Taman Angsa Juni 2008

Dua puluh lima tahun lalu saya mengajak anak saya Lia yang saat itu berusia dua tahun ke Taman “Forget Me Not” alias “The Lone Swan Park” – yang mungkin diterjemahkan sebagai Taman Angsa Kesepian.

Sejak itu tidak ada keinginan untuk berkunjung kesana.

Tetapi bulan Juni 08, keponakan mengajak melihat dan berenang di Taman Angsa. Apalagi nilai rapotnya cukup menggembiran sang ibunda yang saya bilang terlalu demanding. Menuntut.

Di karcis kuning tertulis tegas TAMAN-ANGSA-THE LONE SWAN PARK-TENJO AYU – CICURUG Jalan Sukabumi dengan dasar hukum Perda no 15/89 – Orang dewasa ditarik biaya sebesar delapan ribu rupiah.

Usai berenang mereka melihat permainan meluncur dari ketinggian dengan bantuan tali atau dikenal sebagai “The Flying Fox.”

Tanpa terkesan ragu-ragu kedua keponakan langsung mengiyakan dan bergantungan diketinggian sekitar 10 meter membentang tali sepanjang 30meter.

Saya sengaja menyiapkan kamera sambil memberi aba-aba kepada mereka untuk teriak sekencangnya, maksud sih agar mereka mengatasi takutnya.

Pertama Dito yang paling kecil. Karena tubuhnya maka sang ibunda kalau membelikan pakaian untuknya selalu kebesaran, sementara sang kakak Dana kalau dibelikan baju untuk usianya selalu kekecilan.

Saya memang berjanji memasukkan fotonya di blog saya.

Sang adik yang mungil badannya melayang tanpa kesukaran diterima oleh petugas lain diujung sana.

Dana melayang di Taman AngsaNamun berbeda dengan Dana yang saya lihat dari kejauhan petugas yang menangkapnya ikut terpelanting “keemblegan” ditindih badannya yang sudah dua kali karung beras Ramos.

Saya memang tidak melihat pembanding yang lain, namun kalau anda ingin mengajak putra putrinya berenang, beruji nyali meluncur bak militer dalam game-game mereka. Barangkali tempat ini bisa dijadikan alternative lain.

 

One Response to this post.

  1. he..he…he…gambarnya beda nih dengan di wikimu…

Respond to this post