Posted in kriminal

Bebek Panggang Rasa Bui


Hari kedua puasa tahun ini (2006) saat tubuh baru menyesuaikan diri dengan jadwal makan yang diubah. Maka tak heran ia ingin banyak memanjakan diri saat sahur (makan menjelang subuh). Tidak tekecuali Syam, 50. Hanya yang diinginkannya kali ini adalah menikmati masakan bebek panggang berbalut madu berwarna merah kecoklatan, dipadukan nasi ala Hainan berkuah kaldu segar dengan bebera0pa bumbu dedaunan yang “semriwing.” Demikian pikirnya ketika melewati restauran milik orang Cina.

Cuma apa yang ada dibenaknya ketika disebuah kolam ia melihat beberapa angsa sedang tiduran, apalagi suasanya sepi. Sambil mengendap-endap, bak seekor harimau lapar, seekor Angsa diterkamnya, lalu setelah binatang tersebut tak berdaya, ia masukkan kedalam tas plastik dan dibawa pulang. Sayang perbuatannya ini dipergoko oleh seorang pejalan kaki yang curiga melihat seseorang berbaju berlumuran darah dan beberapa helai bulu angsa melekat disekitar janggut lebatnya. Dipengadilan Syam berkera bahwa ia hanya membunuh binatang liar dijalanan, karena kelaparan. “saya perlu makan,” katanya. Yang dilupakan Syam. Angsa liar adalah binatang peliharaan Ratu Inggris . Maka kepadanya diberikan perlindungan hukum.

Terpaksa lebaran ini Syam merayakan di penjara Wales, Inggris, dan baru bebas pada 25 November.

Queen saves the swan, gerutu Syam

Advertisements
Posted in lansia, over experience, pensiunan, sdm senior

839 – Ketika Senior bukan Susu Kemasan


Anggapan bahwa menjadi pensiunan, atau lansia, berarti hidup hanya dihabiskan dalam karavan, mengunjungi anak dan cucu, sanak saudara sambil menunggu ajal menjemput nampaknya sudah mulai ditinggalkan oleh orang Australia. Lihat saja Tony, 61, seumur-umur pekerjaannya ya berkutat soal keuangan perusahaan. Belakangan ia ambil pensiun. Ternyata hanya 6 bulan, ia uring-uringan tidak betah dirumah. Jadi dewa di rumah memang menyenangkan, tetapi bukan untuk seterusnya, komentar bekas Akuntan ini.

Lantas dicarinya cari pekerjaan kontrakan, bertemu dengan situasi kerja yang berbeda. Semula ia ragu menapak jalur kerja yang berbeda, namun dengan kematangannya, sekali kaki melangkah selanjutnya hanya diperlukan sedikit improvisasi. Perubahan bukan untuk dihindari, tidak ada kata terlalu tua untuk berubah, katanya. Ganjalan yang ditemuinya adalah diskriminasi terhadap “orang tua” – “mereka pikir kalau sudah mencapai level tua, maka seseorang menjadi bebal dan tak bisa dimanfaatkan lagi. Bahkan mereka tidak percaya bahwa manusia “over-experience” – kata lain dari “tak terpakai” – justru bukan orang yang perlu diperhitungkan dalam perebutan jabatan, karena mereka sudah tidak tertarik akan prestis atau kekayaan. Bekerja hanya untuk kesenangan dan kepuasan batin..” tutur Toni.

Atau dengarkan pengakuan John,62, ia memang memutuskan berhenti bekerja karena sakitan. Genap 8 bulan, suasana rumah dirasakannya semua salah. Istrinya tanggap dan mengatakan mengatakan bahwa suaminya belum siap untuk pensiun lantas duduk dirumah, nonton sinetron, baca koran dan mengurus kebun atau peternakan. Anjuran istrinya diikuti, dan kini John kembali bekerja, semangat hidupnya muncul kembali.

Para pensiunan memang melihat sikap generasi yang lebih muda darinya memandang kemampuan seseorang seperti umur susu kemasan. Ada batas kadaluwarsa yang jangan dilewati. Batas tersebut sebutlah, 50 tahun. Dikatakan bahwa senior biasanya gaptek komputer, dan sulit mengikuti model baru.

