Posted in nagasasra, SH Mintardja

Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten


NagaSasra dan SabukintenKarya SH Mintardja

Tokoh Utama dalam Seri Nagasasra dan Sabukinten

  1. Raden Rangga Tohjaya alias Mahesa Jenar alias Manahan. Seorang “pendekar Budiman” yang masih murid dari Kiai Pengging Sepuh alias Ki Kebo Kenongo. Masa kecilnya dilalui sebagai teman bermain “Nis” yang dikenal juga sebagai Sela. Legenda mengatakan bahwa Sela mempunyai kelincahan yang luar biasa sehingga mampu menangkap petir. Tatkala terjadi benturan kekuasan para elit dimana Syeh Siti Jenar berebut pengaruh dengan elit politik Kerajaan Demak, maka selain berakhir dengan terbunuhnya Syeh Siti Jenar, terbunuh pula Ki Kebo Kenongo alias Ki Pengging Sepuh yang merupakan guru Rangga Tohjaya. Petualangannya di mulai dengan hilangnya sepasang keris pusaka dari ruang penyimpanan pusaka keradjaan Demak. Keris ini seperti “legitimasi” seseorang untuk menjadi raja Mataram. Akibatnya banyak tokoh-tokoh persilatan dari dunia Hitam maupun setengah hitam berebut untuk mendapatkannya. Sekalipun sakti mandraguna, Mahesa Jenar ternyata kikuk ketika menghadapi lawan jenis.
  2. Arya Palindih, tokoh militer dari Demak yang menangkap GajahSora.
  3. Ki Gede Asem murid Ki Tambak Manyar memiliki keahlian utama b erupa melempar batu, pisau, bandul sehingga efektip sebagai senjata jarak jauh. Ki Asem Gede juga mempunyai keahlian dalam pengobatan. Ia mempunyai menantu Wirasaba alias Seruling Gading.
  4. Kebo Kanigara alias Putut alias Tumenggung Surajaya. Anak dari Ki Kebo Kenongo. Hobby berkelana membuatnya menguasai ilmu Sasra Birawa dengan campuran dari pengetahuan lain.
  5. Karebet alias Jaka Tingkir, kemenakan Kebo Kanigara. Ia menguasai ilmu kebal Lembu Sekilan. Gurunya banyak sekali salah satunya Ki Ageng Sela yang mampu menangkap ekor petir.
  6. Pasingsingan, inilah tokoh misteri dalam cerita ini. Berjubah abu-abu dengan senjata belati Kiyai Suluh, dilambari kemampuan mengeluarkan aji Gelap Ngampar serta Karang Kobar, sungguh susah dicari tandingannya.
  7. Sima Rodra Muda dari Gunung Tidar. Nama aselinya Ki Panutan, menikahi anak gadis Ki Sentanu alias Ki Pandan Alas, namun tergila-gila kepada perempuan “Harimau Betina” dari Lodaya Gambaran seorang suami yang tergila-gila kepada seorang wanita sakti sehingga meninggalkan anak dan isterinya. Mereka mempunyai ritual kuno dengan mengingat gadis muda di tengah altar dan membunuhnya sebagai tanda katuh kepada dewa Harimau.
  8. Nyai Sima Rodra. Tidak disebutkan nama kecilnya, dikenal perayu lelaki tetapi sekaligus kejam. Dengan kecantikannya Ki Panutan rela meninggalkan isteri dan anaknya Rara Wilis.
  9. Sima Rodra Tua dari Alas Lodaya, menguasai aji Macan Liwung. Ayah dari Nyi Sima Rodra.
