Posted in australiana, gaya hidup, Hotel

Hotel langgananku di Perth



Hotel Emerald di jalan Mount Street no 24, Perth. Tidak mewah namun dilengkapi dengan dapur, alat masak sehingga yang hobbi memasak bisa menyalurkan hobinya disini. Apalagi lokasinya berseberangan jalan dengan kantorku. Dan yang jelas dekat dengan komplek pertokoan (downtown) sehingga mempermudah aku untuk mencari kebutuhan sehari-hari atau menonton filem sekalipun. Tarifnya sekitar 100 Aus per malam.

Sarapan dan makanan malam ditagih secara terpisah.

Di hotel ini tersedia jaringan internet BroadBand, kalau anda membawa sendiri Cat-5, atau Network Cable atau RJ-45 maka laptop anda langsung bisa terhubung dengan Internet. Biayanya sehari-semalam sekitar Aud 30.

Namun baru-baru ini disediakan wireless dengan tarip Aud6 per jam untuk berselancar di dunia maya. Pembayaran bisa dengan menggunakan kartu kredit.

Untuk menuju hotel, menggunakan Taxi yang populer adalah Swan Taxi. Lama perjalananan sekitar 20 menit dengan tarip 40 Aud. Supir disini umumnya ramah, selalu menyapa penumpang dan mereka mengeluarkan kwitansi serta menerima pembayaran dengan kartu kredit.

Kalau anda hendak bepergian secara terburu-buru dianjurkan pesan taxi beberapa jam sebelumnya.

Perth memiliki dua bandara, International dan Domestik yang jaraknya cukup jauh. Pastikan anda membaca terminal tempat anda check-in. Bilamana waktu checkin belum tiba, jangan harap anda akan dilayani sebab mereka sedang sibuk melayani trayek yang lainnya sebelum anda.

Sekalipun perjalananan antar kota, tetap dianjurkan tidak membawa penganan seperti buah-buahan, daging kedalam kota Perth. Pihak pertanian menyediakan anjing pelacak yang mampu mengendus barang barang bawaan penumpang yang sekiranya terlarang masuk ke kota itu.

Beberapa menit perjalanan, 10 menit, dari Hotel anda sudah memasuki komplek pertokoan, Mall. Salah satunya adalah London Court yang mempertahankan sisi peninggalan Inggris TUDOR.


Disini banyak dijual barang sovenir, atau kalau anda ingin mencoba menyeruput teh Inggris.

Mimbar Bambang Saputro

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s