Hasil riset di Australia menyatakan bahwa satu dari dua pensiunan masih ingin bekerja secara penuh, sisanya ingin bekerja tetapi paruh waktu. Riset juga yang mengatakan para senior ini bekerja bukan semata-mata uang tetapi pengakuan masih dibutuhkan dan sikap mental yang selalu aktip manakala masih bekerja. Statistik pada Mei 2006. Hasilnya membuat pemilik perusahaan bakal mencabuti rambutnya, bagaimana tidak saat ini sampai tahun 2016, maka Australia akan kekurangan tenaga kerja akibat kebijakan usia 50 sudah dianggap susu kadaluwarsa. Maka tahun 2016 akan tersisa 85% senior dengan usia 40keatas, dan 7% adalah pekerja yang berusia 35-an.

Para ahli lalu menyarankan bahwa mulai sekarang justru pemilik perusahaan harus mengikis sikap anti-pati terhadap pelamar over-experienced. Mereka masih punya daya saing kok, seperti pengalaman, kepatuhan, pengetahuan tentang seluk beluk perusahaan, etika kerja keras yang menonjol, dapat diandalkan dan angka bolosnya relatip kecil.

Bukan rahasia umum tenaga kerja pandai dari generasi Y, biasanya cuma betah 2 tahun diperusahaan yang sama, sebelum meloncat keperusahaan lain yang lebih menjanjikan. Kalau ini terjadi terus menerus, maka alamat keuangan perusahaan seperti digerogoti dengan blunder kesibukan merekrut baru yang berarti memulai dari nol lagi.

Sementara bagi para senior, tidak ada salahnya mulai melirik sektor yang memang minus peminat. Lalu rencanakan masa depan secara realistik sambil menyegarkan diri dengan kursus komputer dan sejenis IT lainnya agar tidak dikatakan manusia tahun jebot. Saran lain, interaksi dengan generasi X dan Y agar tidak kikuk berada ditengah mereka. Jangan lupa ikuti kegiatan yang sifatnya jaringan profesional, pertimbangkan kerja paruh waktu, aktip dalam pekerjaan relawan dan terakhir bergabung dengan biro yang menangani perekrutan manula.

Mature age workers are not a burden to a business, they are an asset

Mimbar Bambang Saputro

Posted in oedipus, pedofil, predator

Brondong


Namanya bocah ABG usia antar 13 sampai 15tahun, orang bilang soal alat reproduksi yang baru berkembang memang masih “sedeng-sedengnya” – maksudnya sedang kulminasinya. Ditambah mulai repot mithes (memecah) jerawat yang tidak pakai tebang pilih di wajah. Mengintip filem porno di rumah teman, menyimpan majalah dewasa ditempat yang sukar ditemukan orang tuanya, mulai naksir temannya dan ini dia “oedipus” mulai merasuki dengan biasanya “cinta-sekolah” kepada guru wanitanya. Habis para bapak juga iseng. “Ibu gurumu cantik tidak?” – kalau tanya kepada anak-anaknya.

Dan hatinya makin membuncah ketika guru kelasnya digantikan seorang cewek berambut pirang, menutup leher, sampai kebahu, tapi tidak melewati punggung, sehingga kalau ikut bahasa tubuh “dia lebih cerdas daripada kamu – tauk” – si cantik tadi malahan pasang pengumuman agar dipanggil nama pertamanya, padahal disekolah harus memanggil guru Miss Molly, Miss Nenny.

Tapi ini di Melbourne – Australia.

Rupanya neng Natalina doyan ber “Bang SMS siapa itu Bang” – yang kok isinya seperti dicatat oleh polisi adalah “Hey ganteng, matamu indah, bisa ketemuan besok, XOXOX. Jangan kasih tau siapa-siapa soal SMS ini..” – Iyalah jaman kebebasan, perempuan “nembak” duluan bukan masalah. Yang repot, sasaran tembak adalah brondong,15 tahun, muridnya. Dasar badung, brondong menjawab “kamu Sexy” dan sms berjawab “jangan sebut itu didepan kelas Ya” – maksudnya kalau one two one, bolehlah. Siapa takut.