  10. Jaka Soka dari Nusakambangan. Pendekar pemetik bunga dari Nusakambangan. Ganteng, Simpatik dan pesolek. Mukanya selalu tersenyum.
  11. Sarayuda dari Gunung Kidul. Demang dari Gunung Kidul. Murid perguruan Pandan Alas, yang kaya raya namun gagal merebut cinta Rara Wilis, saudara seperguruannya.
  12. Ki Pandan Alas dari Gunung Kidul, tokoh eksentrik yang gemar menyanyi. Lagu andalannya adalah “Dandang Gula”. Pencipta ilmu pedang Pandan Alas. Sering bergelar ki Santanu.
  13. Bugel Kaliki dari Ciremai. Tokoh bongkok ini mencari kemukten dengan mencari keris Nagasasra dan Sabukinten. Tidak memiliki murid. Kelebihannya kalau bertarung makin lama tenaganya makin berlipat ganda.
  14. Lawa Ijo murid terkasih dari Pasingsingan. Senjatanya aji sirep, belati terbang dan akik kelabang sayuta.
  15. Nagapasa dari Nusakambangan, guru sepasang Uling dari Rawa Pening.
  16. Radite
  17. Anggara
  18. Arya Salaka alias Bagus Handaka
  19. Sawung Sariti
  20. Lembu Sora ilmunya Lebur Sekethi
  21. Gajah Sora ilmunya Lebur Sekethi
  22. Titis Anganten dari Banyuwangi
  23. Wirasaba bergelar Seruling Gading dengan senjata Kapak raksasanya
  24. Endang Widuri
  25. Ki Dalang Mantingan dengan senjata Trisula dan jurus Pacar Wutah. Murid Ki Ageng Supit. Bahkan pernah tersebar khabar di Demak bahwa Dalang Mantingan seorang diri dapat menangkap tiga saudara perampok dari Jarakah, di kaki Gunung Merapi, yang dikenal dengan satu nama: Samber Nyawa.
  26. Wanamerta
  27. Buntaran
  28. Panembahan Ismaya dari Telomoyo. Diketahui juga sebagai Pasingsingan Sepuh, guru dari Radite, Anggara, dan Umbaran (yang kemudian malih rupa jadi Pasingsingan), disamping itu, semasa muda panembahan Ismaya bernama raden Buntaran. Nama Pasingsingan sendiri diambil dari nama seorang abdi sepuh, yang merupakan satu-satunya orang yang dapat mempercayai raden Buntaran, namun kemudian disingkirkan oleh orang-orang yang mengejar kekuasaan.
  29. Sendang Papat dan Sendang Prapat
  30. Sora Dwipayana
  31. Gajah Alit, seorang perwira Kerajaan Demak
  32. Paningron
  33. Rara Wilis alias Pudak Wangi, murid sekaligus cucu Ki Sentanu alias Pandan Alas dari GunungKidul. Mewarisi ilmu pedang “tipis” Pandan Alas yang ciri khasnya selalu digetar-getarkan agar membingungkan lawannya. Membawa dendam karena ibunya ditinggalkan oleh ayahnya yang tergila-gila dengan Nyi Sima Rodra, anak dari Sima Rodra dari Lodaya. Tetapi dendamnya justru kepada sang “ibu tirinya” – yaitu Nyi Sima Rodra (muda). Terlibat percintaan segitiga dengan dua pemuda yaitu Demang Sarayuda dan Rangga Tohjaya.
  34. Sura Sarenggi guru sepasang Uling dari Rawa Pening
  35. Tumenggung Prabasemi
  36. Galunggung
  37. Bantaran, Nyi Penjawi, Sontani, Temu Ireng, Talang Semut, Sempada dan Sambirata

