- Menggores Pena atau digilas sejarah – Leave a living legacy for family and friends – G.L Ascough / UNOCAL-Slogan's DONT EXPECT IF YOU NOT INSPECT
Dimana kalau makan siang di kantor.
Tentu saja cukup banyak dan pada umumnya rasanya melawan. Salah satunya adalah pak Ramli. Padahal posisi rumahnya eh warungnya harus melalui “gang cekek bacok” – alias kawasan kumuh.
Kalau bertepatan jam 12 siang, kedai bukan main ramainya. Anda ambil sendiri masakan ala warung tegal, ambil nasi sendiri. Kecuali minuman yang harus dipesan. Usai makan tinggal laporkan apa yang kita makan, tidak ada rasa curiga yang ditimbulkan sekalipun pengalaman kami mmebuka warung serupa, dari 20 orang yang datang makan kadang berdasi biasanya terselip satu yang nakal.
Kalau melihat sosok tubuh pria berambut putih ini, gerak tangannya memang meyakinkan bahwa dulu dimasa mudanya pernah menjadi chef sebuah hotel mewah di Balikpapan. Saya tidak punya masakan favorit disini sebab semuanya rata-rata masuk dalam takaran lidah saya.
Anda bisa memilih Sup Iga, Sup Kambing, Daging Lada Hitam, omelet jamur, nasi goreng sea food, nasi goreng kambing, nasi goreng pete, selain tentunya masakan ala warung tegal. Kalau anda melihat pria dengan lemak diperut kedodoran, beramput sudah terkikis, dengan kantong hp dipinggang kanan yang sudah berfungsi sebagai kamera. Maka mari bergabung
Weleh, ternyata this-admired-gentleman iki tonggo ku tho? INi mah salah satu langananku juga.
Asyik deh, bisa bagi2 pencerahan nih *twink twink*