Posted in singapore, singapura

Berapa Hidup di Singapore secara Minimalis


Date: Thu Jul 8, 2004 8:29 am

Ketika seorang memutuskan untuk hidup ala kadarnya di Singapore, pertanyaan yang muncul adalah berapa “dana” yang harus disiapkan?. Kebetulan saya punya data actual hidup tinggal di sebuah apartemen. Rata-rata diperlukan sekitar Sing $ 1250 per bulan atau sekitar Rp. 7000.000 dengan kurs 1 dollar Rp. 5500 – kita berbicara tahun 2004

Hitungan ini hanya berdasarkan tagihan Listrik, Gas, Air Minum (air ledeng diminum langsung), sewa tukang sampah, internet dsb. Seorang lulusan perguruan Tinggi umumnya dibayar antara SIN $ 1600-$ 2000 sehingga kalau dihitung-hitung kerja di Singapore bakalan minus minus minus. Ini belum termasuk biaya MRT/BUS dan Handphone Bill.

Lalu bagaimana menyikapinya? apalagi pekerja dari Cina biasanya dibayar lebih murah (dan bisa Mandarin pisan). Celaka betul orang Indo yang cuma bisa Tauge, Taufu, Cintacai, Bajai dsb. Ya dengan sharing dengan teman-temannya. Misalnya dengan bertiga atau berempat sehingga mereka bisa lebih lega napasnya. Yang celaka adalah yang sudah berkeluarga, dan tidak mungkin untuk sharing dengan teman.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

One thought on “Berapa Hidup di Singapore secara Minimalis

  1. Mas, boleh tidak minta dikirimin perhitungan excel utk biaya minimalis di S’pore? karena sedang berminat kesana nih.
    tks.
    rgds.
    BUdi

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s