Posted in palembang

Wong Palembang Punya Gaya


Adik saya mengikuti suaminya bertugas di Palembang. Dasarnya dia salah satu dari adik-adik saya yang memiliki selera humor tinggi. Orang Palembang memiliki selera humor yang berbeda dengan gaya Jawa yang gemar plesetan. Humor mereka cenderung “umuk” – yaitu suka pamer.

Alkisah seorang anggota, sebut saja “Cek Mat”, minta ijin untuk keapotik karena badannya meriang (demam), namun beberapa hari kemudian ia minta ijin lagi untuk ke apotik. Tentu saja komandannya keheranan, apakah obat yang ditebus di apotik kemarin tidak ces pleng?

Salah Dan (komandan), yang kuserahkan ke apotik ternyata “bon pindang Serani, Dan

Anda akan bertanya, mana mungkin bon restoran bisa keliru dengan resep dokter. Kalau anda perhatikan restoran Padang, biasanya mereka membuat bon dari kertas buram dipotong memanjang dan yang dilipat pakai karet. Makin panjang menu yang kita pilih, makin panjang daftar bon kita apalagi gaya menulis petugas rekening yang mirip tulisan dokter alias cakar ayam. Oleh orang Palembang, kesamaanini bisa dijadikan humor dalam kehidupannya.

Cek Mat kita sebetulnya menertawakan kekeliruannya sekaligus menyombong bahwa ia sudah makan “Pindang Serani” – ini masakan “pol-polan” di Palembang, sekaligus meledek pemilik restoran yang selalu menagih makanan dengan tulisan dan perincian yang kurang jelas.

Atau sekali tempo Cek Mat diajak makan oleh komandannya. Sambil menyuap makanan kedalam mulutnya enteng ia berkomentar “Lemak (enak) nian makan tanpa beban” – ini hanya kata lain”gratis” tanpa mem”beban”i koceknya.

CekMat juga yang kalau ditanya jabatannya apa di kesatuan akan menjawab tegas KABAG merangkap KASI, orang akan segera menerjemahkan akronim Kepala Bagian merangkap Kepala Seksi. Tapi jangan salah, yang ia maksud adalah Katik Bagian merangkap Katik Kursi (katik=tidakpunya). Alias tidak punya posisi penting.

Ketika CekMat kelihatan kesulitan membaca karena usianya, maka ia dinasehatkan temannya untuk menggunakan kacamata. Enteng dia menjawab, kalau soal kacamata saya punya dua (ini mengindikasikan bahwa ia orang berpunya), cuma yang satu rusak, yang satu ketinggalan. Cekmat sadar ia tidak pujnya kacamata, tetapi tetap mampu berdiplomasi.

Ketika akhirnya ia mampu naik pesawat terbang yang menjual tiket murah, di tengah perjalanan pesawat memasuki daerah turbulensi, pramugari mengangkat tilpun untuk mengumumkan keadaan cuaca dan pesan mengencangkan ikat pinggang. Namun sistem PA pesawat rupanya terganggu sehingga suara pramugari terputus-putus. maka nyeletuklah Cekmat, “yuk, di sms bae, suaronya idak jelas” alias “mbak suaranya tidak jelas, bisa di SMS nggak?”

Akhirnya pesawat mendarat di Jakarta, ia meraih koran yang semula dibagikan pramugari. Teman sebelahnya tanya “buat apa, bukankah sudah dibaca habis?” – CekMat enteng menjawab, nanti orang tidak percaya aku naik pesawat. Koran ini buktinya.

Tanyakan kepada CekMat ada berapa tingkatan dalam Jendral (Brigjen, Mayjen, Letjen dan Jendral penuh), dia akan menambahkan Total Jendral dan Jendral Kuda (nama anggur botolan terkenal di Palembang.)

Mimbar Bambang Saputro

Posted in bbm

Alamak sudah mahal masih dicepol pulak!


Seorang kerabat bercerita penuh keheranan, tanah yang ia beli seharga 200 juta, belum dua tahun sudah ditawar menjadi 1 M. Dia curiga apa yang sedang terjadi dengan tanah tersebut. Ternyata lahannya akan digunakan sebagai SPBU di Palembang.

Anda mungkin mafhum bilamana tidak kepepet kehabisan BBM di tengah jalan, maka membeli BBM di kios-kios eceran bukanlah merupakan tindakan bijaksana, mengingat umumnya pedagang telah mengoplos BBM murni yang ditawarkannya agar mendapatkan keuntungan lebih. Para supir Taxi dan Angkot lebih cermat dalam membeli BBM. SPBU yang jujur biasanya ditandai dengan banyaknya taxi yang antri membeli BBM disana.

Setengah lebih dari SPBU di Jakarta melakukan kecurangan.

