Adegan Ranjang dan Toilet di Hyatt - Perth - Hotel ke satu
Saya masuk ke hotel ini dari 8 Februari - 14 Fevruari 2008. Sempat beberapa malam lalu diminta keluar lantaran hotel sudah penuh dan saya checkout tetapi check in lagi ke hotel yang sama kamar berbeda.
Hanya kali ni saya bergabung (sharing) kamar dengan teman mudlogger yang lain. Lalu tanggal 14 Februari 2008, pagi-pagi sekali saya pergi ke Perth Domestic Airport. Setelah checkin di Qantas (Loket21-23) dan sekali lagi mengoreksi data pribadi saya seperti marital status saya yang dikosongkan, (agama tidakpernah ditanyakan, lalu berat badan saya yang rasanya cuma 82kilogram tetapi menurut timbangan terbaru adalah 85kg sedikit pertanyaan mengapa membawa barang sampai 16kilogram bukan 10kilogram bagasi yang disyaratkan. Lha laptop saja tak kurang 7kilogram bobotnya. Urusan beres, tas dibuka oleh satpam dan digeledah kalau-kalau membawa benda tajam, dan sekarang ditambah lagi membawa DVD bajakan.
Masih terkantuk-kantuk sambil menikmati cappuccino tiba-tiba dipanggil melalui pengeras suara “Mr Saputro report to Qantas’s desk immediately“. Perasaan mi instan dalam tas tinggal dua bungkus. Ternyata akibat mas TC Nicholas masih bertengger dikawasan dekat rig sekalipun belum memuncak maka kami diinstruksikan untuk pulang.
Lobby hotel diberi semacam tugu katanya mengambil dari jaman Mesir kuno.
Dan ini adegan ranjangnya dengan toilet ada di latar belakang. Laptop yang merupakan pabrik dongeng saya masukkan dalam ransel yang tergeletak diranjang. Namun masih ada laptop lain tergeletak paling kanan. Milik perusahaan Woodside. Gara-garanya Mr Bill Fawcett seorang konsultan wellsite geologist hanya punya waktu satu jam di Perth sebelum ia terbang ke Sydney. Terpaksa dia minta-minta kepada saya untuk diserahkan kepada Kepala Operasi Pengeboran di markas Woodside di Perth. Dasar orang Jawa mudah digelembuk (bujuk) orang kulit putih, ya gampang saja saya termakan kata-kata manisnya sehingga saya suka rela membawakan laptop 7kilogam beserta data konfidential sebuah Sumur Bor.
Hari Senin Pagi saya serahkan laptop tersebut kepada Steve Townsend. Selama setahun kami berkomunikasi melalui tilpun dan suara, baru sekali ini berkesempatan temu muka.

aduh bapak, saya nggak bisa menahan tawa untuk membaca adegan ranjang ini
dan placement foto-fotonya, keren abis! salut dengan penampilan baru weblog nya bapak!
Mbak Ukir, saya memang sedang kenes-kenesan berganti-ganti penampilan style blog. Rupanya cara ini juga bisa mengaktipkan niat menulis blog..
wah, pak Mimbar, laptop nya kok 7 kg , sekalian latihan angkat berat ?
saya yang satu kg saja masih rewel minta di kecilin, saya nggondol laptop kemana-mana, buat bikin artikel dan bahan ajar plu ngemail pak Mimbar,
kalau 7 kg……., nggak janji
blognya cantik,
saya belum sempat ndandani blog saya, masih apa adanya,
kata teman saya yang bekerja di gramedia, sehari hari sekali, he he…
mas isi web panjenengan bagus saya cukup tertarik .smoga mas bisa memberikan ilmu drilling dan pengalaman mas …sehingga saya bisa menyerap ilmune panjenengan …saya baru gabung di rig driiling baru 2 tahun di duri field …nuwun
Saya baca posting ini selalu teratas. Mungkin saya salah taruh judul yangberbau ranjang. Maaf pembaca bukan mau mengecoh. Saya sedang pilih judul lain mau saya ubah.
seeeeeeeeeeeddddddddddeeeeeeeeeppppppppp “_”
huahahaha…..luocu…gak dijepret laptop seberat tujuh kilo pengen tau modelnya..kali bisa pesen satu buat ganjel ban truk..
Hello .. terimaksih atas komentar menggelitiknya.
Karena sampeyan mengkritik ssaya maka akan saya perbaiki kalimatnya. Laptopnya sih Dell Model Lat 600, tetapi waktu dimasukkan ransel, ditambah charger, dan gadget lain kok di airport selalu menunjukkan sekitar 7 kiloan.
Salam kenal.