Posted in ak47, brimob, elit, kalashnikov, senjata

Penyesalan seorang Kalashnikov


Tahun 1968-an saya masih duduk di bangku SMP ketika suatu siang bapak yang masih aktip di Brimob, dibantu oom-oom Brimob, sebutan saya untuk menyebut anggota yunior, pada menggotong kotak seukuran peti mati berwarna hijau. Hanya kotak dengan kayu yang nampak uratnya lonjong-lonjong bak kayu jati ini memiliki paku yang berbeda, yaitu paku ini memiliki draad (ulir). Malamnya kotak dibuka, isinya beberapa buah senjata api laras panjang masih baru. Jelas bukan senjata kino ala karabijn (carbine), LE, mauser tapi khas dengan magazin yang melengkung.

Ini jenis AK-47, hanya dipakai oleh militer elit, seperti Brimob atau pasukan komandonya (Pelopor)”. Kata bapak.

Cuma mengapa bernama AK ia hanya bilang barangkali singkatan pabriknya. Di samping AK sebetulnya ada senjata otomatis lain yaitu RPG yang magazinnya bulat. Oh ya jaman itu pasukan Brigade Mobil memang diandalkan pemerintah sampai-sampai pengawalan jiwa seorang Presiden Soekarno diserahkan kepada pasukan ini.

Hanya setelah presiden berganti, nama Brimob seperti mulai memudar, bahkan pada tahun 1975-an Resimen ini diciutkan dengan alasan negara tidak memerlukan pasukan para-militer. Hanya sejarah berbicara lain tatkala Indonesia menginvasi ke TimTim.

Saya sangat bersemangat kebagian membersihkan senjata “elit” magazin melengkung ini – apalagi biasanya bapak memberi kesempatan saya untuk berlatih menggunakan senjata ini.

Keesokan harinya memang saya diajak ke lapangan tembak di kawasan Palembang. Berdua kami memang berniat uji coba senjata tersebut. Kegembiraan dan rasa ingin tahu bocah berubah menjadi kuping yang “hampir tuli” karena suara ledakannya, kedua bagian dada saya terasa sakit karena sentakan senjata, ketiga muka saya kecipratan gemuk berwarna merah darah yang memang dipakai untuk mengoles senjata. Cerita lain, boro-boro mau “bull-eyes”. Beberapa peluru yang dilepaskan, tak satupun mengenai sasaran.

Bapak yang biasa tepat menembak (ini memang kemampuan khusus para Brimob), mengatakan sulit untuk membidik dengan mengganakan senjata ini. Maklum baru pertama kali pakai. Sejak itu timbul gurauan, kalau menggunakan AK-47 bidik sasaran di kaki, nanti kan kepalanya yang tembus. Senapan serbu legendaris AK-47, yang dibuat oleh Michail Kalashnikov (dan saya selalu salah baca kalasinov) sekarang berusia 87 tahun. Seperti kita tahu AK-47 dipegang mulai gerilyawan yang berusaha membebaskan negerinya sampai ke terroris. Lho kok menciptakan senjata, asal masalnya gimana sih jendral?

Michail Kalashnikov pernah dirawat dirumah sakit akibat luka yang dideritanya ketika tentara Jerman meroket tank yang dikendarainya. Sejak keluar dari rumah sakit, ia seperti frustrasi melihat kekalahan demi kekalahan dialami tentara Merah Rusia melawan Jerman. Lalu dia melihat bahwa tentara Nazi selalu menang dimedan perang lantaran mereka memiliki senapan serbu yang otomatis. Dari frustrasi melawan Nazi, lahirlah senjata otomatis yang ia beri nama Avtomat Kalashnikov-47.

Angka 47 adalah tahun pembuatannya. Jadi selama enam tahun ia memendam frustrasinya atas kekalahanya melawan Nazi. Dan sampai sekarang diperkirakan 100 juta pucuk sudah dipakai oleh dunia, mulai yang dunia gelap maupun dunia terang.Bahkan ia memberikan lisensinya kepada negara komunis sekutunya yaitu Cina, Korea Utara, Jerman Timur dan Polandia.

Menurut perusahaan pembuatnya Izhmash di pegunungan Ural sana, ada lebih dari 1 triliun senjata sudah dicopy berdasarkan cetak biru AK-47. Memang ada saingannya yaitu M16 – mohon maaf ini tidak ada urusannya dengan Mikrolet Jakarta. M16 buatan Eugene Stoner ini memang lebih ramping dan canggih, namun bicara operasi di rawa, hujan lebat di hutan dan badai gurun, senjata bak lesu buyung.

Dengan AK-47 anda boleh berendam dirawa semalaman mengintip musuh. Begitu diceklik, peluru dijamin meletus. Itulah fungsi utama sebuah senpi, idaman setiap militer profesional.

Kalau mau contoh hidup, lihat di TV, ketika tentara Amerika dengan persenjataan lengkap, machine gun yang modern ternyata “mati kutu” ketika dipakai di gurun sampai-sampai diam-diam Pentagon harus beli AK-47 untuk mempersenjatai tentara Iraq baru,” katanya setengah promosi. Ia juga sangat membanggakan kesederhanaan bentuk AK-47 namun sangat terpercaya. Apalagi senjatanya kini sudah dimodifikasi dengan pelontar granat.

Kata-katanya ini dikutip oleh Nicolas Cage dalam filem Lord of War, sebagai senjata yang tetap hebat didalam lumpur atau didalam pasir, mudah digunakan, sekalipun oleh anak-anak

Jendral ini ternyata tidak langsung bisa menikmati profit apalagi loyalti lantaran dia masih dinegara Sovyet. Apalagi tahun 1991 ia gagal mengajukan hak patennya.

Beruntung, pak Jendral saat sovyet terpecah belah, ia leluasa menerima upah jerih payahnya, sehingga namanya sekarang dipakai untuk urusan payung, pisau lipat, jam dan Vodka. Vodka Kalashnikov dengan serta merta mengiklankan produknya sebagai satu-satu minuman pengubah dunia. Jadi hidupnya sekarang lebih dari berkecukupan. Apalagi akan diluncurkan mobil militer Jeep ala Rusia, dengan nama Kalashnikov, dari pembuatnya Lada.

Ada yang berubah dari Jendral yang masih kepala bagian perencanaan di negerinya ini. Setelah kesehatannya menurun, ia meminta badan Internasional agar memperketat aturan jual beli senjata. Dengan didukung 50 negara besar, akan keluar peraturan untuk tidak menjual senjata kepada negara-negara yang dianggap Internasional melanggar hak azasi manusia.

Saya bangga melihat ciptaan saya pada tahun 1941 dipakai oleh tentara yang profesional membela negara, tapi kalau melihat senjata tersebut dipakai membunuh orang tak berdaya, saya menjadi marah dan menyesal mengapa menciptakan senjata itu,” kata anak petani Kurya yang lahir pada 10 November 1919.

Sekalipun kadang saya menghibur diri dengan mengatakan, ciptaan saya 40 tahun itu dulunya kan dipakai untuk mempertahankan negaraku. Bukan tujuan berbuat aniaya… Demikian pesannya dalam kongres Amnesty International baru-baru ini.

Wednesday, June 21, 2006

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

One thought on “Penyesalan seorang Kalashnikov

  1. kren u pny ketikan

    gw jg suka ma nih senjata, simpel, mematikan, n gak norak

    gw jd teroris mulu pas di counter strike byr megang nih bedil, hehehe….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s