Maka persahabatan dua insan, meningkat sampai satu saat brondong dijemput oleh mobilnya dan di kursi depan mobil, dari sentuhan ringan meningkat menjadi teramat berat, apalagi ketika ibu guru Blonde meletakkan kepalanya dipangkuan (meleset dikit) setelah dipandu oleh sang murid yang baru “kepengen-kepengennya-ngerasain-realita.”
Gara-gara kasus meringkuk di kursi penumpang depan maka ibu guru Nat,37, meringkuk di penjara wanita Victoria. Penderitaannya masih ditambah ulah para penghuni penjara lain yang menggedor pintu selnya sambil meneriakkan makian atas perbuatannya. Di pengadilan, lajang berdarah panas Italia ini dipersalahkan memperkosa anak di bawah umur. Pembela mengatakan tidak ada yang salah orang menyatakan cinta. Namun orang tua sang brondong sangat gusar sampai berteriak itu bukan cinta melainkan Nafsu Predator!

Nat ternyata tidak sendiri.

Nolan seorang ibu guru musik. Dalam kesempatan “study tour” ke lapangan ski – pulang kecapekan. Bekal sudah habis disantap, badan terasa capai tapi gembira. Pulangnya di bis ia sebangku dengan muridnya. Karena kelelahan ia tertidur dipundak sang murid. Mencium bau wangi rambut gurunya, anak 15tahun yang dicekoki keju, hamburger dan CocaCola langsung meriang en celana salah jahit. Eh ibu guru malahan “tanggap” meladeninya dengan senyum dan “mwaaah” – kalau dibioskop (dulu) lensa ditutupi sebagian oleh tangan sang operator. Setelah kejadian, apalagi ada murid lain di bis yang menonton sebagian senyum yang lain sekok, mereka baru nyadar.
Ibu guru kirim Bang SMS, “Minta maaf dan mohon agar kejadian tersebut agar dirahasiakan..” lalu pesan berikut mengundang sang brondong kerumahnya untuk duduk bersama membicarakan langkah pengamanan yang akan dilakukan. Sayang sekali, ujung-ujungnya melangkah rebah bersama.
Pembela mengatakan itu ketidak sengajaan, terbawa emosi. Tapi ibu sang murid berteriak “kalau karena situasi romantis hawa pegunungan dingin bisa diterima, tetapi mengundang kerumahnya… itu kelakuan predator..” apalagi seminggu kemudian ada sms berbisik “kita ketemuan untuk membicarakan kasus itu sekali lagi…” Dan ujung cerita juga berakhir di ranjang.
Namun cerita predator yang paling sukses adalah ketika Karen Ellis, juga perempuan pirang sebatas hampir bahu (cerdas). Juga kena rante 6 bulan, sekalipun sang brondong membelanya di pengadilan “kami suka sama suka.” Lepas dari bui, ia bikin acara 60menit di TV dan mendapatkan banyak duit dari loyalti. Sementara orang masih melihat ia bersama “Ben” kekasihnya yang kini 18tahun jerawatan main golf bersama.

Di Amerika pada 1996, Mary Key,34, PeDeKeTe bocah 13 tahun bernama Fualaau untuk melayaninya. Mary masuk bui selama 8 tahun. Keluar dari penjara, ia malah meneruskan hubungannya yang terputus. Ia menikah dengan Fuallau dan kini mereka mempunyai 2 anak.

Perkosaan (kalau bisa dikatakan begitu), selalu diasumsikan kepada pria. Di tanah air terutama Bali media masa mengangkat topik pedofilia yang biasanya dilakukan turis Bali terhadap bocah-bocah jalanan dengan iming-iming uang, kembang gula, bon-bon sampai ke PlayStation. Padahal kasus yang dilakukan perempuanpun tidak kalah banyak. Yang repot kalau pelecehan antar wanita terhadap wanita, karena kasus ini jarang dilaporkan. Cuma kalau pelaku pria disebut Pedofilia sementara perempuan langsung dicap Predator.
Lalu ingat lagu Simon and Garfunkel “Mrs. Robinson” dan filem “The Graduate” yang saya tonton Matinee Show jam 14:00 yang diselenggarakan oleh Radio Retjo Buntung, dengan harga karcis 50 rupiah. TKP di di gedung bioskop Indra yang full pengap oleh asap rokok, uap ketiak, lemak badan, pak pung oil, bau pupur. Habis pengap asap rokok, saat bubaran masih harus disiksa rsa panas dan gumpalan tebal asap knalpot motor yang desak-desakan ingin keluar ruang parkir.
Masih ingat wajah sok dungu Dustin Hofman ketika ada kaki lencir bak belalang menghalang didepannya sambil melolosi stocking hitamnya perlahan dan sensual. Bisa melalui kaki tersebut, dia langsung “graduate” sekalipun tidak masuk rangking dunia.
Mimbar Saputro

