Posted in oil rig

Ijin bermain adegan panas


Sering melihat tukang las ?.
Sebelum memulai pekerjaan. Pawang ular api akan menggunakan sarung tangan kulit yang tebal, pelindung wajah seperti tameng, biasanya helm berkaca gelap yang jelas bukan barang nikmat untuk dikenakan berlama-lama lantaran pengap, panas dan yang pasti berbau apek.

Pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi penuh, lanataran peralatan kerjanya sedemikian rupa sehingga begitu api dipantik, dia tenggelam dalam dunianya sendiri. Suara desis dan letupan kecil kawat patri beraliran listrik tinggi ditempelkan kepada besi yang akan dilas mengiringi pekerjaanya.

Mereka baru bisa disapa saat usai mengeluarkan jurus “ciluk ba” dengan membuka kerudung baja memperlihatkan wajah yang berkeringat dan mata yang nanar akibat melihat sinar teramat kemilau.

Di rig pengeboran Australia, seorang tukang las selalu didampingi seseorang asisten. Biasanya selain menggunakan coveral, merek “Yakka”, asisten “tanpa gawean” ini memakai rompi berwarna jingga bergaris kuning yang jika dikenakan malam hari akan berpendar seperti petugas jalan tol (tapi bukan) sehingga menarik perhatian. Lucunya sang “pengamat api” tidak boleh memberikan bantuan tenaga maupun pikiran. Ia hanya memberikan bantuan perpanjangan “mata” sang tukang las.

“Orang kagak ada kerjaan” ini akan bertanggung jawab, saat terjadi kebakaran akibat pekerjaan pengelasan. Maklum juru las kalau sudah berkerudung topi ala penjahat legendaris Aulia “Ned Kelly” mana dia perhatikan sekelilingnya. Sekalipun terjadi kebakaran akibat panas yang ditimbulkan.

Maklum kedua, di Rig, korek api jres, dan korek api gas adalah barang terlarang yang harus diserahkan kepada petugas di rig selama person tersebut bekerja di rig dan diambil kembali saat meninggalkan rig.

Lalu bagaimana dengan tukang las yang bermain lidah api ribuan derajat selsius. Dispensasi macam apa ini ?

“Ijin bermain panas”

Sebelum bekerja tukang las harus mengisi formulir, waktu akan melakukan pekerjaan, bahaya yang kemungkinan timbul. Kalau anda memergoki ada tukang pakai aji “kerja dulu, urusan lain (keselamatan) boleh dikesampingkan” – disudut rig tersedia kertas kecil “stop card” – sebuah kartu isian buatanb duPont untuk melaporkan kejadian yang kita lihat, imbalannya, kalau beruntung, laporan kita bisa menghasilkan lima puluh sampai seratus dolar. Apa artinya uang segitu kalau sebuah rig terbakar gara-gara kecerobohan tukang las, misalnya.

Kasusnya memang pernah terjadi, disebuah rig pengeboran nampak tukang las didampingi “pengamat” yang selalu siaga dengan alat pemadam kebakaran. Pengamat ini anak muda yang baru direkrut sehingga “filosofi” mengapa dia petentengan melihati orang bekerja, tidak dipahaminya. Matanya mulai manatap laut, membayangkan kalau liburan surfing di Bali sampai-sampai tanpa disadarinya api sudah menjalar salah satu bangunan.

Kepanikan terjadi ketika api mulai sulit dikuasai dan rig harus bersender ke pelabuhan untuk dilakukan perbaikan – berminggu lamanya. Kalau sebuah rig sewanya satu juta dollar perhari, maka berapa uang sudah terbuang.

Hal nyaris terjadi di rig saya. Rupanya ada sisa gas “uji produksi” yang masih mendekam sekitar lantai bor. Padahal tahap uji produksi sudah selesai, peralatan dipretheli (dicopot), dan yang sudah terlanjur dilas agar kokoh dudukannya, harus dipotong. Saat memotong inilah gas yang ternyata tidak hilang dengan hembusan angin laut, bereaksi dengan api las sehingga menimbulkan api biru sekitar pak Las. Namun kali ini sang pengamat lebih sigap, api kecil diberondong dengan semburan asap putih pemadam kebakaran sampai padam.

Mengelas memang bukan pekerjaan main main.


21/12/2006
Mimbar Bb. SAPUTRO

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s