Posted in batavia, betawi, gaya hidup, kedai

Tempe Mejik – Sop Sapi Barokah


Ini tempe mejik. kudaplah tempe dan tahu gorengnya. Tanggung anda ketagihan Kalau makan pasti lebih dari satu,” kata mpok Ati, 46 tahun, sambil terkekeh.

Saya membuktikannya sendiri memang apa yang dilansir oleh sebuah Tabloid Ibukota itu tidak berlebihan, Tempe Goreng mpok Ati memang yahoed. Itu baru Tempe dan Tahu gorengnya, belum lagi Sop Sapinya (kadang kerbau) yang luar biasa, apalagi sejak halaman depan sudah berdiri ruang parkir yang cukup luas. Konon si cantik Tamara Blezinsky adalah salah satu dari pelanggannya.

Adalah haji Nunung yang mula-mula berjualan Sop Betawi di kawasan Kebagusan. Masih berupa gubug tetapi selain sop, sayur asemnya konon aduhai. Sayang gubuk ini harus tergusur oleh pembuatan jalan lingkar selatan (TB Simatupang) sehingga mereka hijrah ke Cilandak, jalan Jeruk Purut. Selama dua tahun mereka tidak berjualan.

Baru pada 1987, dengan modal 50.000 mpok Ati anak dari Haji Nunung terlintas ide untuk membuka warung Sop dengan resep ibunya.

Hanya kuah encer dan daun bawang tapi...
Hanya kuah encer dan daun bawang tapi...

Untuk ukuran para pinisepuh, rasanya sup dengan mangkuk ekonomi sudah memadai Rp. 10.000/porsi, (tahun 2008 sup kecil 23 ribu sup besar 27000) ditambah nasi putih yang di aron, demikian cara Betawi menanak nasi, dan biar afdol pakai pelengkap kerupuk melinjo, maka keringatpun bakalan ngocor. Biasanya patokan sup ini sekitar Rp. 15.000 dengan nasi.

Menurut yang sudah ketagihan disitu, selain rasa dagingnya yang empuk maka warna kemerahan pada daging membuat orang tidak bisa membedakan mana daging sapi atau kerbau. Rupanya inilah rahasia mpok Ruyati (46), yang sehari-hari mampu meracik 100 kg daging, dengan perincian waktu 2 jam direbus, dua jam didiamkan sampai daging tenggelam.

“itu yang bikin warna daging merah muda…,” tuturnya dengan logat Betawi yang kental.

Biasanya kesuksesan melahirkan peniru, dan ini memang terjadi. Konon ilmu sop oleh mpok Ati diberikan kepada kenalannya yaitu garam, lada, jahe, dan micin. Namun semua kembali mengatakan racikan mpok Ati lebih oke, itu mungkin yang disebut berkah.

Sejak kedai ini dibuka 17 tahun lalu, buka jam 9 pagi dan tutup jam 21, maka pada bulan Ramadhan kedai ini tutup. “Sebelas bulan cari duit, sebulan cari pahala,” katanya.

Iya deh biar Berkah pok.

22 April 2003

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

One thought on “Tempe Mejik – Sop Sapi Barokah

  1. Pingback: Pembuatan Jalan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s