Posted in humor

Jalan Berangin – Lawakan Gus Dur


Menyaksikan talkshow antara Gus Dur dengan Jaya Suprana memang tepat kalau dikatakan sebagai, acara lawakan terbaik yang pernah saya tonton. Berikut catatan sepanjang mengikuti acara yang berdurasi 40 menit.

(1). Saya bingung dengan TPI Televisi Pendidikan Indonesia yang kemudian ganti nama menjadi MNC. Katanya minta damai, tapi lagu yang diputar kok  Shalawat Badar, lagu yang merujuk kepada SEMANGAT berperang jaman Nabi Muhammad – Perang Badar.

Jaya menambahkan “kalau begitu ini termasuk kelirumologi, ilmu pemahaman kesalah kaprahan”. Gus menukas “keliru mahamologi“.

(2) Waktu ketemu Clinton, Gus menunjuk Perpustakaannya Churchill, yang ternyata lubang kecil tempat menyimpan tongkat golf. Cuma mau mengatakan bahwa Churchill itu tidak pernah baca buku, kerjanya main golf saja.

(3)Ketika Clinton berjanji akan mengirimkan tenaga ahli Amerika membantu bangsa Indonesia keluar dari keterpurukan, Gus menjawab  “di NU (Nahdratul Ulama), yang sudah tua-tua itu sudah jadi ahli………kubur.”

(4) Gus mengaku risih harus pakai lengan panjang dan sepatu. “Sampai sekarang kalau pakai sepatu kaki saya rasanya … panas”.

(5) Ketika ditanya kesehatan matanya, “saya sudah bisa melihat warna biru, tapi belum bisa lihat Hijau dan Merah”. “Apa karena saya dari poros tengah (merah=PDI, hijau=PPP)

(6) Ketika mengunjungi negara Arab, Gus berpidato dan ndagel dalam bahasa Arab. Orang Arab karena itu bahasanya, tertawa ketika Gus menceritakan leluconnya, tapi yang mengherankan Bambang Yudoyono dan rombongan yang tidak paham bahasa Arab, juga ikut tertawa. Ternyata bukan karena mereka paham isi leluconnya melainkan karena lucu melihat orang Arab tertawa.

(7) “Dulu saya bisa hapal 2000 nomor tilpun,”

Jaya menyahut, ” handphone saya cuma bisa 100 nomor, apa Gus mau menjadi handphone saya ?”

(8) “Gus Dur kan tidak bisa membaca ?, terus bagaimana caranya menyerap informasi sebanyak itu, lalu mengolahnya ?”

“Ya rajin tanya nanti kan ada yang memberitahukan.” Jawab Gus enteng.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

2 thoughts on “Jalan Berangin – Lawakan Gus Dur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s