PUYI – dan Kromo Inggil


PROPOSAL FOR NARA, 1, FROM KAIZAR PUYI

Setelah antar kakak Anya, 3, ke Pre-school maka acara adiknya Nara,1, bermain di taman.

Biasanya pemain disana (taman) orangnya ya itu itu saja. Yang main Taichi, yang Wushu, Senam Gembira, tari badminton, palang dan banyak lagi. Yang bocah main perosotan, rolling, atau uber-uberan dengan pembantu yang akan menyuapinya.

Seorang bocah lelaki sekitar 1 tahun nampak seperti kaisar Puyi. Ia belum bisa berjalan cepat apalagi berlari mundur seperti Nara (Kakek Ngebanggainnya terlalu). Saya bilang Kaisar – Lha di taman angin sembribit bikin cari PPO (Pak Pung Oil) elatala sang Kakek dan Nenek gonta ganti mengipasin sang bocah…… Seakan takut mentah di dalam..

Kaisar Puyi ini begitu melihat Nara ..langsung senyum diatas sepeda roda tiga kudapat dari ayah. Demikian pula cucu saya. Pokoknya nge-klik dah..

Karena bocah ini ngomongnya masih bekah bekuh .. Sang Kakek dan Nenek menerjemahkan maksud cucunya.. dalam bahasa Mandarin yang Kromo Inggil. Jadi ada dua jalur kominikasi acak adut..

***
Di kantong bawah PRAM Nara ada air minum, biskit dan snack kecil. Nara napsu-banget makan kalau berada di taman. Mungkin malah sebenarnya karena ditonton teman. Kadang bocah kromo inggil ini mupeng kalau Nara pegang biskit.

Tak ada salahnya sepotong diberikan. Melatih “sharing”.
Sang Bocah Kromo Inggil menanggapi pemberian dengan wajah dan gerakan seperti Flash kukang ahli database dalam Zootopia. Biasanya lagi-lagi sang kakek menerjemahkan – “ambil kan dikasih jangan lupa bilang Kamsia Yah..” – eh yang Kamsiah karangan saya, Mandarin Kromo Inggil nggak pakai istilah itu. SiehSieh.

Nara melihat bocah plenggang bin plenggong otak di jidat nongnongnya menerjemahkan sebagai penolakan..

Dalam hitungan “me-reset modem ke Factory Default” maka Biskit sudah balik kepemilik – malahan sudah diemplok..plok..

Kaisar seperti baru sadar biskit ditangan sudah hilang .. dia mengadu bekahbekuh tapi kami tidak perlu penjelasan. Nara langsung ditarik pulang..

Tadi pagi saat dibawa ke taman .. Nara terkantuk diatas pram.

Saya mendengar bocah bayi teriak teriak sehingga menoleh..

Kaisar Puyi kromo inggil memegang sesuatu digulung lantas diacung-acungkan.

“Gile hari gini anak 1 tahun sudah modus..”

Saya berhenti menunggu ia menghampiri kami menyerahkan Bunga maksud saya proposal TV modern dengan bunga cicilan rendah.. Agak kaget juga jangan-jangan dia agen rahasia yang bisa tahu tv dirumah memang rusak..

Perlahan tapi pasti area Rendezvous kami tinggalkan.. Kuatir Kakek dan Nenek bicara dalam 13775550_10208561273722356_9140360007451819963_nkromo Inggil bahasa negeri Kaisar Puyi..

OSPEK


POSMA OSPEK NON KEKERASAN
Kepergian Anies Baswedan sebagai menteri Pendidikan meninggalkan satu kesan. Beliau sangat anti perpeloncoan. Dan bukan sekedar WACANA -ia melakukan tindakan administratif bagi kepala sekolah yang sekolahnya tetap melakukan ospek. Contohnya dua kakak beradik pelajar SMU di bilangan Menteng langsung menunjamkan sikunya diudara seakan Selena Williams baru mengalahkan lawan tennisnya… “Yes.. Kita boleh Ospek lagi,” kata mereka yang namanya disamarkan Kacrat dan Kucrut
***
Soal perpeloncoan – belum lama ini saya baca artikel soal perpeloncoan di universitas yang kesannya jauh dari kekerasan, namun berlapikata manis “Fun Games” nan sexy.

Misalnya. PushUp, Quiz dan Simulasi…

PUSHUP
Mahasiswa pushup. Tetapi – dibawahnya mahasiswi terlentang. Dan pushup berubah menjadi adegan Adam dan Hawa.