Dampak dari kenaikan BBM yang spektakuler, membuat beberapa pihak yang sebetulnya sudah kaya ingin lebih menangguk lebih banyak keuntungan. Tim Terpadu BBM memang tidak bisa menemukan modus lama seperti mengoplos Premium dengan minyak tanah, namun mereka berhasil menemukan alat “remote control” untuk mengatur lajunya putaran mesin dispenser BBM. Dari 228 SPBU maka 117 diantaranya berlaku curang sehingga konsumen dirugikan sekitar 43 miliar rupiah per tahun.

Ketua tim terpadu, Slamet menegaskan, 27 SPBU kedapatan mengurangi volume penjualan sebanyak 50-100 ml per 10 liter, 29 SPBU mengurangi diatas 150 ml per 10 liter. Alat yang dipakai meliputi kawat, baut, tali sampai ke yang canggih yaitu Remote Control.

SPBU di jalan Mangunjaya Tambun Bekasi ketangkap basah menggunakan alat remote control. Sebelumnya sebuah SPBU di jalan Raya Cilengsi dihentikan pengoperasiannya selama dua bulan lantaran menggunakan kawat, SPBU Tanah Abang dihentikan selama satu bulan karena memotong volume hingga setengah liter, SPBU jalan raya Bekasi karena menjual 3 drum solar kepada industri tanpa ijin, dan terakhir SPBU Mangunjaya karena menggunakan remote control. Umumnya bandit-bandit ini menggunakan kawat, tali, baut sampai yang paling canggih yaitu remote control.

Saat ini tersebar 3364 SPBU di seluruh Indonesia. Ada sepertiganya yaitu 1010 buah berada di wilayah Jakarta, Banten dan Jabar.

28/7/2006
Mimbar Bambang Saputro

Posted in batavia

Stadion bersejarah Persija Menteng


Stadion Menteng yang terletak di jalan HOS Cokroaminoto mulai dirobohkan Rabu (26/7/2006) pukul 07:00. Empat alat berat yang didukung 1.200-an aparat gabungan merobohkan bangunan bersejarah itu.

Dimana stadion itu berada ?
Stadion Persija sudah berada sejak 1920 dibangun di ats lokasi seluas 3,5 hektar di kawasan RW05 Menteng, Jalan HOS Cokroaminoto. Pembangunan direncanakan untuk mengalihfungsikan kawasan parkir yang selama ini menggunakan badan jalan HOS Cokroaminoto. APBD sebesar Rp 32 miliar.

Terjadi aksi penentangan dari klub Persija yang diwakili oleh Victor Sitanggang SH dengan tuduhan pengrusakan pasal 170 dan 406 KUHP dan melaporkan Walikota Muhayat dalam laporan LP 2853/K/VII/2006/SPK unit II.

Mudah-mudahan pak Gub Sutiyoso menyisakan pagar dan loket tempat penonton masuk, untuk dipajang menempati satu tempat di bangunan yang baru kelak. Maksudnya agar generasi kita masih ingat bagaimana Persija pernah berjaya.

Mimbar Bambang Saputro

Posted in australiana

Anjing Pemburu-pemburu Australia


Tom Wilson adalah pemilik anjing pemburu, terutama pemburu babi hutan. Ini bukan kerja main-main sebab taring babi hutan mampu menembus jantung anjng pemburu, bahkan babi hutan terkadang mengajak anjing berkelahi didalam air sehingga anjing pemburupun dilatih berenang.

Namun kali ini Tom harus mengubur niatnya berburu di musim panas, lantaran tiga ekor anjingnya harus dimusnahkan sebab membunuh seorang bocah berusia empat tahun di New South Wales Australia. Duduk perkaranya – balita ini entah bagaimana bisa naik ke pagar kawat tinggi lalu memasuki kandang anjing pemburu yang dipelihara Tom, tetangganya. Melihat mahluk merangkak mendekatinya, anjing-anjing ini lepas kendali terbukti rantai pengikat mereka terputus lalu menyerang balita hinga luka parah dan meninggal dalam perawatan di rumah sakit Warren.


Dokter mengatakan akibat serangan jantung.

Anjing ini dibesarkan untuk berburu babi hutan, sehingga naluri membunuhnya sangat tinggi. Jangan pernah mempercayai anjing semacam ini..” ujar Tom Wilson. Yang membuat Tom merenung, anjing peliharaannya ini seumur-umur tidak pernah menunjukkan tendensi menyerang manusia.

Ketika mula-mula celeng ini dibawa ke Australia dia dianggap sebagai bahan protein. Namun mereka ternyata mampu berkembang biak tak terkendali, apalagi di Australia kawasan selatan banyak terdapat perkebunan, air yang melimpah, rawa-rawa dan semak belukar sehingga merupakan habitat yang pas bagi kehidupan mereka. Tak heran dalam setahun mahluk bertaring setajam pisau belati ini mampu meningkat lima kali lipat. Padahal kerusakan yang diakibatkannya mencapai $100 juta pertahun dibidang agribisnis.

