Posted in oil rig

Rig Pengeboran Laut dalam Gambar


Asap membubung dari rig pengeboran berasal dari pembakaran minyak hasil sampingan uji produksi. Ada uji produksi berarti ada kegiatan explorasi, berarti ada kegiatan pengeboran berarti asap dapur saya juga masih mengepul.
Sebuah rig pengeboran laut dilihat dari titik puncak menara bor. Huruf DIAMOND (Offshore tidak nampak) dalam keadaan sesungguhnya memiliki ketinggian 40 meter. Di sebelah kiri ada huruf H dalam lingkaran kuning adalah Helipad Baja yang mampu ditunggangi Sikosky sampai 9 ton beratnya. Bayangkan saya berjalan kaki (ini olah raga saya) satu sampai dua jam berkeliling kota baja. Lantai heli dibikin kasar (komprot) sehingga sepatu keds cepat aus. Karena shift kerja saya antara jam 12 ke 12 maka kadang saya berjalan pada jam satu siang atau satu malam, tergantung.
Sayap kanan adalah Pipe Rack tempat menyimpan pipa-pipa besar seperti “RISER”. Di bagian selatan, adalah tumpukan pipa bor, pipa berat, casing. Bagian utara adalah haluan (Forward).

Helokopter jenis Sikorsky yang merupakan penghubung antara “base camp” dengan rig. Pergantian pekerja menggunakan helikopter.


Tampang para crew pengeboran – yang pakai orange coverall adalah ToolPusher atau Mandor


Kalau sering melihat pesawat terbang yang ditarik mobil pemandu menuju landasan pacu, maka kedua kapal tunda sedang menarik rig laut menuju lokasi yang akan di bor. Sementara yang nampak menjulang adalah ruang kemudi (pilot house)
Kerja boleh keras, tetapi soal gizi harus diperhatikan. Kantin makan dengan aneka rupa salad segar, minuman kaleng, jus buah, es krim, coca cola, capucino, hotmilk, yoghurt, steak lembut daging NewZealand, Lobster, daging kalkun, bebek semua ada disini. Yang gondrong adalah Store Keeper dari Amerika dan seorang lagi adalah Barge Captain asal India.

Kapal tunda sedang melakukan persiapan menarik rig dengan mengikatkan kawat baja pada lambungnya. Kalau sedang dalam keadaan tidak menarik kapal, maka kapal ini berfungsi sebagai kapal supplai.

Persiapan menurunkan jangkar dilakukan oleh kapal tunda yang akan membawa jangkar yang terikat pada rantai kapal. Keadaan makin rawan jika didasar laut banyak terdapat pipa bawah laut sehingga jangkar perlu dipasang penuh hati-hati agar tidak mengait pipa minyak.

Kadang dapat hiburan gratis dari indukan ikan Paus dan anaknya (sebelah kanan didalam air)

Bukan kebakaran, namun api inilah yang dicari-cari oleh para pencari minyak. Minyak dan gas yang berasal dari perut bumi selalu tercemar lumpur, pasir, sehingga saat uji-produksi untuk menentukan kemampuan produksi minyak masing-masing sumur, maka minyak kotor ini dibakar. Jadi tidak seperti anggapan sementara orang bahwa minyak dapat ditentukan keberadaannya cukup dari pemantauan satelit, atau menggunakan cara dowsing (bandul). Bahkan tidak jarang ada “peta lecek dan kuno” yang merupakan titik minyak peninggalan Belanda atau Jepang. Kalau anda menemui orang mengaku memiliki peta kuno titik minyak, bisa dipastikan ada usaha penipuan. Minyak baru dikatakan berhasil kalau gambar dibawah ini membuktikannya. Suaranya seperti deru mesin jet.

WAKTUNYA PULANG – setelah 4 minggu bekerja, waktunya pulang menemui keluarga atau orang yang paling disayangi. Rata-rata pekerja rig bekerja 5 bulan dalam setahun, termasuk satu bulan untuk cuti tahunan. Toh pekerjaan ini jarang diminati oleh orang Australia sehingga anak negeri sebetulnya memiliki banyak kesempatan bekerja di sini. Ada yang berminat?