Posted in cemani, pelung, penyanyi warudoyong

837 – Penyanyi van WaruDoyong


Penyanyi dari WaruDoyong ini seperti mengobati luka batin saya. Pasalnya sekitar enam tahun lalu saya baca sebuah artikel yang mengatakan bahwa peternak ayam pelung menjerit lantaran kasus flu burung membuat orang takut pelihara unggas. Lalu di Cianjur saya melihat sebuah “farm ayam pelung” – yang cukup besar, nampak babon ayam Pelung sedang mengeram dengan menggunakan alas sarang terbuat dari ijuk, bahkan dipamerkan foto-foto saat mereka memenangkan konkurs ayam pelung. Pemiliknya seorang ayah yang menilik foto keluarganya ada yang menjadi taruna Akabri.

Tiga pasang ayam pelung saya beli. Belakangan ketahuan ayam tersebut berganti jenis menjadi ayam Kate. Lha ini kan penipuan terang-terangan dan telak. Katanya kehilangan peminat ayam dalam negeri, begitu ada orang ingin menyoba pelihara sudah ditipu.

Tapi enam tahun kemudian tepatnya bulan November 2006, pak Mumuh dari WaruDoyong menawari saya secara gratis. Saya boleh milih ayam bangkok aduan, ayam Pelung dan ayam Kate (no thanks!). Lalu saya memilih ayam yang kelak diberi nama “Jeko” – lantaran ia sudah berusia lansia (4tahun) usianya sementara yang masih muda gempita, biarlah diberanak pinakkan.

Maka sejak itu rumah saya diramaikan oleh kukuruyuk baritonnya. Kalau ada tamu atau orang asing datang, maka bel bernyanyi pertama kali adalah kokoknya. Dan biasanya segera disahuti oleh temannya yang keling “cemani”
Kalau dikurung bersama ayam “keling” cemani

