Posted in kedai, yogyakarta

Soto Daging pak Sholeh- Yogyakarta


ANTARA IRA WIBOWO DAN PAK SHOLEH- Tegalrejo

Bagi yang sering bertandang ke Yogyakarta, tentu pernah mengunjungi soto daging sampi yang paling dikenal se-Yogya. Usai menjemput sang isteri tercinta, Ira Wibowo, yang kehamilannya tengah memasuki bulan ketiga waktu itu, Katon Bagaskara sudah tidak sanggup lagi melepas rasa kangennya dengan Soto Pak Sholeh ini. Ditemani dengan Chandra, rekan terdekat Katon di Yogya, juga Michael dan istri, serta beberapa rekan lainnya, digelarlah makan siang bareng.

Kendati Ira Wibowo masih tampak lelah, namun ibu muda ini sontak segar ketika suapan pertama soto Pak Sholeh dikunyahnya. Rupanya bukan cuma Katon yang kangen, tapi juga Ira! Kalau ditanya kangen mana antara Ira dan pak soto Sholeh, Katon malah menjawab. Dua-duanya doong.. walah, kapan sih berhenti kangen makanan mas? (Diambil dari website KatonBagaskara)

Soto bukan makanan khas Yogya, tapi sungguh tidak sulit menjumpai warung soto. Salah satunya adalah soto Pak Sholeh di wilayah Tegalrejo. Soto disajikan bersama nasi putih yang disiram dengan kuah dan irisan daging sapi. Pelengkapnya, baceman daging sapi. Harganya semangkoknya hanya Rp. 4000, dan bacemannya seharga Rp. 2000 per potong.

DIBELAIN MRUPUT

Disuatu pagi tepat jam 06:00 saya sudah “ngelurug” sejauh 30 meter dari tempat saya menginap. Lokasinya bernama jalan HOS Cokroaminoto, sebelah utara sedikit dari pintu perlintasan Kereta Api. Sekalipun warung sudah buka tetapi berhubung masih mruput wajar saja kalau saya belum dilayani. Tapi itu urusan lain. Tidak lama kemudian saya lihat pemilik warung, bapak Sholeh menyetir sendiri kijang pickup bak terbuka. Rupanya beliau membawa panci besar yang apa lagi kalau bukan ramuan untuk sotonya.

Jam 06:15 saya sudah mulai dilayani dan seketika itu juga kendaraan-kendaraan berplat B dan AB (BUKAN GOLONGAN DARAH) sudah mulai berdatangan. Sebentar saja ruang parkir sekitar warung sudah mulai penuh oleh pelanggan. Luar biasa.

Soto Sholeh dari Tegalrejo ini biasanya jam 14:00 sudah habis. Kendatipun demikian pak Sholeh sudah nerimo jadi orang kaya, jadi ia tidak berusaha memperluas jualannya “sampai jauh malam” biar “sugih banget-banget” misalnya.

Malamnya ia mengadakan semacam majlis taklim. Biar balance dunia dan akhirat tentunya. Ah kalau semua orang bisa meniru filosofi pak Sholeh.

Date: Fri Aug 9, 2002 10:46 am

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

3 thoughts on “Soto Daging pak Sholeh- Yogyakarta

  1. wah jadi pengen recomend tempat makan nih….
    Nih Soto paling enak (menurutku)… bikin ketagihan bro..
    Soto Balung Sapi…. perempatan Beran Sleman, ke utara, 2 kilo dari Jejamuran…
    pokonya top markotop… tulangnya bisa dimakan lagi…

    Like

  2. Soto daging sapi pak sholeh memang yang paling enak dan mantap menurut saya. Walaupun udah tinggal di Surabaya , tiap pulang ke Jogja saya selalu menyempatkan makan soto pak sholeh dan pasti habis dua porsi. Pokoke TOP MARKOTOP !!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s