Hari ini saya mendapatkan rekan kerja, judulnya Helper. Seorang gadis blonde lulusan Psikologi dari negeri Britania Raya. Rupanya Lusi berbekpek ria dengan pacarnya kehabisan duit lalu melamar kerja di kantor saya.
Seperti sudah menjadi kebiasaan para turis Inggris pada nyambi cari sekedar sang selama menikmati perjalanannya.
Ada yang malahan kepincut habis. Nick misalnya, saat datang sampai bibirnyapun ditempeli anting-anting mungkin untuk membedakan orang Inggris dengan mamalia bernama kerbau air yang anting antingnya dihidung. Penggemar olah raga bola inipun tidak lama saya dengar sudah menjadi store-keeper – eh karirnya menanjak menjadi ahli pengambilan contoh batu inti (Rock Coring Specialist).
Sang pacar Mills bekerja di rig lain sementara Lusi sebut saja namanya begitu bekerja di rig saya. Tentu sedikit kesulitan mengajarkan ilmu pengeboran kepada Lusi sang tomboy yang statusnya pelayan bule.
Tapi sekalipun kupingnya tak lepas dari Ipod, kerjanya rajin mungkin hasrat menggebu untuk menutupi biaya jalan-jalan. Bagaimana tidak sekalipun termasuk kecil untuk ukuran Australia, Lusi minimal mendapatkan 250 dollar perhari sementara saat bekerja di rig ia gratis sandang dan pangan.
Sekali waktu ia menunjukkan belakang lengannya yang berbintik merah. Lha ya pemandangan menarik melihat kulit seputih susu kadaluwarsa lantas ada bintik-bintik merahnya. Rupanya ia terkena alergi lumpur minyak yang dipakai dalam pengeboran kami. Nama dagangnya keren Novatec Synthetic Base Mud. Namun dengan beberapa oles salep kulit, maka kulit porselinnya pulih kembali.
Begitu selesai jam kerjanya, baju kerja dilorot, cuma pakai celana pendek kaos dan jaket kaos yang ada penutup kepalanya. Langsung dua werpak dikirim ke laundry bagian khusus baju tercemar Oil Base Mud (syntetic).
Sangat tampak bedanya dengan para sarjana dari India yang selalu bergaya dan menganggap pendidikannya terlalu tinggi untuk pekerjaan diRig. Padahal pekerjaan ini yang membawanya ke Australia sekalipun pakai dasi saat berangkat kerja, tidak nyangking sandwich sambil duduk di teras kafe.
Sankeet dari Bombay misalnya, setiap hari ia seperti pemburu Biodata. Begitu ketemu bule, langsung ia menjual kemampuannya sambil bertanya angsu kawruh bagaimana sebaiknya membuat CV. Kini biodatanya sudah tebal seperti orang yang memiliki pengalaman kerja selama setengah abad. Padahal ia baru bekerja belum genap setahun ditempat saya. Bagi mereka prinsipnya para HRD yang membaca lamaran mereka lebih suka ditipu dengan CV yang manis dan membubung tinggi. Saya pikir cara Sankeet ini bisa ditiru bagi para pencari kerja kita.
Dulu saat saya masih aktip perkantoran teman-teman Industri di Inggris dan Amerika sudah hapal, kalau mereka mengadakan pameran, sebentara ada India datang dan mengasongkan diri menjadi calon agen pemasaran terbaiknya di India.
Gara-gara Lusi maka para pekerja rig bermanis ria dengan saya. Miem Kamu punya partner cantik (hallah). Harap maklum sebab memang tokoh saya satu ini modis, muda, pirang berpendidikan. Tak heran para roughneck dan roustabout bujangan ikutan melirik si molek ini.
“Beruntungnya kamu Mimbar…” – kata Tim sang crane operator. Karena ini gosip-sip-maglesip, saya sampaikan kepada sang korban yang cuma mesem-mesem lalu menanyakan nomor tilpun Rig pengeboran tempat sang Janaka mencari uang saku.
Kapan yang datang adalah Kartini Indonesia? itulah pertanyaan saya.


Posted by saya on April 3, 2008 at 3:47 pm
pakde .. saya mau jadi kartini indonesianya .. tapi ngelamare piye?
Posted by Mimbar SAPUTRO on April 5, 2008 at 9:26 am
Kapan datang ke Perth, hubungi saja Level 7, 256 Saint Georges Terrace, Capitol Building.
Posted by hmcahyo on April 5, 2008 at 10:23 am
waduh… kesasar di dasar laut gelap
salam ajah deh dari malang
hmcahyo.wordpress.com
Posted by ukirsari on April 23, 2008 at 6:56 am
waduh, saya baru pulang dari sana dan mbaca ‘vacancy’ ini, pak! tahu gitu langsung ke capitol building ya, secara tiap hari hobi saya jalan kaki dari northbridge ke saint george terrace buat berburu foto, wekekek
Mbak Ari, kadang bisa juga lho minta cuma seminggu ke Rig Pengeboran. Siapa tahu anda bisa masuk ke pulau Barrow yang kondang sangar bagi manusia itu.. Mimbar
Posted by SkyR!d3r on May 23, 2008 at 3:11 pm
…tertarik juga nih
syaratnya apa pak biar bisa masuk di rig??
Posted by hilper on August 22, 2008 at 5:08 am
Wah rig
saya cuma tahu dari caledonianoffshore dot com doang…apa suka home sick juga pa de
Posted by farid on August 25, 2008 at 12:14 pm
mau donk mas jadi mud logger…,klu pembantunya ky gitu,heheehehe
Posted by Zulle on September 2, 2008 at 1:19 pm
Hehhe..jadi ingat dulu ada temen postdoc di lab sebelah. Dari aplikasinya memang bikin tercengang dengan segudang pengalaman..ee ternyata saat diterima ternyata gak bisa apa apa..jadi deh setahun dah ditendang hehehe
Posted by budhi on September 13, 2008 at 3:26 pm
mas kerja di tempat mas gmana caranya?
Posted by Eko Haryanto on September 16, 2008 at 7:04 pm
Weleh, mas mBangSap ini masih rajin nulis diarynya, dan rupanya masih di Perth (kalau pas lagi off) ya…
OK deh selamat berkarya….kalau sedang puasa ya selamat puasa (saya nggak puasa lho…)
Salam,
Eko Haryanto
Posted by angga on October 21, 2008 at 11:20 pm
asik loh… seneng kyanya jd anda… gimana ney caranya gabung…
Posted by pat on November 13, 2008 at 8:52 pm
kartini indonesia mungkin hanya isapan permen manis bagi anak naka kita… bergejolak tinggi dimasanya dan terkubur serta terkurung dirumah sendiri..itulah kartini..
salam knal wong dari jogja
bertanya tanya lama hati ini kapan bangsa kita melahirkan seribu bahkan berjuta juta kartini dimasanya dan tak kan pernah luntur dalam semangatnya..
merdeka bung