Dari sononya celeng adalah pemakan daun dan sayuran, namun kelompok ini ternyata oportunis juga. Bila ditemukan tebu, pisang, buah-buah tropik, sayuran, padi, gandum merekapun tak segan menggasaknya sampai habis.

Belum lagi kerusakan lain seperti tanggul-tanggul dan pinggiran dam yang diaduk-aduk oleh taringnya. Tanah yang sudah dibongkar oleh “HOG”panggilan lain dari celeng, biasanya sudah tandus sebab lapisan suburnya sudah dikupas habis.

Tindakan lain adalah dengan perangkap, racun dan pemburuan. Namun masing-masing cara memiliki kekurangan dan kelebihan. Perangkap dan racun, berhasil dibeberapa tempat, namun binatang lain sering menjadi korban.

Perburuan dengan menembak sekalipun terkadang ditembaki dari helikopter selain biaya operasi yang kelewat mahal, juga keadaanlapangan yang tidak memungkinkan. Pemburu berpengalaman bisa bertutur bahwa menembak buruan di ladang tebu atau pisang adalah pekerjaan yang hampir mustahil.

Apalagi binatang ini termasuk NonTektural, artinya hanya mencari makan di malam hari.
Musim panas begini, kawasan New South Wales sampai Queensland diadakan pertandingan berburu celeng. Sekalipun kegiatan ini tidak menekan populasi celeng yang sering disebut Hog, Razorback, Swine, Tusker,Pork atau Kapten Cooker.

Maka satu-satunya alat pengendus yang masih bisa dipercayai saat ini adalah melatih anjing yang kuat dan terlatih menginderai musuh yang tersembunyi. Nampaknya padang perburuan masih terbuka lebar.

Posted in kedai

Tongseng Serambi (masjid) Sunda Kelapa


Setidaknya ada dua yang berubah dari gerobak tongseng kegemaran saya. Semula mereka mangkal di selatan gerbang Timur, namun akhir Juni 2006 (bertepatan dengan Stadion Persija dihancurkan Pemda DKI pada Rabu 26-7-2006 tepat jam 07:00 pagi), saya melihat mereka sudah pindah berhadapan dengan Gerbang Timur Mesjid Sunda Kelapa-Menteng- Jakarta Pusat. Kedua, kursi plastik biru yang berfungsi sebagai kursi dan meja, sudah tidak nampak digantikan sederet bangku dan meja kayu. Mungkin masih demam sepak bola tatkala nama Tongseng Agus dihapus “A” nya sehingga terbaca tongseng Gus, sebuah nama yang dekat dengan orang Jawa Timuran dan biasanya santri moderat.
Jarum jam masih menunjukkan pukul 11 siang ketika saya duduk memesan sate kambing, tongseng dan tak ketinggalan segelas “jembung” kelapa muda dingin. Empat lelaki nampak sibuk mempersiapkan tongseng. Dua penggorengan duduk diatas bara arang kayu batok kelapa. Sehingga merupakan keasikan sendiri tatkala pedagang memilih dan menggegam bambu tipis dengan daging segar kemerahan disertai warna putih gajih hewan untuk menambah aroma masakan.

Mula-mula daging dengan tusukannya digoreng dengan “plototan” mentega setelah agak matang ditandai dengan perubahan warna daging agak kecoklatan sembari mengeluarkan aroma harum, daging tadi mulai dilepaskan dari tusukannya, lalu ditambahkan irisan kubis, tomat sampai menjelma sebuah masakan tongseng daging muda kambing sudah begitu lunak dan mudah meleleh dimulut. Rasanya agak manis karena penggunaan kecap, dan sedikit pedas karena bumbu berupa ketumbar dan kapulaga. Bagi peminat masakan pedas cabai (cengek) iris, mereka sudah menyediakan dalam mangkuk sehingga tinggal disenduk sesuai selera.

Sehari mereka mengaku bisa menghabiskan 1000-1200 tusuk sate, belum termasuk nasi goreng yang memang rasanya juga tidak kalah lidzat zidaan. Seperti juga kenaikan bbm nan spektakuler, sate kambing 10 tusuk di hargai dengan ejaan yang disesuaikan 12 rupiah sementara semangkuk tongseng dengan nasi putih pulen bertabur bawang goreng diatasnya, dihargai 8 ribu rupiah.

Dan kalau anda haus, dalam komplek serambi Sunda Kelapa tersedia selain kelapa muda, es campur, soft drink untuk dinikmati dibawah kerindangan pohon kawasan elit Menteng, dengan penganan harga grosir.

Ini baru tongseng Kriuk..Kriuk. Tinggal malamnya bisa nggak pakai “jurus cakar eulangh”

26-7-2006
Mimbar Bambang Saputro