Posted in klenik

Mencari Air dengan bantuan Pendulum


Pendulum dan cara memakainya
Pendulum dan cara memakainya

Musim kemarau begini banyak kegiatan pantek sumur dilakukan orang, kalau gagal dengan memperdalam sumur ya mencari sumber baru. Tetapi ada cara tradisional dalam mempertahankan sumur agar tetap berair sekalipun musim kemarau panjang dan berliku.

Orang NTT dan NTB ternyata tidak cuma pinter suplai TKI ke Sarawak dan Sabah lantas nyangsang di Nunukan. Menurut artikel yang saya baca di Intisari, mereka memasukkan hewan sejenis ketam dan sejenis belut kedalam sumur mereka Secara instink sang ketam dan belut tadi akan mencari sumber air didasar sumur dengan cara “ngeleng” atau membuat liang, sehingga kalau pas ketemu sumber air di bawah sono, sumur kita yang dapat bocorannya. Tentunya ini nggak berlaku bagi sumur pantek, bisa-bisa belutnya malahan kesedot pompa yang rata-rata diiklankan artis dangdut Liza Nathalia sebagai pompa yang sedotannya kenceng semburannya keras.

Lalu soal mencari sumber air, yang rada simpel saya baca (belum dicoba) adalah dengan mengubur garam dibeberapa tempat lalu diamati. Garam yang lebih basah berarti deket-deket situ ada “tuk” (mata air). Kalau garam tidak tersedia, tukang gali sumur di Yogya malahan mengubur daun lompong (keladi) dan ditengok pada jam 03:00 dinihari (kurang dikit). Jika keladinya berembun artinya ada sumber air sekitar 15 meter, kalau daun keladi makin banyak tetesan airnya, ada sumber sekitar 10 meter.

Ada cara lain dengan menggunakan pendulum, tetapi praktisi harus berlatih seperti orang berlatih main gitar atau piano (maksudnya latihan dan latihan) lalu mulai cari-deteksi dengan bandul sebelum meningkat cari-gali. Kesulitannya, manusia seperti saya ini sudah banyak dibebani rasa curiga dan mudah menginterpretasikan sesuatu kejadian hanya betul dan sahih menurut norma saya sendiri, belum universal, jadi mau latihan banyak juga cuma frustrasi yang didapat.

Tetapi kelihatannya musim hujan mulai datang nih.

Date: Thu Oct 3, 2002 7:00 am

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

20 thoughts on “Mencari Air dengan bantuan Pendulum

  1. pake pendulum jg efektif utk mencari sumber air asalkan bandul pendulumnya mengandung unsur logam penghantar yg baik (minimal besi lah)… trus tgn yg sbg pemegang pendulum hrs stabil, jgn bergerak2… sy udah 3x nyoba teknik pendulum ini (dowsing) dan hasilnya akurat 90%

    Like

  2. Saya tertarik cara penggunaan pendulum tersebut, namun pertanyaan saya apakah bisa digunakan untuk yang lain ,misalkan untuk mendeteksi keberadaan macluk halus disekitar kita yang sering mengganggu, atau mendeteksi penyakit barangkali….
    bila disertai brosur penggunaan saya juga tertarik untuk membelinya, kemana saya menghubunginya?

    Wasalam

    Sigit Budiardjo

    Like

  3. saya sudah beli pendulum nya,baik yang L Rod maupun Y rod,tinggal tunggu tanggal mainnya akan saya coba untuk cari mata air nya lalu saya bor,nanti saya kabarin hasilnya

    Like

  4. Tempat saya kalau musim kemarau biasanya agak kekurangan air jadi harus minta di tetangga atau harus ngambil di sumur dan jauh, saya tertarik utk bikin sumur tetapi tdk tahu tempat yg pas yg ada “tuk” / sumber mata air yang deras jd kalau kemarau air sumur tetap ada . mungkin bisa bantu solusinya utk deteksi ..? trims sebelumnya ..!

    Like

  5. Saya lagi menghadapi permasalah air yag pelik, sumur saya airnya ekstrim buruk, berbau, keruh berkarat ,berminyak. jika di kasih PAC kotoranya ngendap spt jelly encer. mohon admin beri penjelasan bisakah pendulum memberi kita informasi kondisi air yg terdetek bagus atau tidak (layak /tidak) trims sblmnya.

    Like

  6. SAYA SANGAT INGIN KENAL DENGAN SDR. HADI PRASETYO. MOHON YANG BERSANGKUTAN MENGHUBUNGI SAYA YA…SAYA INGIN BERSAHABAT BAIK. INI HP SAYA: 083843180980.
    Hadi Prasetyo
    pake pendulum jg efektif utk mencari sumber air asalkan bandul pendulumnya mengandung unsur logam penghantar yg baik (minimal besi lah)… trus tgn yg sbg pemegang pendulum hrs stabil, jgn bergerak2… sy udah 3x nyoba teknik pendulum ini (dowsing) dan hasilnya akurat 90%.

    Like

  7. Pendulum bisa digunakan untuk mencari mata air asalkan yang bersangkutan dianugrahi kemampuan dari Tuhan untuk mendeteksi gelombang. Baik gelombang air maupun gelombang magnet. Bila ada yg butuh mencari air sebagai sumber air di rumahnya/perumahan/kantor/gedung silahkan contact saya 021-32363646). Siap membantu.

    Like

  8. saya kurang yakin dengan cara kerja pendulum,dengan daun talas lebih efektif dan positif berhasil,namun kepercayaan bergantung pada individu masing2saya seorang pengebor sumur,jadi sedikit banyak tau tanah yg ber air atau tidak,untuk masalah sumber air yg kotor alangkah baiknya sumur di suntik lebih dalam lg agar sumber murni yg kluar dari dlm tanah keluar dan menetralkan air resapan yg kotor,demikian saran dari saya,no hp 085878509867

    Like

  9. Ass…Ms Hadi…oya mau tnya ni Ms mengenai sumur bor,…saya rencana mau buat sumur bor ni Ms..nah dilhat dr daerahnya, saya tergolong daerah yang sulit airnya ni Ms….( bergantung musim ) jika pas musim hujan debit airnya banyak,sebaliknya Ms, jika musim kering debit airnya kurang sekali,nah bgmnakah cara yang paling tepat dengan yang akan saya lakukan Ms?…..skian trimksh sblmnya….

    nb: daerah Jawa Tengah ( Brebes,ketanggungan )

    Like

  10. inti bumi punya medan magnet. pada titik rekahan, gaya magnet lebih besar sehingga bandul terpengaruh dan memiliki simpangan yang besar pula. Rekahan merupakan tempat atau reservoar air. jad ada logikanya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s