Posted in kanker, kesehatan

Ketika (istri) harus masuk ke RS Yayasan Kanker Dharmais


Di rawat di RS Pelni – dua minggu hasil inconclusive

Februari 2002 lalu istri saya di rawat selama dua minggu di RS Pelni. Sudah banjir dahsyat dimana-mana kok ya pakai orang terkasih pakai acara sakit. Pemandangan RS Pelni di jalan Karel Susuit Tubun Jakarta Barat menjadi kotor karena memang selain menampung orang sakit, mereka juga menampung korban banjir terutama wanita dan anak-anak. Saya sendiri terpaksa bermalam, cuci baju, di rumah sakit.

Jadi kepikiran bahwa di Jakarta sekarang setiap bulan Februari sampai Maret banjir sudah menjadi langganan setia kota ini sekaligus demonstrasi bagaimana lagi-lagi kita tidak sanggup menjinakkannya. Apalagi saat kejadian berlangusng kami berada di RS Pelni sementara rumah saya di kawasan Kemang Ifi Graha yang yang ditinggalkan dalam keadaan terkunci (tidaka ada pembantu) sehingga selama dua minggu air dan lumpur berpestapora merendam seisi rumah. Akibatnya sampai senter militer yang biasa dipakai GI-pun bertekuk lutut (GI=tentara amerika). Rusak. Apalagi peralatan listrik lainnya. Sejak itu saya mengucapkan kiss goodbye kepada Kemang Ifi Grande padahal kami sudah punya sahabat karib seperti pak Misni, mbah Misni. A..

Kalau sudah begini, teman, saudara tidak ada yang berniat datang. Padahal kalau teman kantor ada yang tertimpa cobaan kesedihan (sakit, meninggal), atau bahkan kesukaan seperti sunat dan menikah, mereka duluan yang mengunjungi saya untuk minta bantuan .

Sudah berkali-kali contoh darah istri diambil, USG, dan pelbagai test dilakukan, diagnosanya dari demam berdarah, tiphus, para tipus, Gobin Johnson (bukan merek obat nyamuk atau baby oil) dan ini memang merepotkan apa nama resmi penyakit yang menimbulkan panas sampai 40 derajat selama hampir 2 bulan (sebelum masuk RS), masih misteri. Padahal tenaga medisnya sudah termasuk orang yang tidak boleh dipanggil dok (ter) melainkan Prof(esor). Ya sudahlah, kalau sudah diperbolehkan pulang seharusnya bersyukur.

Saya jadi senyum kecut sewaktu membaca koran yang memberitakan Miing (Dedi Gumelar) di bawa ke RS Yadika di ponis kandung kemih, infeksi alias kemungkinan Kanker Prostar ternyata ketika di bawa ke RS lain, eh katanya demam berdarah. Mungkin kemajuan kedokteran saat ini adalah model three-in-one alias semua penyakit didiagnosa sekaligus.

Masuk lagi RSK – Darmais

Baru satu bulan pulang dari rumah sakit Pelni, di TKP Grogol suatu pagi bulan Maret 2002 ini Erni, istri saya mengeluh payudara kanan terasa membengkak. Disenggol sedikit, nyeri katanya, padahal malemnya diuyel-uyel kok ndak apa-apa. Kalau skala “rough” itu 1-10, semalam paling saya masuk skala 3, ndak kasar, tapi juga nggak lembut-lembut amat.

Saya pernah menemukan benjolan serupa, tetapi cuma kost sehari lantas pergi. Lha tamu yang tak diundang ini kok makin hari makin seneng netep atau netek disitu. Dia juga mengeluh dari bahu sampai lengannya linu. Jadi kalau salah satu titik pada bahu tadi saya beri tekanan ringan yang tidak sampai membunuh laba-laba, dia kesakitan. Lalu tangan kirinya tidak bisa diangkat.

Saya nggak mau ambil resiko kali ini, lalu kami putuskan ke RS Harapan Kita yang jauhnya cuma sepenggal galah maksudnya ingin memeriksakan kelainan ini, termasuk pemeriksaan mammografi. Disini ini para juru rawat (atau juru tunggu) kebingungan ketika kami bertanya “dimana tempat untuk periksa mamae, yaitu mamografi.”

“Ah, setahu kami bukan disini, melainkan RS Kanker Dharmais.” tukas seseorang.

