Cukur ala Vacuum Cleaner


Di Sebuah mal di Singapura, Satrio, bungsu saya menyempatkan diri untuk memasuki sebuah barber shop dengan gaya tukang cukur ala Indonesia. Pilihan ini disebabkan nyaris disetiap Mal besar kami menemukan gerai cukur dengan style yang khas, habis cukur ku terus di vacuum cleaner sehinggra rambut tidak menempel baju maupun berterbangan.

Begitu masuk gerai ada sapaan asing yaitu Konichiwa! – mungkin sebagai sandi bahwa barber yang kami datangi adalah franchise dengan perusahaan Jepang. Terang saja saya yang bahasa Jepangnya klasifikasi “Nul Puthul” jadi bingung, perasaan (tentu tidak harus benar), sambutan itu diberikan untuk pagi hari? – kalau Hallo katanya mosi mosi..

Lupakan sambutan aneh Konichiwa. Setelah antri sebentar satu dari tiga petugas menunjuk sebuah mesin tiket. Selembar 10dollar kertas segera ditelan mesin dan digantikan dengan satu karcis. Mungkin gaya jaman sekarang untuk mempermudah audit agar jumlah Tiket harus sama dengan jumlah uang yang diterima.

Karcis seukuran kartu diskonto inilah yang ditunjukkan kepada petugas sebelum mereka cras-cress memotong rambut anda dan harus selesai dalam 10menit.

Selesai dipotong, kepala langsung dihadapkan dengan sebuah selang penghisap debu. Dan selesailah sebuah upacara cukur rambut (ala kering) yang dipukul rata 1 dollar/menit ini.