Seperti kata iklan di TV, kiri kanan banyak Strobery, maka pagi jam lima kurang seperempat pemandangan Perth International Airport banyak warga senior mengenakan baju sport warna strobery lengkap dengan topi olah raga.
Maka perut saya yang belum sarapan menjadi makin menyiksa membayangkan rasa es krimnya. Sekalipun obat oles anti nyamukpun pakai rasa stroberi.
Semula saya pikir semacam propaganda berjalan kaki sehat.
Rupanya terminal Perth ingin meningkatkan kinerja operasinya seperti Singapura, misalnya.
Kali ini mereka menargetkan cara mempercepat pelayanan mulai dari antrean di depan loket sampai masuk kedalam pesawat. Para relawan diberi stiker bertuliskan angka yang besar-besar dengan pesan “don’t talk to anyone”.
Saya sendiri ditempeli nomor 3541, dan setiap gerakan mulai dari checkin, pemeriksaan imigrasi, dan mak jleg masuk pesawat mereka menempatkan petugas tersembunyi namun berpakaian mencolok, membawa board, pen dan pakai topi cricket pula.
Sampai ditempat pemeriksaan imigrasi, saya lirik petugas mengabaikan saya sehingga membuat penasaran. Saya dekati bapak gemuk yang menguap masih mengantuk dipagi itu. Dia bilang saya tidak terdaftar, sebab tidak melihat nomor pendaftaran tersemat dibaju saya. Baru ingat rupanya saya membuka kaos hangat yang ditempeli nomor.
“Hampir saya menjadi invisible man,” kata saya pada petugas.
Tapi setidaknya cara ini lebih baik ketimbang orang diajak mengisi formulir isian, lalu menjawab sekenanya dan hasil akhir jelas tidak mengena kecuali terkena biaya besar.
Posted by antown on April 18, 2008 at 10:17 pm
ada stiker “don’t talk to anyone”? wah, sampai segitunya ya. Tapi saya salut sama orang disana yang terpacu oleh semangat kerjanya. Disini boro-boro niru semangat orang jepang. smua pada malas2…
piss buat semuanya!!