“Brrrrrr”, bulu roma langsung bersiri. Yayasan Kanker Dharmais ? kami eja nama ini perlahan seakan salah dengar. Bukankah orang yang masuk situ berarti terminal ? selesai tugasnya di dunia?, sudah hampir dua puluh tahun meliwati lokasi yang terletak di S-Parman, mulai dari tanah lapang, jadi pertokoan, sampai oleh Ibu Tien (lagi) dijadikan RS khusus Kanker, rasa-rasanya kalau lewat situ, hati kecil bilang “amit-amit, itu sih bukan jatah gue“.

Tapi keadaan kali ini berbeda.

Berhubung RSKD yang dimaksud letaknya cuma disisi RS Harapan Kita, maka dengan mudah kami memutar dan masuk halaman RSK Darmais. Saya lihat wajah Erni kelihatan tegang, melihat sosok rumah sakit yang bercat cokelat. Diluar ada dua petugas berpakaian ala portier hotel. Sekalipun belum mampu mengurangi ketegangan pelayanan disini terbilang ramah.

Kami mendaftarkan diri, dapat urutan 44, untuk bertemu dengan dokter Sucipto, langsung dia mengatakan 67% wanita Indonesia mengidap benjolan payudara (pd) dan hanya sedikit yang membuang waktu (dan uang) untuk memeriksakan secara dini.

Banyak wanita hanya sibuk PS (Papsmir), tetapi lupa memeriksakan pd-nya.

Di Amrik dan Belanda, adalah suatu keharusan bagi wanita 30 tahun untuk memeriksa mamo.” itu kata dr. Sucipto yang mengaku pernah kerja di Rig Pengeboran Triden 16 dan 17 di Laut Jawa.

Kanker itu seperti deretan mobil yang berusaha masuk kedalam Jalan Tol. Ketika sudah beli karcis tol, itulah manifestasi keberadaannya. Kalau didiamkan dijalan tol, dia akan melakukan pembiakan. Dengan deteksi dini, diharapkan calon kanker sudah dikenali keberadaannya sejak dia masih antri macet di jalan umum, untuk di “cutoff” – jadi diperlukan dokter ahli yang mempunya visi “One Step Ahead”.

Dokter yang tidak tajam kemampuan dalam deteksi kanker biasanya adem ayem ketika melihat ada massa yang jinak, padahal jinak apalagi ganas jangan pernah diberi kesempatan.” katanya setengah promosi. Lebih lanjut Sucipto mengatakan, tahap kanker antri di jalur padat merayap, namanya “inisiasi“, ketika sudah muncul massa (kista), ini namanya tahap “promosi“, dan kalau sudah betah berkembang biak namanya “proliferasi“- ibarat jalan tol keadaan sudah macet, crowded dan sukar diurai.
Bagaimana dengan yang PRIA?

Yang pria, diatas 40 kalau sudah ada keluhan sering kencing malam-malam, pegal-pegal di bokong, atau ejakulasi (bukan dini) diikuti rasa sedikit tidak enak, agak pedih, itu sebaiknya dilakukan pemeriksaan dini Porstex eh prostat.

Bagi anda yang “hanya ingin tahu“, maka ada rumus jempolnya nya. Pertama adakah dari keluarga dekat, orang tua yang punya sejarah mengidap Kanker, atau perokok berat (20 batang sehari). Maka tidak ada salahnya untuk memeriksakan mamo (perempuan) dan prostat (lelaki).

Berapa biayanya? bisa pakai kartu Kredit ?

Kartu Citibank diterima dengan sukacita disini.
Saya mencatat ongkos Uji Kesehatan dan Deteksi DINI Kanker”

Paket dini (2002)

  • Standar 525 k
  • Full Wanita 1600 k – general checkup
  • Full Pria 1750 k – lha ini general chekup tetapi agak diarahkan ke
    deteksi dini kanker.

Pretelan

  1. Prostat 325 k
  2. Payudara 165 k
  3. Kolorektal 500 k (dari mulut sampai dubur)
  4. Hati 410 k
  5. Leher rahim – servik – diperiksa bidan 30k kalau dokter 50 k

Nah tinggal mana yang berkenan, cuma ini data tahun 2002 lho.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

One thought on “Ketika (istri) harus masuk ke RS Yayasan Kanker Dharmais

  1. Pak , salam kenal
    Terima kasih postingannya sungguh bermanfaat
    Sy juga ada niat untuk periksa dini kanker Payudara n leher rahim
    lagi googling ketemu postingan yang bermanfaat ini

    terima kasih

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s