Daya Linuwih yang terlibat dalam cerita ini serta pemiliknya

  1. Sasrabirawa [Mahesa Jenar, Kebo Kanigoro, Arya Salaka]
  2. Rog-Rog Asem [ Karebet]
  3. Lembu Sekilan [Karebet] ilmu ini konon dipakai oleh Mahapatih Gajahmada.
  4. Karang Kobar dan Gelap Ngampar oleh Pasingsingan
  5. Macan Liwung [Sima Rodra Tua dan Muda]
  6. Sirep [LawaIjo dari Mentaok] juga dimiliki oleh Pendekar lain
  7. Cunda Manik [Sarayuda]
  8. Lebur Seketi [Lembu Soradan Sawung Sariti]
  9. Pacar Wutah [Ki Dalang Mantingan]
  10. Uler Kilan dan Welut Putih [Sura Sarenggi]
  11. Naga Angkasa [Radite dan Anggara]
  12. Aji Welut Putih, Bajra Geni dan Tameng Waja milik Baginda raja Mataram Sultan Trenggana
  13. Aji Sapu Angin milik Tumenggung PrabasemiSenjata yang terlibat dalam konflik Nagasasra dan Sabukinten
  1. Keris Sigar Penjalin milik Pandan Alas
  2. Kiyai Bancak, tombak milik Arya Salaka
  3. Kiai Suluh, belati panjang milik Pasingsingan
  4. Akik beracun Kelabang Sayuta milik Lawa Ijo dari Hutan Mentaok
  5. Keris Sangkelat milik Karebet atau Jaka Tingkir
  6. Sabuk milik Sura Sarenggi
  7. Wesi Kuning milik Bugel Kaliki
  8. Kiyai Kalatadah tombak milik SIma Rodra muda dari Gunung Tidar
  9. Tongkat dan pedang lentur milik Jaka Soka si Ular Laut dari Nusakambangan
  10. Bandul bergerigi milik Widuri
  11. Rantai milik Gajah Alit

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

20 thoughts on “Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten

  1. Pak Bambang,
    Deskripsi Ki Ageng Pengging Sepuh sebagai Ki Kebo Kenongo kayaknya kurang tepat deh. Ki Kebo Kenongo adalah Ki Ageng Pengging saja (tidak pakai sepuh). Sementara yang disebut Ki Ageng Pengging Sepuh itu adalah Pangeran Handayaningrat, salah satu adipati dari pemerintahan Majapahit terakhir dengan rajanya Prabu Wilwatikta/ Brawijaya sebelum pemerintahan diambil alih oleh Raden Patah yang merupakan putra Prabu Wilwatikta itu sendiri tapi sudah memeluk agama Islam dan mendirikan Kerajaan Demak. Ki Ageng Pengging Sepuh itulah guru Mahesa jenar dan Ki Kebo Kenongo (ayah dari Ki Kebo Kenongo). Sekian, matur nuwun.

    Like

  2. tambahan keterangan untuk penambahan ismaya, diketahui juga sebagai pasingsingan sepuh, guru dari radite, anggara, dan umbaran (yang kemudian malih rupa jadi pasingsingan), disamping itu, semasa muda panembahan ismaya bernama raden buntaran, yang merupakan saudara (sepupu ?) dari brawijaya (menurut cerita :p). pasingsingan sendiri diambil dari nama seorang abdi sepuh brawijaya, yang merupakan satu-satunya orang yang dapat mempercayai raden buntaran, namun kemudian disingkirkan oleh orang-orang yang menghendaki harta brawijaya

    CMIIW

    Like

  3. Ceritanya bagus banget.. saya sampe habis bacanya.
    Untuk cerita-cerita tentang kerajaan Majapahit atau bahkan sebelumnya, ada referensi tidak ceritanya ada dimana. Atau dibikin saja, pasti banyak yang suka…

    Matur nuwun

    Like

  4. Sultan Trenggana adalah bukan baginda raja Mataram tetapi Sultan Demak.
    Ajinya Tumenggung Prabasemi bukan sapu angin tetapi sepi angin menurut saya🙂

    Andreas G

    Like

  5. bukan main cerita nagasasra ini, dari pertama kali baca, saya gak bisa berhenti, sampai terbawa mimpi pula.

    Susunan kata-katanya dahsyat, kita benar2 hanyut dalam cerita.

    bukan main

    regards,
    datamsb

    Like

  6. Pak, apakah cerita Nagasasra & Sabukinten pernah diterjemahkan ke lain bahasa, wah bakalan seru tuh, lagian orang luar pasti acung jempol buat Bp. SH Mintarja – orang Indonesia.

    Saya pernah baca sedikit cerita ‘Bende Mataram’, sekarang lupa, bisa dimuat kagak yach?!

