Posted in gaya hidup

Lukisan Sawah


Mungkin sekali waktu anda belanja atau masuk ke toko atau resto milik orang Tionghoa. Perhatikan dilemari atau tempat kasir. Biasanya akan dipajang satu asesori berupa kucing berdiri berwarna emas dengan tangan sebelah kiri melambai tangannya. Inilah sejenis Lucky Charm (jimat) yang dipercaya membawa Luck, Health, Love and Wealth bagi pemilik kucing yang harganya sekitar 450.000 perak tersebut. Dalam legenda kucing tersebut bernama “NEKO” yang ceritanya pernah ditulis sebelumnya.

Dua minggu ini saya suibuk pontang panting habis ke luar daerah gara-gara perusahaan membuka departemen Production Specialist Gas Lift alias Field Surveillance. Dalam perjalanan ini saya bertemu beberapa teman pengacara sebagai asosiate dari pengacara papan atas Indonesia. Seperti sudah stereotipe kalau pengacara sepertinya harus dari Sumatera bagian Utara sono.

Lugas, Tegas, Nekad dan Kurang Ajar kalau perlu.

Mereka ada yang datang dari liburan di Yogya sambil sibuk otang-otong lukisan. Saya pikir lukisan nude, atau ikan koi atau kuda Stalion di padang rumput. Ternyata saya salah. Lukisan yang mereka “otang-otong marotong rotong” adalah gambar sawah, plus gunung tentunya dan petani yang sedang menanam padi. Lho ini lukisan anak TeKa tentunya. Dan bukan “anak TeKa” yang akhirnya bikin panas dingin capres lainnya lho sehingga perlu dicari kampanya hitam atasnya. Kalau perlu dizholimi.

Usut punya usut, anda tahu dong pekerjaan pengacara.

Kita bikin perusahaan, kita bikin filem, kita jungkir balik naik ke atas. Saat terjadi gesekan, perselisihan dengan mitra, maka datang pengacara bak malaikat pembela yang mematok harga tidak kira-kira mahalnya. Sebagian pihak merasa menang berperkara, tetapi kocek musti dirogoh untuk pengacara. Sekalipun kalau kepada teman sendiri “gretongan” juga boleh katanya.

Rupanya simbol inilah makna yag dipercaya sebagai jalan hidup para lawyer kita. “Orang boleh membajak sawah, menanam padi..” Giliran menuai, kita yang datang ikut ambil bagian. Persis burung emprit atau pipit ya.

Tapi emprit ini jamnya merek Patek, emas berbalut berlian. Mobilnya Mercy atau BMW. Luar biasa.

Mimbar Bambang Seputro
8 Juni 2004

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s