Posted in baby boomer, generation Y

819-Generasi X,Y atau Baby Boomer kah anda


Harian The Australian menyisipkan lembaran komplemen berupa ajakan masuk anggota Australian Defence Force (ADF). Intinya wahai para generasi “Y” kalau anda suka dengan urusan di luar rumah, doyan travelling, membantu bangsa lain yang tertimpa musibah seperti Tsunami di Indonesia, maka ADF adalah tempat yang cocok untuk karier Generasi Y. Caranya gampang, asal sudah memiliki permanent residen, dan lulus test fisik dan wawancara.

Apa pula yang dimaksud dengan Generasi “Y” ini ?. Rupa-rupanya istilah ini dipakai Australia untuk pemuda kelahiran setelah 1977. Mereka ini bisa disebut generasi digital, kemana-mana menggembol Ipod. Seakan tidak bisa hidup tanpa Ipod.

Lalu bagaimana dengan generasi lain? Sebut saja kelahiran 1965 sampai 1976. Mereka disebut generasi “X” – cirinya doyan belanja, ngedugem berat. Filosofi hidup Kerja Untuk Hidup bukan Hidup untuk bekerja. Kalau travelling mencari sensasi alias tantangan. Ini orang yang tidak bisa hidup tanpa Pashmina, trainer and book. Syal, sepatu ked dan Novel. Perangainya tidak sabaran.  Celakanya generasi ini selain sering dianggap apatis, sinis terhadap kehidupan, mempunyai nilai moral kedodoran, namun dari generasi ini juga muncul sikap enterprener dan Technical Friendly semisa internet mulai dikenal para era ini.

Golongan Baby Boomer. Agak berbau merek mobil. Ini diperuntukkan bagi kelahiran 1945 sampai 1964.  Kata Baby Boomer nampaknya diambil setelah perang dunia, orang  Australia, Kanada, Inggris dan Amerika seperti berlomba membuat anak sehingga angka kelahiran “ngeboom.”

Orang golongan ini, kalau travel seperti melihat perpus. Alias seperti mempelajari buku. Pegangannya passport, dan kalau tamasya lebih suka mengendarai mobil sendiri apalagi yang dobel gardan. Ditasnya selalu terselip brosur travel, peta-peta dan kadang PDA.

Adalagi kelompok terakhir Senior atau (Grey Nomad). Lahir sebelum 1945. Tentengannya kacamata silau, dan potret. Mereka biasanya tinggal dihotel mewah. Hobbi mendatangi tempat bersejarah seperti museum atau pabrik-pabrik penyulingan anggur. Biasanya perangainya lebih sabar. Bepergian kesatu tempat bisa dilakukan berulang-ulang. Pasalnya tidak ada satu tempat yang cukup didatangi dengan satu kali kunjungan. Pasti masih ada sisi tersembunyi yang tidak kalah menarik dari kunjungan pertama.

Tentu tidak disebutkan penggolongan yang lintas generasi, seperti orang dengan klasifikasi generasi Y tapi merasa lebih sreg “gaul” dengan Grey Nomad, atau sebaliknya. Atau Grey Nomad tentengannya Ipod kemana-mana sehingga mengundang gunjingan “nggak lihat KTP tuh…

Tuesday, 17 October 2006
http://mimbar2006.blogspot.com

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s