Mencari Baju Murah di Perth

Good SammyAkibat sampingan dari menjadi pengungsi Siklun tahunan kami menjadi turis tidak terencana. Berpindah dari satu ke lain hotel. Banyak senangnya tentu dibayar penuh tetapi hanya makan dan tiduran di hotel.

Dukanya paling karena mengungsi diperpanjang maka lambat laun baju persediaan mulai habis. Ada sih laundry hotel yang mahal. Pasalnya selain membutuhkan waktu, terkadang kita hanya semalam di hotel checkin pada masuk jam dua siang dan keesokan harinya jam sepuluh pagi sudah digusah-gusah (halau) untuk check out ke hotel lain.

Bagi kami yang kepepet kehabisan baju dan celana maka kami biasanya mendatangi sebuah toko Good Sammy yang biasanya menyuguhkan pemandangan “ngejreng” alias membuat mata melotot yaitu korting dari 50-60 persen. Toko ini terang-terangan mengatakan bahwa bahan disana adalah “recycle.” kata lain dari barang seken – umumnya berasal dari donasi warga Australia yang kelebihan stok pakaian lantas diberikan kepada lembaga tersebut.

Dari tangan para Sammy (Samaritan) inilah baju dipilah, dicuci, disetrika dan “jreng” beberapa diantaranya nampak seperti baru. Sebuah teladan bahwa untuk menghasilkan uang, dengan menjual barang bekas dengan hanya bermodalkan kotak besar untuk mengumpulkan baju, bahkan mebel, maka kesan Perth yang selalu mahal bisa dihapus dengan pakaian-pakaian murah. Bahkan buku-buku bekas juga dijual disini.

Lokasi toko dengan cat berwarna kuning mirip Yellow Pages dan berlogo anjing laut ini di jalan Murray, Perth. Celana doreng yang dipakai rekan saya, termasuk hasil dari Sammy.

One Response to this post.

  1. Posted by kiki on February 20, 2008 at 3:16 pm

    Halo mas,sya kiki dari jakarta. Kebetulan sekarang saya sedang merintis usaha baju bekas, momen juga pas dg global warming yg menurut saya karena berhubungan tentang memakai ulang barang bekas. Mhon info atau trik2 apa saja yg di gunakan toko Good Sammy, btw saya belum punya Blog.

Respond to this post