Posted in gaya hidup, pensiun

Surat Perpisahan Terhadap Kawan di Kantor Lama


Date: Fri Aug 20, 2004 4:54 pm

Saya menerima beberapa pertanyaan seputar kepindahan saya dari perusahaan yang lama. Ada yang bilang retired, ada yang really tired dan banyak lagi.Sebuah konsekwensi ketika perusahaan saya yang lama melakukan “merger” dengan perusahaan kecil tetapi militan yang terletak di kawasan Cikarang. Tidak mungkin satu perusahaan akan terdapat dua pimpinan, maka saya harus segera ambil kesempatan emas ini. Tetapi sebelumnya sayapun bilang kepada teman-teman yang dibelakang bersorak sorai karena “satu ganjalan hilang” – bahwa kepergian saya adalah ujung dari bola salju yang kelak akan membesar dan menimpa para senior di perusahaan tersebut.

Saya kutipkan salam perpisahan saya kepada milis “mudlogging” yang isinya adalah teman-teman satu perusahaan. Disini kami membahas strategy, teknology, gossip kompetitor dan banyak lagi. Hasilnya ada yang suka dengan milis tersebut, tetapi ada yang skeptis. Kutipan dibawah ini menjelaskan sedikit hijrahnya saya. Salam.

Pensiun…
Alangkah enaknya bilamana menjadi pegawai Mahkamah Agung, bisa memilih pensiun sendiri, kapan saja suka. Padahal kata pensiun bagi sementara orang adalah momok. Apalagi konotasi pensiun sudah berubah, pensiun berarti pemberhentian sepihak dari perusahaan tempat kita bekerja.

Kadang sukar dimengerti, pegawai yang banyak absen dikantor, bahkan sakit-sakitan sehingga tidak bisa bekerja 100% karena kondisi fisik bahkan dipertahankan sementara pegawai yang masih berprestasi digeser karena alasan “suka dan tidak suka..

Kadang sering terjadi penyesalan mengapa selama loyalitas kita 100% lebih terhadap perusahaan sehingga tatkala ada tawaran yang lebih baik, kita kembali ke jurus pertama ajaran orang tua yaitu bekerja yang jujur, giat perusahaan akan mereward pengorbanan kita.

Ternyata jaman sudah berubah. Pilihan menjadi pegawai yang “budiman” yaitu penurut, yes Sir, akan lebih disukai ketimbang pegawai kreatip yang terkadang sedikit nakal.

Di Indonesia menjadi pensiunan berarti siap hidup mundur. Beda dengan di Singapore, anda pensiun, sebuah rumah di apartemen sudah ditangan. Di Australia, anda bisa bepergian dengan 50% harga. Jaman dulu-pun pensiunan aamtenar Belanda bisa hidup nyaman. Namun tidak jaman sekarang.

Sejak 1 Agustus 2004, setelah bekerja sejak Juli 1998, saya mendapat tawaran pensiun dini. Dan saya simpan kata perpisahan saya.

KUTIPAN dan ditambah sana sini. Kata teman-teman kalimatnya
merindingkan……….. [Mimbar]

*****

Jakarta 1 Agustus 2004

Para sahabatku para BALA-Geoprolog Intiwijaya.

Seperti yang mungkin telah diketahui bersama maka terhitung mulai Agustus 2004 berondongan e-mail saya (di milis Geoprolog) tidak akan muncul lagi. Pasalnya, saya mengambil tawaran dari perusahaan Geoservices Perancis untuk program “early retirement” sebagaimana yang sudah dicanangkan sebagai kebijakan perusahaan. Dalam dunia perminyakan hal demikian lumrah terjadi.

Sementara poster sebesar mammouth terpampang agar dibaca para tamu “Karyawan adalah Asset Perusahaan..” – maka pada prakteknya menjadi karyawan adalan sejumlah mur dan baut yang kalau dirasakan sudah berkarat harus diganti terlebih dahulu. Saya salah satu mur dan baut yang dianggap sudah karatan, penyok dan dol.