Suasana di lantai menara bor. Bandingkan besarnya rantai mesin dengan para pekerja bor yang bule-ule dan berbadan besar. Kacamata hitam (menunjukkan kerja siang hari), penutup telinga, sarung tangan adalah perlengkapan wajib. Pagawai paling kanan dengan coverall abu-abu adalah contoh pakaian yang lengkap. Pekerja lainnya sebetulnya terbilang melanggar, namun biasanya pakaian kerja mereka sudah bolak-balik kotor dan belum sempat kering dari laundry sehingga berpakaian apa adanya. Seragam mereka umumnya buatan Yakka. Nah yang sering bikin saya gregetan, kadang mereka membuang seragam, Tshirt, Sepatu Kerja yang masih laik pakai. kalau saja di Indonesia wah sudah saya kumpulkan itu.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

24 thoughts on “Rig Pengeboran Laut dalam Gambar

  1. Saya adlh mahasiswa perminyakan dr UNIVERSITAS ISLAM RIAU, saya sangat mengharapkan bantuan anda agar bersedia mengirimkan berbagai data drilling apapun. Karena saya merasa ilmu yang saya peroleh sangat kurang dan jauh dr cukup untuk bersaing didunia perminyakan. Atas bantuan anda, sebelumnya saya ucapkan terima kasih. Menurut saya website anda sangat menarik, terutama bagi saya yang sangat haus dengan semua ilmu tentang dunia perminyakan. SEMOGA SUKSES!!!!!!

    Like

  2. wah.. keren.
    saya mahasiswa boga pak, kira2 kalo mau gabung di dapur rig syaratnya apa aja pak?
    mohon informasinya ya pak?
    sukses selalu

    tb4
    GBU

    bhayu

    Like

  3. sangat tertarik pak bs bergabung gk,saya prnh brkerja didiamond offshore di johor port malaysia tp disubconnya tanah temasik sdn bhd sy sbgai painternya

    Like

  4. wah mantap nih saya sangat suka sekali dengan website ini, ocean bounty setahu saya drillingnya di australia ya pak, saya juga lama bergabung dengan diamond offshore sudah beberapa rig saya bergabung, tetapi alangkjah baiknya bila kita kita yang bekerja di lepas pantai itu gajinya sesuai. karena terlalu jauh gajinya di bandingkan dengan tenaga tenaga seperti orang malaysia padahal kerjanya sama dengan kita, saya hanya menghimbau saja semoga di tahun ini dapat di perhatikan oleh pemerintah dan gaji gaji kita yang bekerja di lepas pantai dapat mencukupi kebutuhan keluarga. terima kasih kawan lanjutkan terus karya mu…

    Like

  5. Ass,pak numpang tanya bener ngak rig diamond offshore mau brgerak atw dah operasi d australia,vietnam,qatar,malaysia,mohon info nya,sukses slalu pak..

    Like

  6. saya berminat kerja di offshore,channel ya harus kemana? saya sangat siap kerja di offshore.sekarang saya bekerja di PT.Geoservices bandung.saya ass.driller

    Like

  7. saya bekerja sebagai oprator crane crawler,alltrain,pedestal , saya tertarik untuk bisa berkerja di rig offshore menjadi oprator crane pedestal
    share dong apa saja persyaratanya dan bagaimana saya bisa mendapatkan pekerjaan tsbt .

    Like

  8. Nama Saya Siswandy,saya tertarik bekrja di luar Negri,ingin memperoleh skill yang lebih dari yang saya punya saat ini,untuk berbahasa English dasar saya bisa,mungkin tak cukup,tapi semakin terbiasa saya bisa lebih.pengalaman saat ini saya hanya seorang Pipe Fitter,tapi Department yang lain saya pernah,seperti:Acting Rigger,Flag man,electrical,mechanical,civil,dan saya memahami tentang keselamatan kerja.3S bagi saya untuk di search kan yaitu:SENYUM,SAPA,SANTUN.jika ada loker untuk saya,saya harap dapat hubungi saya,sekian dan terima kasih.

    Like

  9. Saya ingin sekali kerja di offshore,tapi saya tidak punya uang untuk mengurus persyaratanya seperti bosiet,parpor dan smeanbook, tapi kalau ada perusahaan yg menanggung biaya persyaratan tersebut saya sangat siap untuk di berangkatkan ke offhsore.pengalaman saya bekerja di galangan kapal sekitar lima tahun.

    Like

  10. Saya pernah bekerja di rig pengeboran onshore di aceh pertamina..indonesia pengalaman saya hanya 5 tahun…br saja sy keluar tahun ini karena tdk sesuai lagi masalah gaji terlalu kecil…kl ada lowongan sy mau lagi bekerja di pengeboran minyak kl sesuai masalah salerynya …

    Like

  11. ass,hello salam kenal bwt yg terhormat khususnya bagian mechanik saya sudah bekerja selama 8 thn d galangan kapal d aligment riper /new bulding saya sangat ingin bekerja d pengeboran minyak/offshore tlg info kalo ada lowongan ini terima kasih atas waktu nya hub no saya 085730790867

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s