Posted in menulis

Timbulkan Lapar Menulis


Date: Mon Dec 27, 2004 7:24 am

Pertengahan Oktober 2003, Putu Wijaya pernah diwawancarai oleh seorang wartawan yang juga penulis. Setelah ngalor ngidul bercerita, wartawan menyeret Putu ke sebuah pertanyaannya klasik, “bagaimana bung Putu bisa selalu menulis

Seperti diketahui dramawan yang tak pernah lepas topi ini menulis drama, cerita bersambung yang kala itu dimuat di Media Indonesia, menjadi wartawan Tempo, memimpin Teater Mandiri dan seabreg bujet kegiatan lainnya. “Gampang, Din!,” jawab Putu kepada Zaenuddin, nama wartawan tersebut. Terang saja Zaenuddin tambah bersemangat, “Apa itu Bung?
Selalu lapar, tepatnya lapar menulis..” sahut Putu enteng.

Seperti orang yang selalu lapar, dia tidak pernah mengeluh menulis sesibuk apapun. Tidak pernah sambat kurang waktu, kurang tidur ataupun kurang fasilitas. Kalau ia berhenti menulis, laparnya timbul, kepalanya mumet. Benaknya selalu ingin cari dan curi kesempatan untuk menulis.

Wah sepertinya gampang betul, timbang menimbulkan perasaan lapar. Ada contoh yang lain?

Eep Syaifulah, menulis saat menyetir!

Yang betul dong, kalau bohong yang bener (ada orang bohong tapi jujur). Eep memang nyetir, tetapi istri setianya yang kemudian dilengserkan yang lalu diblowup oleh media sebagai pelaku fornikasi, bertugas mencatat, merekam segala loncatan bunga api dalam kepalanya agar sesampainya di kantor, kampus atau rumah ide tersebut tidak padam. Saat kebelet berhajat di toilet malahan ide cemerlangnya timbul sehingga kertas tisue menjadi sasaran tumpahan idenya.

Jadi kuncinya ya seperti kata Putu, “perasaan selalu lapar menulis..

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

7 thoughts on “Timbulkan Lapar Menulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s