Pasang Kacamata Tercepat di dunia


13254471_10208047460157338_8522385982019479508_n
Lagi keringetan naik sepeda, kok kacamata mulai merosot..
Ternyata tangkainya patah. Duh..
Iklannya sih tangkai boleh dipelintir macam adegan Maria Ozawa..Tapi mengapa diperlakukan lurus-lurus aja sudah coklek..Dasar kemakan iklan.
Sampai rumah, saya coba mengakali dengan menempelkan selotape. Jelas pekerjaan sia-sia belaka. Masalahnya saya tidak bisa menemukan cadangan kacamata saya. Yang ditemukan malahan yang outdoor alias layar gelap.
Saat sedikit mikir tetapi banyak bingung – Asisten, mbak Nani – ternyata punya usulan lain.. “Pak – di depan tukang sate langganan kita ada tukang kacamata – katanya lagi promo, katanya pasang lensa bisa ditunggu..”
Ah si mbak terlalu exagerated (berlebihan). Lha wong umumnya janji 6 hari kerja saja kadang Optik sering mbeler alias molor menjadi “besok dan besok..”
Tetapi seperti biasa saya banyakan menuruti arahan mbak Nani.. Herannya perempuan kepala lima yang mestinya sudah butuh TESMAK untuk penglihatannya – kenyataannya menolak pakai kacamata – tetapi harddisknya tetap “kekinian” akan informasi sekitar. Termasuk siapa Damini – Tetsingh Gundela- (Uttaran). Atau nenek super Kaylani.. serial Andhini. Bahkan mbak Nani masih bisa kasih interpretasi – itu pilem Andhini – ceritanya seperti perjuangan Kartini persi (versi) India.
Tidak butuh lama saya mencari toko kacamata – dengan kata kunci pencarian “Sate Ayam Langganan.”
Pemiliknya – mas Edi, cuma melihat kacamata rongsokan ini beberapa detik.. lalu ia ambil sebuah bingkai dan ceplak-ceplok dalam waktu tak kurang dari lima menit – lensa kacamata saya sudah berpindah di sarang barunya.Tanpa obeng zonder tang… 
Lha kok secepat ganti bongkar pasang Simcard termasuk menutup casingnya. Ini luar biasa – sebab jarang bener kacamata “keur” bisa cocok ngeplek 100%..
Sambil memperhatikan pemilik toko Agata ini melap kacamata, tanpa sadar ia bercerita modal kerja satu M – sudah ia gelontorkan – namun cashflownya seret..
Sekarang pemilik toko Agata ini harus kejar tayang, dengan mengobral kacamata agar bisa balik modal..
“jadi kalau bapak punya keluarga berkacamata – kalau bikin kacamata komplit, saya kasih frame gratis..Jadi ajak-ajak ya pak..!”
Mungkin mbak Nani lain waktu akan mengubah cara navigasinya – “Dekat Kacamata Langganan kita..” Dan bukan “tukang Sate” yang selama ini menjadi kata kuncinya.
Mei 2016
@mimbar

Dari “Gumoh” terbitlah Kopi Bisang van Luwu


13238883_10208044209476073_93257873643657124_n

Habis Gumoh Terbitlah Kopi Bisang

Ketika saya bertandang ke rumahnya, korban Her masih dalam keadaan shok akibat “siang bolong” rumahnya disatroni maling berkendaraan Mobilio. Sayapun bertandang ke TKP – sebagai tanda empati. Dan mengambil hikmah serta pelajaran dari peristiwa nahas tersebut.

Setelah bicara ngalor-ngidul, Her rupanya menyadari bahwa saya pengopi kelas bantam senior- sehingga tak segan menawarkan sebungkus kopi bisang yang bergambar luwak dari Luwu- Sulawesi Selatan.

“Ini promosi Pak, Bupati Luwuk atau Kepala Daerah Sulawesi Selatan bila pada berkumpul di Jakarta – mereka saling mempromosikan kekayaan daerahnya masing-masing.”

