Posted in australiana, mimbar

Anjing Tally-Ho – Mampu bepergian 1550 km tanpa tersesat



Kehebatan Tally nama seekor anjing berbulu kemerahan yang mampu berjalan sejauh 1500km lebih tanpa tersesat membuat cerita fiksi seperti Lassie (1938), Rin-Tin-Tin (1945), Strongheart seperti tidak berarti sama sekali. Apalagi “red dog” demikian ia dipanggil memang pernah hidup di kawasan Pilbara, Australia Barat dari 1971 sampai 1980. Kepergiannya diperingati dengan mendirikan patungnya di kawasan Dampier.

Persilangan Kalpie dengan Cattle Dog.
“Red Dog” terlahir dengan nama Tally-Ho disebuah kota Paraburdoo pada tahun 1971. Hasil persilangan ini nampak dari moncongnya yang runcing dan telinganya yang runcing dan tegak. Jantan ini sebetulnya masih kerabat anjing Dingo yang banyak ditemui di kawasan semak Australia. Kemampuan berlarinya nampak ketika ia gemar berlatih dari lapangan terbang Paraburdoo ke rumahnya yang berjarak 9km tanpa nampak kelelahan yang berarti. Daya tahan tubuhnya memang perlu ditunjang pasokan energi yang besar. Tak heran anjing ini nafsu makannya sangat besar sehingga satu kaleng makanan anjing bisa dihabiskan dalam waktu 9detik.

Ketika Tally berusia delapan belas tahun, ia diajak pindah oleh sang pemilik dari Paraburdoo ke kota Dampier. Perjalanan melalui jalanan berdebu sejauh 340 kilometer diguncang jalanan berlubang selama perjalanan. Tak heran tatkala sampai di Dampier, Tally tidak bisa dikenali lantaran seluruh tubuhnya seperti tertutup debu.

Di kota pelabuhan Dampier ini Tally sering diajak berolah raga. Ini memang kebiasaan warga Australia membawa anjing kesayangan mereka ke taman-taman atau pantai, lalu membiarkan peliharaannya berlari kian kemari sementara sang pemilik mengawasi dari kejauhan.

Namun sambil berolah raga Tally mempelajari situasi yang memungkinkan baginya memperoleh makanan tambahan dari para pengunjung pantai yang datang sambil membakar daging “barbeque”. Apalagi makanan kegemaran Tally adalah Sosis dan Steak, dan sejak itu ia kerap mendatangi pantai dengan harapan mendapat energi tambahan.

Merasa bahwa makanan yang dijatah sang pemilik tidak cukup mengenyangkannya, Tally kabur dari rumah dan memutuskan hidup berpindah dari satu tempat ke tempat lain. [bersambung]

 

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s