Sebagai ilustrasi musik.. maka AKAPELA merapalkan mantra – seperti suku jaman dahulu kalau memanggil roh.. Hanya kata-katanya apa lagi kalau bukan anatomi tubuh yang disebut-sebut.

Lalu mahasiswa yang sudah kelihatan tidak mampu melanjutkan tugasnya (pushup), disuruh pura-pura ejakulasi dimuka mahasiswi yang nyaris ditindihinya. Sepertinya yang lelaki doang yang gumbira.. Perempuannya .. bisa luka bathin..

QUIZ

Ada mahasiswi baru diberi QuISexKologi – arena “TABOO” dibuat permanan – misalnya cairan lelaki mana yang kalian ijinkan untuk di telan, cairan bagian mana yang kamu rasa paling menjijikkan. Mengapa ada orang sampai tidak kawin dan mati dalam kesendirian..

“Saya lari meninggalkan arena dan mau kabur. Tapi ketua panitia melarang kami dan kami harus ikuti sampai Games selesai, atau kami dianggap tidak lulus..” Kata seorang Peloncowati yang namanya disamarkan sebagai Mawar.
Mawar melanjutkan kalau tujuannya keakraban.. Keakraban dari Hongkong katanya sinis.

Mahasiswi lain ditutup matanya lantas ditarik kekiri lalu kekanan.

Tangan yang menyentuh mereka dibasahi sabun dan air sehingga licin. “Malamnya badan merasa sakit semua.” – kata seorang cewek yang namanya dirahasiakan Kanthil.

RAPE
Kadang ada game berupa simulasi perkosaan-incest..

Pura-puranya Seseorang seakan-akan membuka pintu rumah “jedar-jeder”..

KOR KOR (kakak, Mand) datang… teriak lelaki.. Berperan pemabuk struggle buka pintu.

MEI MEI (adik, Mand) dont want … mahasiswi disuruh menjawab demikian.

Lantas si KORKOR menendang kaki meimei maksudnya agar “ngangkang” lebih lebar.

Mungkin itu yang mendasari pak Anies Baswedan tidak suka kepada Perpeloncoan dalam segara bentuk, termasuk onderbouwnya. Sekalipun kejadian ini bukan di Indonesia.

‪#‎hashtag‬ Games at certains camps increasingly sexualised, say students

Harimau


Ketika menonton video yang diambil oleh CCTV Taman Safari Badaling China -Sabtu 24/7/16 nampak seorang wanita yang katanya penuh emosi keluar dari mobil yang dikelilingi Harimau. Dalam beberapa detik langsung diterkam harimau dari belakang dan diseret pergi..

Sang Ibu wanita tadi langsung keluar mobil – menolong sang putri. Namun ia malah diterkam harimau lainnya sampai tewas.

Pengorbanan seorang ibu kadang kalau menyangkut nyawa anak, tidak pakai hitungan untung rugi….

Suami yang juga keluar mobil “malahan tidak terluka sama sekali” – entah mantra apa yang dipakainya yang disampaikan kepada sang Harimau.

***
Lalu saya ingat saat di Taman Safari Cisarua, di tempat larangan keluar kendaraan malahan Pengunjung minggir serasa rest area lantas jress “Rokokan”- mungkin itu metoda mengusir Harimau..

KFC


Ada dua potong ayam goreng KFC (dari warnanya saja sudah ketahuan) yang kami bawa pulang dari acara makan siang di hari Minggu itu. Sisanya dimakan di restoran.

Saat makan malam, team pembisik bilang “Papa makan saja yang Ayam tadi siang, biasanya anak-anak sudah tidak doyan..”

Sementara saya bapaknya dan kakeknya – tidak tegaan kalau ada makanan sampai terbuang..

Ceritanya – sesuai arahan tim pembisik – saya mengambil Ayam Goreng kesukaan UpinIpin… Memang sudah hilang gurihnya, apa yang dibanggakan makanan cepat saji kalau temperatur sudah turun. Namun rasa ayam tetap ayam. Yang penting jangan sampai terbuang.

Yang tidak saya duga, tepatnya, kami duga, putri saya menghendaki ayam dingin.

“Pa jangan makan ayamnya, papa Udang goreng tepung Telor Asin,” kata putri saya.

Dialog anak dan kakek, didengar oleh Anya,3,.

Sejak itu ia sering mengingatkan saya “Eyang, jangan makan Ayamnya mama ya.. Nanti Mama nangis..”