Bahkan Bupati Luwu sampai mengeluarkan peraturan daerah Sulawesi Selatan – “tidak boleh menikah sebelum menanam tiga ratus pohon kopi..”

Bisang sendiri adalah sejenis musang mendekati beruang -menjelang kuskus yang konon hanya bisa ditemukan di kaki Gunung Latimojong Sulawesi Selatan.

Biji kopi yang matang difermentasi oleh air liurnya (jadi bukan dalam perut musang seperti kopi Luwak). Sebelum dimuntahkan kembali dalam bentuk gumoh.

Bisang sangat selektip dalam memilih biji kopi.. Ia akan menolak kopi yang terkena pestisida. Secara alami ia sudah mensortir hanya biji kopi yang sehat.

Jadi inilah keistimewaan kopi Bisang. Kalau dianalogikan durian adalah Kopi Jatohan. Entah jatuh oleh musang, atau hewan lainnya.

Beruntung saya bisa mencicipi – Kopi Arabica kelas Wahid..

Sruput..Ahhhh..

Mei 2016

 

 

Dengan tidak mengurangi rasa hormat


Kerabat yang bekerja di Singapura baru-baru ini mendapat pasangan hidup seorang lelaki mapan. Saya sempat menyaksikan detik  mereka melakukan “pdkt”.. adu lempar pandangan berarti sampai pembacaan deklarasi “kami jadian..”

Pihak keluarga menghendaki perayaan dilakukan semeriah mungkin  di Jakarta. Apalagi keduanya berasal dari Jakarta.

Persiapan demi persiapan dilakukan – ketika melihat kost perhelatan ini  reken-punya reken ternyata “biaya” hidangan per porsi mencapai angka sekitar 2 juta rupiah per kepala.

Mereka mengungkapkan urusan angka ini  – sekedar curcol. Namun  untuk beberapa kelompok masyarakat … menghadiri resepsi pernikahan seperti pesan  tiket KONSER. Maklum penyelenggaraan resepsi di Hotel. Tempat terbatas.

Anda bisa duduk kalau pegang  undangan. Sebelum undangan diberikan- sudah ada semacam isyarat bahwa “angpo” yang diberikan setara dengan ongkos makan malam.

Jadi bilamana bilang  konfirmed akan datang – kemudian pada hari “H” kita membolos dengan alasan misalnya “urusan keluarga” atau “dapat tugas mendadak dari bos” – detik itu juga urusan pertemanan dan persaudaraan bisa retak. Artinya jangan harap  – mereka akan hadir saat kita punya hajat.

Dan memang kenyataannya banyak kerabat hanya datang pada saat janji nikah diikrarkan – lalu mereka mengucapkan selamat , foto bersama dan “mohon ijin” tidak datang  ke resepsi makan malam yang diselenggarakan di  sebuah Hotel di tempat yang berbeda.

Saya pun hadir pada saat upacara “pemberkatan” dan tidak pada Gala Dinner.

Lain Singapur lain pula kota AADC2.

Kebetulan saya satu-satunya orang  yang dapat “hardcopy” undangan melalui paket. Pesan Shohibul Hajat agar berita disampaikan ke keluarga di Jakarta.. Biar cepat – undangan saya scan dan dikirim melalui pesan WA.

Tetapi ada sedikit yang aneh. Undangan ini diberi stiker. Semula saya pikir ada salah cetak.. Ternyata semacam peringatan.

“Dengan segala rasa hormat, kami tidak menerima sumbangan dalam bentuk apapun kecuali doa…” – kali ini si penerima pesan yang bingung sebab tidak “sari-sari”nya nikah menolak kado atau angpau..

Kerabat yang saya sebut pertama kali adalah “orang kaya beneran” – bukan kayaknya orang kaya. Sementara keluarga yang saya sebut belakangan – datang dari keluarga sederhana.

