Posted in kedai

Soto Ayam Kadipiro


Harpitnas yang baru lalu (2002) saya memanfaatkannya untuk menghadiri perkawinan saudara di Yogyakarta. Masih belum lepas dalam ingatan bocah wedok yang kalau saya lagi “apel” di jalan Sagan Yogya, dia paling cari perhatian dan pernah sekali saya meleng jebul kepala digrujug (siram) abu rokok. Eh, tahu-tahu sekarang sudah jadi notaris dan berniat mengarungi biduk rumah tangga.  Istilahnya sudah mau berlayar dan tidak takut gelombang plesetan penyanyi dangdut Maggy Z.

Dengan berbekal peta mudik tahun 2001 saya stir sendiri pakai Kijang Tua, warna abu-abu tua yang setir orang tua. Tapi ada tambahan dua anak (2 dan 5 tahun) keponakan yang sudah bisa dipastikan kalau melek hanya lucu 45 menit pertama lepas dari itu akan bertingkah menyebalkan. Tapi inilah keponakan saya yang paling dekat dengan Pakde Mimnya.

Di Sukamandi, jalan sudah relatip diupgrade dan di aspal. Di Pamanukan masih dalam proses. Separuh badan jalan di gali dan ditimbun pasir sebelum dilakukan pengaspalan secara menyeluruh. Pasti ada hubungannya dengan menjelang lebaran nanti. Akibatnya jarak 600 kilometer saya tempuh selama 15 jam lantaran badan jalan yang mustinya pas untuk dua bis, digasak sampai lima bis. Ya sudah, awut-awutan jadinya.

Selepas Cirebon, saya mulai membelokkan kendaraan kekanan untuk memasuki jalur selatan melalui Prupuk. Sedikit ragu-ragu sekalipun ada ciri berupa terowongan bawah jalan kereta api. Agak ayem juga hati setelah melihat petani bawang merah sedang panen. Ciri kota Brebes.

Sampai di Yogya, hari matahari sudah mulai sedikit beringsut dari tahta puncaknya. Di jalan raya Wates (Wirobrajan) ada warung Soto Ayam yang terkenal yaitu Soto Kadipiro. Selain pesan soto ayam, saya minum juga limun MANA” buatan jalan Dagen, yang tutup botolnya masih terbuat dari beling putih AMRIL plus “O” ring karet dan dijepit pakai kawat. Minuman ini masih berani busung dada diantara minuman selera impor. Luar biasa. Waktu tutup kawat dibuka ada suara “plung” terdengar.

Suara ini dulu oindah sekali. Maklum minum limun hanya kalau Bakda (lebaran.) Rasa limunnya tidak berubah yaitu manis asem essense campur bau karet. Maklum sudah puluhan tahun “O” ringnya tidak diganti. Entah bagaimana cara mereka mensterilisasikannya.

Ada yang hilang dari warung ini, bapak pelayan yang berambut keriting dan gemulai (mirip Hamid Arief) sudah tidak nampak lagi. “Oh dia sudah sepuh, baru kena stroke jadi diistirahatkan, tidak bekerja lagi. ” demikian keterangan seorang pelayannya.

Jam 13:30 jajanan ini sudah habis..bis. Ada pelancong datang satu Big Bird, di tolak. “Nuwun Sewu Sampun Telas.” Maaf dagangan habis. Terpaksa mereka cari jajanan Soto KADIPIRO lainnya.

Laris manis tenan warung ini. Mungkin karena hiasan dindingnya adalah puluhan kalender bintang sinetron. Atau karena sebuah foto tua didinding timur yang menggambarkan seorang mantan presiden memberikan sungkem kepada ibundanya.

Ketika membayar parkir, juru parkir berbisik bahwa bapak yang saya tanyakan tadi sebetulnya bergabung dengan mbakyunya soto Amat di daerah Gamping. Dikatakan letaknya dipinggir sawah dekat pintu kereta. Arah menuju pasar Bibis.

Keesokan harinya saya di warung Soto Ayam lain dan secara kebetulan bertemu dengan bapak yang biasa melayani.

Masih soal soto. Dalam perjalanan pulang saya lihat warung kecil memasang pelang nama SOTO AYAM KADI PIRO YK, tentu saya anggap ini cabang soto Kadipiro yang tulisan “KADI” dan “PIRO” nya di sambung, ternyata usut punya usut, singkatan YK bukan berarti Yogyakarta melainkan “YA’K-e” yang dalam bahasa Indonesia artinya “seolah-olah, tapi bukan”.

Mimbar Seputro

Date: Fri Oct 25, 2002 8:40 am

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

One thought on “Soto Ayam Kadipiro

  1. mas aq mau tanya dalam tulisan anda “Terpaksa mereka mencari jajanan soto kadipiro jejadian.” maksudnya apa? yang lain juga masih ada ikatan saudara ‘kakak adik’ lagi. Masak anda menulis jejadian, apakah anda saat menulis dalam keadaan “sehat rohani”. Kalau anda mau menulis tanyakan dulu sejarahnya bukan asal tulis. Menyakitkan Tulissan kalimat Anda. Tolong direfisi!!!!!!!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s