Posted in kesehatan, keselamatan

Medical Check di Lakespra


Thu Feb 24, 2005 7:32 pm

Urusannya adalah mendapatkan Visa ke Papua Nugini. Salah satu persyaratan adalah medical check meliputi Jantung, Paru, Ginjal, Mata, Torpedo (HIV), Kaki, Urat (syaraf), Telinga, Otak (lho ini seperti sop Betawi ya…)

Kebetulan nih sudah lama tidak pernah tahu onderdil. Maka aku pergi ke beberapa RS untuk mencari kemungkinan diperiksa ala ONE STOP Clinic.

Ternyata tidak mudah…

Umumnya, rumah sakit cuma punya satu spesialis. Harapan Kita misalnya jago di Jantung, tapi memble di Neurologi. RS Sumber Waras, lebih telo lagi.

Akhirnya pilihan jatuh pada LAKESPRA yaitu RS milik Angkatan Udara, yang lokasinya terletak di jalan MT Haryono, ngalor CarreFour. Jadi kalau anda dari arah Cawang menuju Grogol, maka begitu melewati CarreFour, langsung belok ke Lakespra (ada penjaga Provostnya baca koran). Saya memilih RS ini sebab yang diuji disana adalah penerbang (maksudnya pilot, bukan group “terbangan” alias samrah), jadi ada nilai akurasi yang kredibilitasnya tidak main-main.

Nyawa je botohane.

PUASA DULU SEMALAM…
Saat mendaftar (jam 8-10) ambil yang Eksecutive Plus, total dengan HIV test adalah 1 juta-an, dan bagian bendahara masih hijau lihat cash. Kalau kartu kredit bakal di charge 3%, kalau kartu ATM mereka belum melayani. Setelah mendaftar, dan mengisi formulir anda dipersilahkan bayar di loket bendahara. Duit “mak-glethuk” ditukar secuwil kertas namanya Kwitansi atas nama Aeroklinik LAKESPRA Saryanto, Jl. MT Haryono.

MAKAN INCLUDE
Nah dari sini anda digiring ke kamar ganti sambil diberi kimono, masukkan baju dan celana kedalam loker yang masih ada anak kuncinya, ceklik dikunci dan beranjak ke loket Laboratorium. Nggak usah kuatir lokasi loket karena ada petugas ayu berpakaian ala Wara yang Wara dan Wiri menganterkan kita ke Laboratorium untuk diambil darah puasa sebelum kita dipersilahkan makan di Cafe yang sudah termasuk dalam paket. Hidangannya militer bangget, telur rebus plus roti berselai, atau nasi goreng, atau nasi soto ayam..

Saat menyuap hidangan, mbakyu petugas diam-diam menuliskan di berita acara, dihitung dua jam lagi untuk pemeriksaan darah setelah puasa. Usai santap kita dijemput petugas untuk melakukan serangkaian uji kesehatan THT, Neurologi, Rontgen, Spirometri (daya kapasitas paru-paru), Mata, USG Abdomen, Pemotretan Gigi dan rumusnya, Audiometri (pendengaran) dan reaksi tubuh.

USG: Selama ini pinggang kanan sering pegal. Penasihat Spiritual bilang ada batu. Eh USG bilang normal dan tidak ada gejala apa-apa. Cihuiii..

PARU-PARU. Saat spirometri saya gagal. Ditanya apa merokok? saya jawab tidak. Olah raga? Ya. Lho kok hasilnya dibawah rata-rata, napas begini miliknya perokok. Lalu test diulang, teknik menghembus pipa diperbaiki dan saya berhasil mendapatkan skor “normal” tidak merokok. Coba saya mengaku merokok, tidak masalah.

AUDIO. Test pendengaran rada rumit sebab kita berada dalam ruang kedap suara. Lalu suara sering muncul dari kanan atau dari kiri, disamping harus konsen mendengar suara yang terkadang haluus sekali, reflek diuji untuk memencet tombol kanan atau tombol kiri.

NEUROLOGY. Ini test standar pilot punya. Kadang didepan kita diberi sinar terang yang berkelap kelip ala lampu disco dan reaksi otak dicatat.

EEG.Yang menarik waktu uji gelombang alpha. Komentarnya ada gangguan didepan tidak mempengaruhi gelombang alfanya. Alias sedikit tahan terhadap stress.

KARDIO.Test terakhir adalah lari di TreadMill selama 10 menit (celana sport dan handuk dipinjami), tapi perawat rada iseng, saya masih diberi extra beberapa menit sampai ngos-ngosan, baru dia stop setelah perawat lain datang lho itu sudah mencapai titik maksimum. Sudah cukup.

Selesai tread-mill lalu kita kembali ke laboratorium untuk test darah setelah makan (2 jam kemudian), mak nyus jari kiri dicoblos untuk diambil sekali lagi darahnya.

Bagi yang ingin melakukan checkup ala pilot, maka LAKESPRA Saryanto bisa jadi pilihan untuk dicoba.

Hasilnya, semua memang masih dalam batas normal.

KOMENTAR DAN SARAN
Tapi yang tidak nahanin, komentar pak Dokter dalam Sertifikatnya.
“Orang ini terlau NDUT, dia perlu penanganan khusus,” kata dokter satunya
“Dokter bagian gigi yang memoto susunan gigi bilang, giginya perlu dirawat, banyak karangnya, ada bolong yang perlu dibuatkan prothesanya….”

Wah kalau di kurs dengan Pilot, jelas njeglek dong saya…

Advertisements

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

5 thoughts on “Medical Check di Lakespra

  1. Saya juga pernah medical check-up di Lakespra. Di sana saya dikatakan ada tanda awal diabetes, padahal setiap tahun check-up gak pernah ada tanda-tanda gula. Penasaran saya check lagi ke Lab Prodia. Ternyata hasilnya normal. Wah bingung juga nih kalau hasil labnya beda2.

    Saya buka semua file check-up beberapa tahun terakhir (yang kebetulan masih tersimpan). Ternyata hasil Prodia lebih sesuai dengan sejarah rekaman selama ini. Kesimpulan saya, Lab di Lakespra hasilnya menyimpang dibandingkan rekaman selama ini. Jadi saya lebih percaya kepada Prodia.

    Like

  2. Hallo Mas Mimbar Saputro,
    Aku mau tau dums cara nya MCU di Lakespra..
    Apakah ada nmr yg bisa dihubungi?
    Aku sdh googling nmr tlp Lakespra, ketemu sih, tapi gk di angkat2..
    Aku mau tanya2, mereka terima MCU untuk corporate atau enggk..
    Thanks yaa 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s