Tapi itulah yang terjadi.. Lain Padang Lain Belalang..

Monic Indrisari Johan 2

 

 

Pencuri datang kedua dan ketiga kali


Rekan saya ini baru akan memasuki rumahnya ketika melihat mobilio putih bernomor plat B1561 EO berisikan empat orang di dalam mobil.

Rupanya satu dari mereka berhasil memasuki secara paksa rumah Her, 27. Mereka baru menurunkan dua TV – lalu mengobrak abrik kasur kamar. Ketika perbuatannya kepergok sang pemilik rumah. Dalam dua bulan terakhir rumah ini sudah kali kedua dimasuki pencuri.13260210_10208035206411002_2632446204598650558_n

Ia dan istrinya semalam menginap di rumah mertuanya sehingga tak sempat mematikan lampu teras. Mungkin pencuri menebak rumah ditinggalkan penghuninya.

Apa ya si pencuri yang sudah ke dua kalinya menyatroni rumahnya, ini sudah tahu bahwa pasangan muda kerap tidur dirumah sang Istri ketimbang rumahnya sendiri.

Yang menarik, sekitar seratus meter – kami sedang sibuk kerja bakti, seratus meter ada dua rumah sedang pepak-pepak (siap-siap) mau selamatan pindah rumah.. Plat nomor sudah dicatat…dicek ke kepolisian..biasanya rental.

Memasuki bulan puasa – sementara orang bermaafan – beberapa kriminal meningkatkan operasinya..

image
TV dijejer tinggal diangkat

image
Kunci dipotong

image
Kaitan pagar dipotong

Sopan Santun Bocah


image

Untuk temanku yang bukan Muslim saya ceritakan – bagi muslim maka berwudhu adalah satu keharusan -terutama menjelang salat..

Dimulai dari cuci tangan dan seterusnya lalu diakhiri dengan membasuh kaki..

Ketika baru memulai basuh tangan disebuah masjid sebelah saya sudah berdiri bocah lelaki usia belasan. Rupanya ia memilih merapat kepada saya sebab tetangga satunya (keran ada dua) – cenderung membatik kulit dengan air – ketimbang bersuci.

Tahu bahwa ada orang lain biasanya saya mempercepat gerakan sebagai ungkapan “tepo seliro” – empati. Juga sambil “ecek-ecek” memberikan contoh bagi generasi kecil ini.

Menjelang urutan bersuci terakhir  – saya lihat kaki bocah ini sudah menjulur nyaris  menyentuh muka saya yang sedang membungkuk. Ia melihat saya seperti teman sepermainannya sehingga boleh diganggu agar cepat menyingkir.  “Buruan gue juga mau wudhu …”

Bila dibiarkan saja ..Arti kata lain – saya menggunakan air bekas cuci kakinya..

Merasa terganggu maka saya berhenti sambil menatap wajah bocah. Kakinya ditarik sambil menatapku dan saya meneruskan upacara yang terhenti.

Namun baru saja saya akan memulai menyelesaikan pekerjaan.. kaki kecil ini mulai menjulur lagi sehingga kali ini saya tepis dengan kaki saya sebagai tanda marah. Nggak tega menyebut kata menyepak.

Namun bocah ini sama sekali tidak kaget, takut. Wajahnya dingin saja.  Menganggap bahwa menyelak.. bukan hal serius..

 

 

Investasi Lontong


INVESTASI LONTONG
Kalau untuk menjadi kaya lantas “POPO” di Surabaya  menginvestasikan “cement” nya kepada Lima Puluh Wanita – dengan alasan ritual pesugihan..

Maunya polisi menangkap Guru Spiritualnya juga..

Bisa-bisa semua pemerkosa, pencabulan akan beralasan “biar bisnis sukses pak!”

(#IrihatiUsiaSegituMasihLanangingJagat_PunyasatuajaLemparHandukPutih)