Sepulangnya dari mall Singapura, seorang istri menunjukkan bon belanja kepada suaminya. Dengan bangga istri tadi mengatakan bahwa dirinya mampu menghemat ratusan dollar. Sebuah celana yang semula berharga 300 dollar, sekarang dibelinya di toko yang sama “hanya” 100 dollar.
“Bukankah itu namanya kita berhemat 100 dollar, Sayang?,” – tanya istri manja.
“Ma, sebetulnya kamu sudah boros 100 dollar ..“
Lalu sang suami menyampaikan berita gembira bahwa dirinya mungkin ditransfer ke perusahaan lain.
“Kalau gitu minta mobil yang bagus Sayang,” lalu sang istri menyebut merek sebuah mobil mewah.
Polos kami bertanya “apa suamimu setuju dengan usulanmu“
“Jelas setuju sebab mobil itu nanti akan saya pakai sehari-hari,” tegas istrinya.
Alasannya, selain BBM mahal, pada saat jam sibuk mereka harus melalui gerbang ERP – dengan sejumlah biaya. Lalu sang istri menghitung biaya parkir jika suami bekerja sepanjang hari.
“Pokoknya kalau suami yang pakai mobil, kami jadi boros, jadi suami saya suruh naik bus dan MRT, biar mobilnya saya yang pakai..“
Apakah dengan demikian mereka menghemat, jawabnya sudah pasti boros. Tapi itulah kenyataannya.
“Rugi kali ya suami sebaik dia mendapatkan istri macam aku,” katanya ngakak sambil menghembuskan asap Marlboro mint-nya.



Posted by tutut on May 23, 2008 at 4:08 am
disini kita kemana-mana mancal sepeda, bukan untuk saving .. tapi karena orang2nya sangat2 peduli sekali banget pada lingkungan