Posted in padang, resto, resto padang, restoran, rumah, rumah makan

RM SEDERHANA ternyata tidak sesederhana namanya


Date: Tue Feb 11, 2003 3:30 pm

Di Grogol kami memiliki Tabloid namanya Warta Grogol dan sumprit tidak ada iklan RSJ yang menerima pendaftaran pasien baru. Koran ini terbit dengan 16 halaman berwarna. Koran gratis bagi warga Grogol. Agak gila-gilaan jaman sekarang masih ada koran gratis.

Isinya memang seperti etalase sentra bisnis Grogol yang dipindahkan ke media cetak. Jadi kalau mau cari Lou Han dan asesorinya, Cetak Undangan, Potong Kertas, Memindahkan Peta berwarna A1 ke Disket (kalau cukup), semua ada informasinya. Salah satu informasi yang terbaca disana adalah diresmikannya Rumah Makan Padang, “Sederhana“.

Dan mulailah muncul rasa penasaran mengingat di Puncak dan beberapa penjuru negeri ini banyak saya lihat RM Padang Sederhana.

Rumah Makan “Sederhana” milik keluarga Bustaman bukanlah usaha asal-asalan. Buktinya resto yang ketika didirikan 1960 semula menggunakan nama “Singgalang Jaya” terpaksa mengubah nama menjadi “Sederhana” setelah beberapa petimbangan “klinis dan klenis” pada tahun 1972.

Layaknya sebuah perusahaan yang berkembang, maka banyak pula yang mengklaim bahwa andil mereka cukup besar dalam memajukan usaha tersebut. Biasanya ini datangnya dari saudara-saudara dekat. Tengok saja Gado-Gado Cemara – Pasar Boplo, dan kawasan lainnya.

Masing-masing berebut mengklaim mereka yang paling aseli, sementara yang lain cuma “original”. Isue ini lalu ditanggapi oleh H. Bustaman dan 1995 bisnisnya mulai dibuka dengan sistem waralaba kepada saudara-saudara sebangsa, setanah air, satu bahasa, yaitu Sumatera Barat).

Mungkin saja mereka ikut ala tender mudlogging, pasalnya ada dasar “operating days” 100 hari kerja, dengan bagi hasil 30% buat Bustaman, dan 70% buat pengelola cabang. Tapi saat itu belum ada yang namanya “standarisasi” sehingga tidak jarang mengundang komentar “rendangnya masam” “Kepala Kakap sudah berbau”

Baru dua tahun lalu (2001) dibentuk PT Sederhana yang 100% kepemilikan dipegang oleh keluarga Bustaman. Semua aturan main sudah jelas di dokumentasikan. Yang lebih jelas lagi, PT ini mematok 40-60% dari keuntungan. Pasalnya semua operasi dilakukan oleh PT Sederhana Citra Mandiri.

SATU EM, PLUS DUA RUKO.

Berapa modal ikutan bisnis waralaba Sederhana, menurut Intisari, pertama kalau anda mencoba buka di ruko, paling tidak 2 ruko harus anda gandeng. Kalau pegawainya sekitar 20 orang, dan lokasinya agak wah, paling tidak 1 EM sudah harus tersedia dikantong dan tidak boleh dicampur bumbu rendang.

Cara penggajiannyapun tidak “umum”, pegawai dibayar berdasarkan laba Perusahaan. “Untuk menjaga sense of belonging,” tutur salah seorang manajer andalan SCM. Jadi kalau sekarang makan di RM Padang dengan pelang nama sederhana, pasti cara penyajian, rasa masakan akan sama dimanapun berada. Itu kata yang iklan.

Minggu lalu, Grand Opening RM Sederhana dibuka, dengan design ala MinangKabau, maka mereka mengundang penghuni seputar jalan Susilo dan Muwardi (nama jalan di Grogol, menggunakan nama pahlawan. Jalan dr. Sumeru kadang dikira nama gunung di Jateng, sehingga jadi kepleset jalan dr. Semeru.)

Tetapi dasar ibu-ibu bergaya ala PKK, bergunjing dan mencari celah “cacat” suatu masakan mereka masuk level “guru” sekalipun dirumahnya kalau menjerang air jernih bisa jadi terlalu masak.
Contohnya ketika saya tanya bagaimana rasa masakan yang high level standarnya sudah ISO-Babat. Lho kok ada yang mengerenyitkan wajah seperti menelan mengkudu muda sambil bilang “Randangnyo iko masam Banar?“- Ada yang mengatakan sayur ijo-ijonya “ngiler”. Lalatnya banyak – woalah sadis bener.

Sayangnya saya missed the flight. Jadi entah postulate ibu-ibu pekaka itu betul atau tidak. Hanya memang rumah makan ini tidak bertahan lama. Grogol – baru akrab bisnis bakmi. Tapi bisnis apapun tidak sederhana seperti kata majalah atau koran. Dibutuhkan berjilid-jilid pengalaman.

mimbar (dot) saputro (at) gmail (dot) com

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

5 thoughts on “RM SEDERHANA ternyata tidak sesederhana namanya

  1. Nah gini pak, biar aku gampang milih topik he..he…he…Tapi memang kok terkadang aku terlalu serius jadi ruwet sendiri…

    Belum pindah juga, soalnya keburu kartu nama semua dicetak blogspot, lagian emang akunya males ngutak-ngatik…kulihat ada juga blogspot yang punya label dan posting. Kalau kapan-kapan rajin mau juga akh kayak gini…

    Rumah makan Sederhana? Rancak pak Dhe…dendeng balado, ayam panggang…weleh aku jadi lapar! Kasihan deh yang di Australia susah nyarinya…kapan buka franchise disana? Boleh tuh asal ada satu orang Padang ikut kesana…he…he..he…

    Like

  2. Jika anda ingin buka usaha restoran Padang tapi tidak tahu bagaimana cara memulainya, jadilah mitra kami.
    Chef Restoran kami sudah berpengalaman 7 tahun sebagai kepala chef RM Padang terkenal di seluruh Indonesia yang dengan harga franchise Rp 1 Milyar. 081-3932-58585

    Like

  3. alaaaahhh………….
    ilfilll sudah dengan franchise RM.Sederhana
    Pihak PT seperti PENIPU…
    Bukan untung 1 M,malah buntung 800jt

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s