    Like

  7. Nama aslinya Lowo Ijo itu siapa ya? rasanya waktu pertama kali baca Nagasasra sabukinten, saya merasa nemuin nama aslinya (tapi kemudian lupa :P), dan sampai berapa kali saya baca ulang gak bisa nemuin😦

    Sedikit usulan: mungkin bisa ditambahkan kolom arti istilah2 jawa yang ada diserial ini, mungkin bisa menambah wawasan bagi pembaca yg bukan asli jawa (yg merasa jawa asli saja belum tentu tahu :P), soalnya sampai detik ini saya belum tahu artinya kata seperti : tatit, gandok dlsb.

    Oh ya, matur nuwun sanget kagem Pak Mimbar yang telah meluangkan waktunya utk mengumpulkan serial ini. Sekali lagi terima kasih.

    mfd@GL52

    Like

  8. (1) Ki Kebo Kenanga itu putra Ki Ageng Pengging Sepuh (guru Mahesa Jenar)dan bukan Ki Ageng Pengging (tanpa sepuh). Dia adalah adik kandung Ki Kebo Kanigara alias Putut Karang Jati (nama yang dipakai sebagai “Putut” di padepokan Karang Tumaritis pimpinan Panembahan Ismaya alias Pasingsingan (sepuh, asli)yang bernama asli Raden Buntara (bukan Buntaran). Ki Kebo Kenanga mempunyai putra tunggal bernama Mas Karebet alias Jaka Tingkir yang juga bernama Putut Karang Tunggal kala mengabdi kepada Panembahan ISmaya di padepokan Karang Tumaritis.

    (4) Kebo Kanigara bukan anak Kebo Kenanga, melainkan kakak kandungnya. Dia mempunyai anak tunggal juga bernama Endang Widuri.

    (15) Nagapasa dari Nusakambangan bukan guru sepasang Uling dari Rawapening, melainkan guru guru Jaka Soka. Adapun guru sepasang Uling (Uling Putih dan Uling Kuning) adalah Sura Sarunggi.

    Senjata (7). Bugel Kaliki memiliki senjata unik: selembar kain segi empat yang salah satu ujungya dipasangi timah dan ujung yg lain dipegang tangan lalu diputar diarahkan ke lawan

    Like

  9. Ceritanya menarik banget…tapi ada terusannya ndak ?

    Mau tau ini sebenarnya..tokoh2 dan cerita fiksi atau sejarah atau fiksi+sejarah ?

    karena saya lagi menelusuri garis-garis keturunan dari Mas Karebet. Sekedar utk mengambil spiritnya dan kebaikan2nya.

    Like

  10. Wah jujur aja deh … SH Mintarja (Alm) memang hebat dalam memaparkan sebuah cerita …, bgitu terpukaunya saat membaca Nagasasra atau Api di Bukit Menoreh, dan sampai sekarang aku masih terobsesi dan ingin banyak tahu mengenai tokoh Pasingsingan itu … kayanya jika jadi cerita sendiri mengasyikkan juga lho.

    Like

  11. Tempat2 nya itu masih sama nggak yha dengan sekarang?
    Wanasaba mungkin WONOSOBO,
    Banyubiru mungkin di salatiga dekat rawapening.
    Gunung Kidul Masih sama
    Pangrantunan? Pamingit? Alas Mentaok? Candi Gedong Sanga? dan tempat2 lain.
    siapa tahu teman2 ada yg berniat napak tilas.
    terima kasih.

    Like

  12. Buku Nagasasra dan Sabukinten sudah diperjual belikan oleh Gramedia. Terdiri 3 buku Tammat.
    Silahkan bagi yang berminat. Saya malahan mendapatkannya di Gramed Yogya

    Like

  13. kepada produser mungkin ada yg mau kerjasama didalam produksi film layar lebar saya punya 2 film yg bagus untuk ditayangkan diseluruh indonesia maupun di manca negara terima kasih.

    adek
    085313354320

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s