Mimbar Bambang Saputro
mimbar-list@yahoogroups.com

Posted in gaya hidup

Laptop papan atas


Kalau anda punya duit, tapi bingung mau dikemanakan. Mari sini saya bisiki. Bagaimana kalau dibelikan Laptop. Mungkin dunia komputer jinjing masih berkutat dinomor seperti Dell, HP, Toshiba, Acer. Tapi bagaimana dengan komputer jinjing berlogo bunga Tulip. Sudah itu model yang dijual adalah E-GO yang ternyata bukan mengambil kata Ego bukan berarti Egois melainkan singkatan dari Easy Going.
Sayang tidak seperti namanya, komputer jinjing buatan Belanda ini mematok harga yang ck,ck,ck yaitu US$ 350 ribu. Lantas apa kehebatan kompi semahal itu mengingat teknologinya yang tidak “wah“. Sebuah webcam yang konon bisa berfungsi sebagai cermin terutama bagi pemilik yang pesolek kosmopolitan, layar 12 inci, DVD, Wireless semua peralatan komputer standar. Jangan kepikiran teknologi duo core sudah ditanam disana.
Rupanya desain yang bikin mahal adalah lapisan platinum dan hiasan berlian. Memang sih kalau komputer ini dijinjing mirip sebuah tas tangan ketimbang laptop yang terkesan serius dan kutu buku. Apalagi ada design bak zebra, kulit kayu, kulit aseli.
Kalau angka diatas membuat kocek terasa seperti pungguk merindukan bulan, maka tidak ada salahnya melirik laptop masih “saudara jauh pungguk” milik seorang pengusaha catering Indonesia, 31, Naomi Susan. Ia memang penggemar berat laptop. “Ini modal saya membangun usaha..” – sambil mengelus laptop berlapis emas 23 karat dan berbalut berlian.
Konon laptop ini diperoleh dari lelang seharga 116 juta rupiah. Menurut majalah Gatra, dalam usia semuda itu ia sudah memperoleh yang oleh sementara orang seumurnya masih separuh hayalan dan sisanya realita. Mau apartemen di luar kota, sedan di eropa, berlibur ke luar negeri, membawahi 1000 pegawai. Semua diakuinya hanya berasal dari laptop.
Lho apa hubungannya ?. Laptop bagi Naomi adalah kantor. Disitu ia mengoleksi database dan alamat email serta nomor tilpun orang yang pernah dikenalnya. Dari nomor kontak dan email, ia mengetahui kebutuhan pelanggan dan mulai menyiptakan ide-ide dagang yang cemerlang.Laptop memang sudah menjadi bagian dari kehidupan sementara orang. Maka tak heran, rata-rata orang Amerika jika disodori pertanyaan “kalau rumah tinggal anda terbakar, apa yang anda selamatkan pertama kali?” mereka akan menjawab laptop. Sebab laptop jaman sekarang berisikan semua catatan penting mulai dari nomor kontak, daftar gaji, salinan kontrak kerja seperti halnya laci meja kerja dan filing cabinet kita.
Posted in penipuan melalui sms, sms tipu

835- Masih banyak korban penipuan SMS


Gambar-1 Antrian di ATM mulai tak sabar, sebab seseorang menggunakan ATM sambil nampaknya dituntun oleh seseorang diujung tilpun yang lain.
Jumat 17 Nopember 2006. Saat memarkirkan kendaraan di kawasan AlfaMart Jati Warna, Pondok Gede untuk mengambil uang di ATM BCA, sempat melihat sedikit kepanikan. Pasalnya mbak Imah (sebut saja begitu) sedang dituntun oleh seseorang melalui tilpun untuk mengisi voucher yang sebetulnya adalah nomor rekening sang penipu. Kami segera sadar penipuan sedang berjalan. Namun mbak Imah yang sudah ditowel berkali-kali oleh pengantri lainnya bahwa ia ditipu, nampaknya bergeming. Dia baru sadar setelah saldonya tinggal 100.000 rupiah sehingga tidak cukup untuk membeli pulsa lagi.
Gambar-2. Seperti biasa, korban penipuan baru sadar setelah tabungannya dikuras habis melalui pembelian “pulsa” tilpun guna mendapatkan hadiah menarik.

Yang menghadap kamera adalah mbak Imah korban penipuan SMS. Semula ia heran mendengar suara penilpun yang seperti mengubah intonasi suaranya. Namun keburu tersihir lantaran iming-iming “Hadiahnya cuma-cuma, tidak dikenai pajak, apalagi batas hari pengambilan hadiah tinggal hari ini.

Arisan di kantor saja, kalau pesertanya tidak muncul, langsung digeser ke peserta lainnya. Mana ada hadiah sampai menunggu berhari-hari untuk diambil.

“Mudah sekali orang menipu saya?” tanyanya lemas. Mungkin maksudnya mengapa ia mudah tertipu. Dia mengaku sering dapat SMS gelap, namun karena dibombardir terus menerus, tergoda juga rupanya untuk coba-coba.

Karena masih ada orang percaya bahwa kalau kita tidak pernah menipu orang, kita tidak akan ditipu…tanpa pernah menggunakan sikap kritis” saya menambahkan.

Iyalah, pengalaman ya Pak!”

Toh dia masih memencet hanphonenya sambil bertanya “Mas kamu nipu aku ya?”

Mimbar Bambang Saputro

Posted in gaya hidup

Antara WaruDoyong dan Sentul


Rencananya kami akan mengambil sedikit uang di ATM BCA Jatiwarna, beberapa meter dimuka mulut Tol Jatiwarna, Pondok Gede, maklum perjalanan kali jauh-nggak-jauh-amat yaitu Pondok gede ke WaruDoyong dengan mengambil rute tol Jatiwarna, lalu tol Bogor. Namn untuk menjaga setiap kemungkinan, dompet harus diisi sekedar untuk beli bensin dan bayar tol.