Dalam kurun waktu 24 tahun, mengembara dari Elnusa Data Unit, Exploration Logging, belajar peralatan Data Logger Canada, Petron Industry-Houston, Martin Decker sampai ke Geoservices maka keputusan di-eliminasi dari perusahaan saya terima dengan legawa.

Saya bahkan cenderung memancing-mancing dan menghangatkan isu “eliminasi” – yang sebetulnya di “sounding” sudah terdengar pada April 2002 jadi rentang waktunya sudah cukup lama untuk diendapkan, difermentasikan sekitar 2 tahun lalu.

Jadi istilah kejadian mendadak, lalu timbul spekulasi, mitzalnya ada, tidak benar adanya. Saya pendukung fanatik klub “pak pos tidak memencet bel dua kali..” – kasarnya mumpung perusahaan belum tipis dompetnya maka tawaran keluar dengan berpesangon ria mending langsung disambar.

Saya justru ingin memperkaya pengalaman batin saya dengan pengalaman-pengalaman menjadi anggota partai Panji Klantung (klontang klantung). Seperti keisengan saya dengan menabrak rambu peraturan yang dilarang perusahaan. Tidak jarang keisengan ini membuat murka para Dewa dari Menara Eiffel, tapi itulah dinamika dan romantika hidup.

Semua bemuara dari suatu pertanyaan kecil yang mengusik-usik rasa ingin tahu saya “mengapa terlanggar PHK itu aib, mengapa menjadi pensiun selalu dianggap sementara orang sebagai pecundang?” – bagaimana kalau peristiwa tersebut disikapi sebagai kemenangan.”

Para Ceo yang pensiun malah menulis pegalamannya “seperti ada kekuatan menarik dari segala penjuru, menghempaskan aku kepada suatu ketidak berdayaan. Atau tulis seorang Ceo yang lain “pergi sendiri ke kantor pos, menempelkan perangko, mengeposkan surat kepada sanak-keluarga, saya seperti orang tak berdaya…

Teman-teman sekalian.

Saya ingin berakrobatik dalam hidup. Bagaimana¬†rasanya “tereliminasi” dari perusahaan yang sudah membesarkan saya. Bekerja dengan seorang Direktur yang selalu pasang badan didepan, manakala stafnya mulai diusik. Sementara pimpinan lain umumnya lebih bermahzab stempel “thats your fault“. Sungguh pengalaman bathin yang luar biasa.

Jujur saja keluarga sayapun bahkan tidak tahu. Baru setelah lappie, kijang dan handphone di kembalikan ke organisasi, lalu pak-bon bertanya, saya mau cuci mobil yang kijang kok nggak ada? mereka bertanya-tanya “what’s going on“. Yang jelas budget sehari-hari agak “disekeng.”

Saya hanya bilang “this is my prerogative” – hak mutlak saya, dan kalian tidak boleh protes. Demokrasi yang selama ini saya jalankan dalam keluarga, akhirnya berubah jadi otoritarian dalam beberapa hal.

Akhirul kalam, selama bergaul secara interaktip dalam 84 bulan ini sudah pasti ada kata, perbuatan dan kata-kata yang menyinggung anda sekalian secara tangensial maupun frontal. Mohon jangan disimpan dalam hati ya. Take care, all the best buat teman-teman semua.

MBS

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

One thought on “Surat Perpisahan Terhadap Kawan di Kantor Lama

  1. Pak, apa kabar? akhirnya saya ketemu bapak lagi setelah sekian lama.., sebab saya telah selesai membaca sabuk inten di gajahsora.net, mungkin untuk sedikit mengingat saya, saya yang suka ngasih tau kalo web bapak kena deface orang dan saya pernah ngasih contoh layout web dan bapak ngasih kaos+topi geoprolog(makasih), sekarang sepertinya bapak makin produktip sajah menulisnya, cuma kejadian kolam lele gak ada ya disini pak (heee…he..), kayaknya mancing di rig enak tuh, waduh andai sajah saya bisa mancing di sana muantepb kayaknya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s