Posted in batavia, betawi

Tanahabang atau Tenabang


Date: Mon Mar 28, 2005 9:38 am

Ibu Acih boleh dibilang warga Betawi aseli. Rampung pekerjaan dia lafalkan sebagai “udeh rapih”, kalau berbelanja bahan baju yang paling murah, ya di Tenabang. Dan Bukan di TanahAbang seperti yang “resmi” ditulis masa kini.

Nama Tenabang semula berasal dari “puun” yang banyak dijumpai dikawasan tersebut, yaitu tanaman NABANG. Giliran lidah Olanda menyebutnya “de nabang” Kok berevolusi menjadi Tenabang, dan diancurkan ejaannya menjadi Tanah Abang sehingga banyak yang mengira masih ada hubungannya dengan LemahAbang atau Tanah Merah. Padahal orang Betawi belum pernah menyebut merah dengan abang”. Tetapi itulah Indonesia.

Karena letaknya dipingiran kota, maka Tenabang semula cuma dikenal sebagai areal pemakaman atau “KOBER” – sebelum J. Vink membangun pasar Tenabang pada 1735. Untuk mengubur seseorang, jenasah harus diangkut sampan. Satu-satunya saingan pasar Tenabang adalah Pasar Senen (Weltervreden). Bedanya pasar Tenabang dulu hanya buka setiap hari Sabtu.

Bicara soal terkenalnya Tenabang di masa lalu, satu catatan penting yang terjadi di sana, adalah pemutaran film, atau dulu dinamakan gambar idoep, yang pertama kalinya pada 5 Desember 1900. Pemutaran film dokumenter yang menceritakan perjalanan Raja Hertog Hendrik dan Ratu Olanda di Den Haag itu tidak sukses, karena mahalnya harga tiket.

Catatan sejarah itu sebenarnya satu kelebihan tersendiri, terlebih untuk dunia perfilman Indonesia. Mengingat pemutaran film itu hanya lima tahun, setelah dilakukan pertama kalinya di Paris pada 28 Desember 1895. Bahkan lebih dulu dibanding Korea pada 1903, serta Italia pada 1905.

Kebakaran
Sejarah perkembangan Tenabang sendiri, tercatat banyak diwarnai peristiwa kebakaran. Kebakaran pertama kali pada 1740, atau lima tahun setelah dibangun, dengan terjadinya peristiwa pembantaian orang-orang Tionghoa. Dibangun kembali pada 1881, Tenabang dikembangkan lagi dengan pembangunan tiga bangunan berbentuk los panjang, dengan dinding bata dan atap genteng pada 1926, kondisi yang cukup modern pada saat itu.

Pada 1975 pemerintah melakukan renovasi, hingga terdapat sekitar 4.351 kios, dengan luas bangunan total menjadi sekitar 11.154 m2. Tapi baru saja direnovasi, Tenabang kembali terbakar pada 1978. Hampir seluruh kios di lantai dua Blok A, serta semua lantai di Blok B, hangus terbakar.

Perkampungan orang-orang Betawi perlahan lenyap, tempat-tempat yang menjadi kenangan masa lalu apalagi, digantikan gedung tinggi dan megah nantinya. Seperti halnya kata Tenabang, yang kini telah dengan manstab tergantikan dengan nama Tanah Abang. Atau seperti Hotel Indonesia yang bersejarah itu kini berganti nama Hotel Gran Indonesia?

Komentar dari Harry
Kalau kita naik oplet atau mikrolet terkadang masih ada tulisan Tenabang-Bayuran maksudnya Tanah Abang-Kebayoran(kebayoran lama), jaman SD dulu saya kerap pake jasa oplet ini ke sekolah naik beberapa merk oplet seperti jeep, ostin,chevrolet dll. Tangki bahan bakarnya didalam kabin jadi waktu mereka ngisi bbm terpaksa kita angkat kaki karena lubang bensinnya ada di bawah kaki kita, karoserinya juga campuran dgn kayu jati, klasik sekali….. trus kaca sampingnya terbuat dari plastik transparan yg melekat di bingkai kayu, kalauhujan bingkai itu kita angkat keatas dan 70% dijamin bocor kalau hujan.

Advertisements

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

2 thoughts on “Tanahabang atau Tenabang

  1. Thanks bgt ..tulisan ttg Tenabang well informed bgt.
    Terus terang saya n teman2 masih menyebut Tenabang (sampe kemaren) dengan T.A alias Tanah Abang ..waduhh ternyata salah bgt yaaa.
    Well …keep writing ..

    Like

  2. hi, nama saya rb. berasal dari sarawak malaysia. currently i am working and staying in Kuala Lumpur.
    It is within my knowledge that my grandpa is from indonesia. From which part i dunno until last week whereby he told me that he came from tenabang which i never heard of. “dekat sahaja dengan tanjung manis dan jakarta” he said to me. he has intention to travel to tenabang to look after his long lost sister although it is never materialized. Frankly speaking i am not sure whether his sister is still alive. he has been separated from her for more than 70 years. but who knows that he might still have any relatives there. out of curiosity, I have been searching and reading about tenabang for almost 2days. I am interested to know where is this place really located. at first bit difficult until I read your post about “tenabang and tanah abang”. To my suprise, it realy close to jakarta.
    your post is dated 2005 and now is 2010. Maybe it is too late. but there is no harm in trying. we do not know each other but i have nothing to lose by sending you this comment.
    my grandfather’s name is Samir Bin Ajit. do not hesitate to email me if you know somebody from Ajit’s family.
    terima kasih dan semoga berbahagia

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s