Teman yang akan kami datangi ini seorang pengurus Ponpres, kedatangan saya bukan “berguru” melainkan sekedar mengambil seekor ayam Pelung dewasa. Disamping memiliki indra keenam yang terasah, beliau memelihara banyak ayam disana sehingga mewakafkan salah satu kepada saya. Idhul Fitri 1427H (October 2006) – beberapa ayam peliharaannya dibagi-bagikan kepada tetangga yang tidak mampu. Namun untuk menghindari ayam pemberiannya di”lipat” – istilah lain untuk dijual, ayam diberikan dalam bentuk sudah disembelih.

Rupanya BCA Jatiwarna yang saya andalkan ada kerusakan mesin. Daripada muter-muter mencari ATM seputar Pondok Gede maka kami memutuskan masuk jalan tol dan berhenti di BCA jalan Tol Sentul sambil isi bahan bakar sampai ke WaruDoyong- Cisaat Sukabumi.

Lagu dangdut WaruDoyong pernah populer sekitar 2003-an biasa dinyanyokan anak-anak senandung lembah Citayam. Judulnya sederhana “Warudoyong kangmas Pinggir Kali, kenalan orang Bangkir orang Bangkir Bangdar Pasir.”

Di ATM Sentul, nampaknya ada sebuah motor RX, dengan suara yang nyaring mendahului kedatangan kami. Penunggangnya dua anak muda berkulit cerah, dengan muka keras. Kalau sudah begini saya langsung mengaktipkan Siaga. harap maklum motor RX dikombinasikan logat Wong Kito jangan berasumsi mereka adalah Tantowi Yahya, Helmi Yahya atau Fuad Fuadi, minimal Mathias Muchus. Sebab para begal bermotor, rampok juga banyak berasal dari sini.

Setelah menggeram sebentar, terdengar suara klik ketika kunci motor diputar ke posisi “Off” bersamaan dengan sandaran motor dibuka, lalu dia masuk kedalam bilik ATM, tidak lama terdengar suara “Kamxxxx” – maaf saya edit, ternyata ini pisuhan alias umpatan ala “wong kito galo” – Eh sekarang mereka celangak celinguk cari korek api untuk apa?

Ternyata dua wong kito tadi keliru memasukkan kartu ATM. Harusnya KeyCard masuk ke mulut, ini dicucukan ke burit (bagian pengeluaran) yaitu bagian dimana kertas strok keluar. Keruan saja ATM masuk ke celah tersebut dan kejepit diantara keras dan printer.

Setelah gagal menyelamatkan KeyCard dengan batang korek ia memandang sekeliling.

Terus saya harus bagaimana ini?” sepertinya pertanyaan untuk saya.

Mas segera lapor kepada BCA terdekat, syukur BCA yang menerbitkan kartu tersebut. “

“Cukup katepe dan estengka (STNK) motor?”

Bukan mas, anda perlu buku tabungan untuk melaporkannya…

Terimakasih pak., dan tidak lama kemudian “reng reng” suara RX dihidupkan dan mereka segera nggeblas. Saya yakin dia harus ubek-ubek cari buku tabungan ATM-nya.

Dengan kejadian yang mungkin langka ini, apakah ATM akan menyikapinya dengan menambahkan tulisan, “masukkan kartu disini” – dan – “jangan masukkan kartu disitu“.

Masih banyak kekeliruan serupa terjadi. Bebrapa tahun lalu 13 Juli 2002 saya pernah panik gara-gara menarik tunai dari ATM jalan P. Mangkubumi – Yogyakarta, tiba-tiba mak pet – aliran PLN mengalami gangguan yang merembet ke mesin ATM. Sontak kartu ATM saya ditelannya tanpa bisa dimuntahkan kembali sebab saat itu memang dalam proses pengeluarkan uang. Saya bingung luar biasa sebab hari Sabtu, kantor BCA tutup dan saya selama berjam-jam menunggu petugas BCA membuka ATM.