimbar Saputro
Perth 14 Feb 2008
Artikel #1376

Respond to this post