“EyangPa Do not eat mama’s chicken. She will cry. Eyang eat the prawn”13775825_10208546897682964_2072586989170691924_n

ULAR


GAGAL PAHAM
Komplek saya setahun belakangan ini mulai bermunculan bangunan megah.

Tak ayal lagi lahan tidur selama ini yang cuma ditanami singkong asalan. Maksudnya asal tancap ya sudah.. zonder maintenance seperti di “dangir” atau di koret. Dengan sendirinya Ilalang, putri malu, senthe, rumput, kemboja, pisang semua tumbuh tumpang tindih. Kini semua harus dibabat habis.

Akibat pembangunan – tak heran para penghuni tak ber bersertifikat seperti Musang, Tikus, para Burung termasuk segala macam reptil mulai bingung menghadapi perubahan.

Para Ular-ular terutama, mereka ternyata tidak secerdas digambarkan sebagai mahluk penggoda yang akalnya banyak. Ular malahan gagal paham dalam menyikapi berkurangnya lahan sehingga sering kepergok manusia, dan karena dia bukan Budiman van Cilacap, maka eksekusi terhadap dirinya dilangsungkan waktu singkat dan dalam tempo yang singkat dan seksama.

Padahal kalau sekedar masuk ke halaman saya seperti teman-teman lainnya mungkin nasibnya beda.

Di halaman kami yang sempit, cukup 3 bajay dan 2 motor kreditan parkir maka para ularwan dan ularwati boleh aman datang dan pergi meninggalkan kulitnya.

Pasalnya pohon bambu di halaman rumah sering ditemukan kulit ular “ngelungsumi” ganti kulit. Kadang saya berdoa mudah-mudahan dapat Bambu Buntet yang bertuah itu.

Apalagi selain bambu ada bogenvile, sirih yang memudahkan mereka menggosokkan tubuhnya sehingga kulit terkelupas (ngelungsumi). Burung “trucukan” saja betah bersarang dan mengerami telurnya di beberapa tanaman pot kami yang setinggi bahu saya.

MASUK KEDALAM AC

Kejadian ini sudah berlangsung selama 11 tahun, saya berpesan kepada orang rumah untuk sekedar mengusirnya atau kalau ke halaman depan pakai sepatu boot yang diiklannya bisa menginjak sepatu sang berandal. Dan yang penting jangan membuatnya terkejut atau terpojok.

Pernah sekali tempo, ada ular yang masuk kedalam AC di kamar saya. Mungkin saja setelah berganti kulit dia merasa segar dan iseng ngebolang di rumah saya.

Ular ini berhasil menyelinap diantara pipa pembuangan air yang menurut kami sudah ditutup semen namun nyatanya ular gede bisa nongkrong mengintip saya tidur. Dan saya melakukan aktivitas adam dan hawa (dulu tapi).

Rupanya ularwan ini sambil tangan dan tangan dan kakinya iseng melepaskan sambungan kabel kabel dalam panel listrik AC. Sehingga mendadak AC tak dingin lagi. Keesokan harinya bang AMSAL sang juru teknik AC hampir copot antung sebab begitu cover AC dibuka, sesosok benda hitam ular melata keluar.
Ini ada orang bekerja pada ketinggian 150cm, pakai tangga. Kalau terkejut lalu terjerembab. Urusan bisa panjang.

Mereka otomatis membunuh ular sial tersebut.. Tetapi Adam dan Hawa terlanjur diturunkan ke dunia.

***
UCUP THE JAGAL..

Soal ular Kobra ini, adalah bang Ucup sekuriti kami yang matanya tajam. Dia mungkin ada bakat The Snake Slayer. Ia algojonya. Ia yang kerap mengonangi (mndeteksi) ada ular didekatnya.

Satu malam beneran, saya melihatnya patroli. Lalu seperti biasa kami mengobrol, dan mendadak dia mengarahkan lampu senternya ke rawa..

“Ada anakan ikan gabus tuh.. ”
“Biasanya ada ular didekatnya.”

Mungkin itu sebabnya beberapa anggota masyarakat sering menyangka bahwa ikan Gabus, jelmaan Ular yang berevolusi..

Kalau saja Mantra Penakluk Ular diberikan kepada bang Ucup, lain kali ia tidak perlu memutilasi reptil bingung lahannya diobrak abrik manusia. Cukup misalnya “Lar, move on eluh ke Rawa sonoh..”

MANTRA PENAKLUK ULAR

[Mantra Penakluk Ular adalah Novel Prof Kuntowijoyo yang menceritakan seseorang dapat ilmu bisa mendengar ular berbicara sehingga punya kewajiban menyelamatkan ular dalam suka dan duka dan dalam hidup dan mati..]

