Posted in gaya hidup

Masih punya banyak stock-kah kita akan pemuda seperti AGIL DAENG ini


Pernahkah anda mendengar nama Agil? selain bekas Mentri Agama Republik Indonesia, belum?, baik, saya beri bantuan pengingat nama kedua-nya, Daeng. Masih belum “kring”, saya tambahkan usianya sekitar 22 tahun, mahasiswa Kedokteran Swasta di Jakarta.

Ah ia memang bukan siapa-siapa. Tapi tengoklah prestasinya.

Agil sedang santai menonton acara TV ketika Tsunami Aceh diberitakan. Ia bukan anggota LSM, bukan anggota Partai, bukan Paguyuban atau apa saja. Yang jelas hatinya tercekat “Mayat-mayat bergelimpangan, hati saya tercekat. Sedih ngeliatnya..

Tanpa koordinasi, ia menyambar tas, menuju ATM terdekat untuk menarik beberapa juta tabungannya. Segera ia meluncur ke Bandara Cengkareng, tujuannya satu Banda Aceh yang digulung Tsunami. Ia sampai lupa mengabarkan kepergiannya kepada orang tuanya.

Semua serba tergesa, dan impulsif.

Sayang, penerbangan ke Banda Aceh tak bisa didapat. Dasar nekad, ia naik pesawat ke Batam dan berharap masuk Aceh melalui Polonia-Medan. Di Batam ia beli 100 kantong plastik besar yang ia perkirakan muat untuk jenazah. Mohon dicatat, yang ia beli adalah “trash bag” – bukan “body bag”

Selasa siang 28 Desember 2004, pemuda ini sampai di Bandara Iskandar Muda. Sendirian tanpa kerabat, dan yang jelas belum tahu “medan” – toh ia menyusuri kota Banda Aceh yang menjadi kota mati tanpa listrik, air bersih, dan yang penting makanan amat terbatas. Mencoba mencari alamat kerabat yang tinggal di Universitas Syiah Kuala. Ternyata bukan pekerjaan mudah, lantaran setiap jengkal tanah sudah disesaki mayat.

Lalu yang hidup nampak linglung.

Ketika Agil meminta bantuan kerumunan orang untuk mengubur mayat, “mereka enggan takut ketularan penyakit..” – Namun Agil yang mahasiswa kedokteran menjelaskan bahwa kalau mayat ini tidak segera dikebumikan, bahaya penyakit lebih besar akan datang.

Agil menjelaskan bahwa meminta partisipasi warga Aceh, pada saat seperti itu adalah perkara pelik. Tapi Agil-pun tahu bahwa mereka dalam keadaan emosi dan fisik yang tak pasti. Apalagi, berpuluh tahun inisiatip rakyat Aceh dibekap penguasa. Menolong sesama, silaturahmi,  ikatan persaudaraan semua sudah kedodoran.

Lima hari di Aceh, Agil merasa tenang. Arus bantuan dalam dan luar negeri berdatangan. Sang “pionir” – buyat (pemburu mayat) pulang kembali ke kampus, secara diam-diam.

Satu-satunya penghargaan yang ia rasakan sebagai prestasi adalah ketika ia berhasil mengajak warga lokal telibat dalam proses evakuasi dan penguburan mayat. Mengingat saat itu DPR sedang meributkan mengapa wakil presiden melangkah terlalu jauh melebihi presidennya, sementara LSM, relawan juga belum banyak yang bisa menjejakkan kakinya di Aceh.

Indonesia masih perlu banyak lagi pemuda macam Agil Daeng Faragalla Balkhi.

9/16/2006
Mimbar Bb. SAPUTRO

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

8 thoughts on “Masih punya banyak stock-kah kita akan pemuda seperti AGIL DAENG ini

  1. Assalamualaikum Mas mimbar saputro..Permisi.., saya Agil daeng, kebetulan hari ini saya sedang googling, kemaren adik saya nanya, ada berapa banyak Jumlah nama saya di google, dan ternyata setelah saya “search” di google, saya melihat salah satu resultnya adalah link ini..Saya merasa tulisan ini agak “berlebihan” karena masih banyak stock pemuda pemuda yang berbuat lebih banyak daripada apa yang saya lakukan di aceh sana.Tapi yang membuat saya heran, mas mimbar bisa tau kisah perjalanan saya ke aceh, dari siapa ?waktu ke aceh sana, saya memang bertemu dengan beberapa, dokter wartawan, pengungsi, warga aceh, kita sempet ngobrol dan minum kopi bareng bareng, nyari obat buat pengungsi, dan nyari kompor.., tapi seingat saya, mereka semua usianya antara 20-38-an tahun..sedangkan Mas mimbar ini , setelah saya lihat profilnya, udah berumur 53 taun.Apakah kita pernah jumpa ?Saya ingin sekali kembali bertemu dengan kawan kawan yang pernah saya jumpai di Aceh, di mana saya jumpai banyak kenangan kenangan Yang mengesankan, mengenai persaudaraan, keikhlasan, dan hal hal menarik lainnya..sebelumnya.., terima kasih ya mas mimbar..

    Tambahan soal AGIL DAENG
    Salam Mas Mimbar (atau Putro?),
    Perkenalkan, saya Alif Imam (kesalahan tulis di SD menyebabkan saya sering ditulis Alif Iman dalam dokumen negara). Saya bekerja di Palang Merah Irlandia, sebelumnya di KBR68H.
    Tanggal 4 Januari 2005, saya pernah membuat laporan radio tentang Agil Daeng untuk KBR68H. Mas menulisnya di sini: http://mimbar2006.blogspot.com/2006/09/806-masih-punya-banyak-stock-kah-kita.html
    Agil Daeng Faragalla Balkhi itu ingin saya undang ke talk show radio tanggal 13 Februari 2009 di JCC. Acara tentang tsunami oleh BRR. Berminggu-minggu saya mencari kontaknya lagi, tak dapat. Bisakah membantu, Mas?
    Saya tak setiap saat online internet. Tolong kontak atau SMS saya di: 0812 xxxxxx
    Terima kasih, Alif
    http://airlambang.wordpress.com/

    Like

  2. Mas Agil Daeng, pemuda yang belum pernah saya kenal, namun sangat berkesan. Anda tidak berlebihan, saya dapat cerita dari beberapa laporan LSM seperti AirPutih dsb. Itu sangatlah luar biasa, orang lain biasanya dengan misi tertentu. Dan orang yang melihat anda mereka bilang itulah yang diceritakan orang Aceh mengenai anda.
    Maaf kalau membuat anda menjadi tidak enak hati. Kami masih butuh banyak orang seperti anda.

    Like

  3. Saya iseng2 googling cari nama Agil Daeng.. eh nyasar ke sini… sepertinya saya kenal dia… saya salut sama beliau.
    Tiga tahun yang lalu, tepatnya November 2005, saya sakit. Kebetulan dia nelpon. Dia tau saya sakit karena waktu nelpon saya batuk2, dia nelpon sekitar jam 10an pagi. magrib2 dia dah sampai di bandung (RSHS) menjenguk saya “surprise” luar biasa… dan lebih surprise lagi bliau langsung minjamin uang buat biaya perawatan saya, kebetulan saya lagi kekurangan uang.
    waktu mau menggantinya, saya kesulitan menghubungi beliau. mau transfer uangnya, katanya dia lupa no rekeningnya… akhirnya uangnya disuruh berikan saja kepada pasien yang kurang mampu di bandung. berhubung yang kurang mampu disini ditanggung pemerintah, jadi dah ada yang bayar. saya bingung mau diapain nih uangnya. sampai sekarang uangnya masih saya simpan. kalau dibalikin lagi… mau terima ga ya…
    agil
    perlu diketahui, sampai saat ini (2004-2008) saya baru setahun kenal Agil dan ketemu skitar 5 kali, 3kali di jakarta, 2 kali di bandung.

    Like

  4. Agil, daku juga yg duduk di belakang mejamu di SMA … D N. msh inget ga? kebetulan daku sama si Jimmy lg contact, trus coba googling, dan nemu lah blog ini…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s