‪#‎Kobra‬, ular, pdk, pendidikan, pensiunan, bambu, ularpucuk, bambu buntet

13770466_10208539081247558_2176524387340868782_n
KOBRA

BAYAM


Makan bayam asosiasinya akan sehat seperti Popeye. Minimal seperti lengannya Vin Diesel. Apalagi mengandung vitamin “biji besi” yang dibutuhkan darah. Mohon maaf untuk penikmat yang ada Kencing Batu – tidak dianjurkan melahapnya terlalu banyak.

Makan malam sudah terhidang Cah Bayam, warna dedaunan yang masih nampak hijau, potongan tomat segar, wah wah segar rasanya setelah beberapa lama dihajar santan berat.

Setiap makan, saya mempunyai misi kepada anak dan cucu untuk menghormati makanan. Saya marah dalam diam – kalau ada makanan disimpan terlalu lama lalu lupa sehingga “expired” atau masak secara berlebihan dalam kuantitas, sehingga akhirnya terbuang.

Dan jujur, perasaan saya bisa “trauma” – sakit yang lama hilangnya saat menyaksikan sebotol, semangkuk, sepanci masakan tidak bisa dinikmati mungkin karena expire, atau lupa dihangatkan. “That was unacceptable”..

Kilas baliknya – Simbah saya yang selalu mendahului kata “aku iki wong bodo” mengajarkan dengan “contoh” – yaitu mencampur masakan sisa kemarin entah lodeh, kangkung, tempe kedalam satu wajan. Dan itu luar biasa sekali bagi saya.

Apalagi Simbah, Pakde pada bercerita dijaman “NORMAL” ternyata di Gunung Kidul tanah tumpah darah mereka, makan nasi kering adalah menu sehari-hari. Lantas ketimbang menggerutu menyalahkan Presiden Soekarno – makanan tersebut malahan dijadikan cara memperoleh kesaktian.

Mereka ada yang dipanggil ROMO, orang desa kalau bertemu mencium tangannya. Bukan karena kiyai melainkan – konon bisa mengobati orang sakit dan ahli olah kanuragan.

Perilaku yang mereka pertontonkan -tanpa dipenuhi simbul-simbul agar JAIM menjadikan mereka sebagai Acuan setiap kali saya menghadapi makanan.

Makanan itu cuma enak dan enak sekali sekaligus respek kepada alam yang memberikan bentangan untuk ditanami sayuran, kepada yang menyiapkan dan kepada tubuh yang masih diberi kesempatan oleh YME untuk menikmatinya.

TAPI YANG INI BEDA..NAH LHO..

Tapi..jujur..cah bayam yang saya makan kali ini agak aneh..neh.

Begitu anda kunyah, nyah rasanya seperti ada deplokan (gilingan sangat halus, sehalus debu nempel di laptop) yang ikut digiling geraham.

“Sudah dibilas 4 kali lho..”- kata yang empunya masakan ketika melihat saya saban mengunyah langsung diam macam disuruh mengerjakan matematika.

“Aku yang metik daun-daunnya,” kata ibunya sang empunya masakan.

Sikap hidup saya sedang diuji.. Dan saya selesaikan makan malam tanpa drama.. Itu sebuah janji..

Hanya kali ini tidak “nanduk” alias menyendok sayur yang – ya ambil yang lain.. Lha wong ada udang goreng meleg-meleg (apa ya bahasanya), tergolek disana.

SOUNDS


Belakangan ini (Juli 2016) saya kerap menerima  request untuk install SOUND yang saya saya tidak tahu mahluk apa ini. Biasanya saya abaikan – prinsipnya kalau kita tidak minta, lalu ada orang memberi, mau tidak mau kudu curiga – apa dibalik batunya. Udang atau jebakan BatMan.

Tetapi, sepandai-pandai tupai menghindari mengklik, sekali tempo saya menekan tombol install.

Iseng saya klik.. Ternyata kumpulan jutaan lagu tinggal didengarkan.. Saat ini saya mendengarkan Andy Williams (tuwir), Killing Softly..

Seperti memiliki Torrents untuk music.. Artinya ya gratis..

Tapi ada juga “resehnya” – ketika anda ketik nama penyanyi, kalau lagunya populer maka yang kita dengarkan ada suara penyanyi kamar mandi.. sial bener..

Coba misalnya Broery Pesolima atau Broery Marantika yang anda “search” waduh seabrek suara mengalun dengan nada berani Sumbang.