Posted in taxi, taxi australia

Mister 406


Zonder Dial.
Memesan taxi di Australia (saya bicara Perth, Australia Barat) yang sekarang sedang kepanasan, cukup dengan angkat tilpun yang tersedia di Lobi hotel zonder memutar dial, otomatis sistem komputer perusahaan taxi langsung mengenal lokasi geografi sang penilpun sehingga meringkas pertanyaan baku seperti “anda berada di mana” – ancer-ancernya apa yang terkadang sipenilpun tidak jelas-jelas amat TKP mereka.

Setelah suara di ujung sana menjawab, sebutkan nama, dan jam booking yang diinginkan. Bila dirasa waktu jemputan dengan keberangkatan pesawat terlalu mepet, pihak operator taxi wajib memberikan saran agar waktu booking dimajukan lebih awal guna mengantisipasi kemungkinan macet dijalan.

Ada semacam skala prioritas tertinggi bagi pemesan taxi yang hendak bepergian ke bandara. Jadi kalau kebetulan dalam satu hotel ada pemesan lebih dari satu taxi dengan jam yang bersamaan. Bisa dipastikan pemesan tujuan ke Airport mendapat kesempatan dijemput terlebih dahulu. Sekalipun pemesan lain sudah menilpun beberapa menit lebih awal.

Cilakanya sampai sekarang, orang Australia masih sering kepleset mengeja nama berbau Indonesia saya sehingga diputuskan untuk berpuas diri dengan panggilan sesuai dengan nomor kamar. Kali ini saya dipanggil Mr Room 406.

Biasanya jarak dari hotel ke Airport tak lebih 3menit dengan cara mengemudi “lansam” dan patuh taat rambu lalu lintas. Kami mulai bicara soal cuaca, hujan sampai akhirnya menohok ke riwayat hidup sang supir. Kalau mereka jujur dalam pengakuan. Minimal gelar S1 sudah mereka kantongi. Banyak yang pensiunan, lalu berinvestasi dengan membeli sedan untuk di taksikan.

Berbicara dengan pengemudi taxi jauh lebih mudah. Pasalnya mereka umumnya berasal dari Yunani, Somali, Pakistan, India, Portugis, Iran sehingga berbahasa Inggrisnya lebih “ngegroove” di telinga dengan kecepatan semburan beda tipis dengan kemampuan gendang telinga melayu. Sementara orang Australia selalu berbicara lebih mitraliur dengan variasi “slang” yang penuh pernik, cukup membuat mesin penerjemah alami terseok-seok.
Yang menarik, pengemudi hampir seragam dalam memberikan jawaban, misalnya “Saya tidak perlu tidur sambil kelonan dengan jam weker. Tidak kuatir terlambat berangkat kerja..”ujar Mahmud sarjana Listrik dari Iran.

Dengan menjadi supir taxi, saya bisa pulang sesuka saya tanpa harus sungkan dengan absensi dan kondite saya di perusahaan. Kalau saya butuh uang, saya tinggal memperpanjang jam kerja saya. Tanpa harus berdebat dengan manager soal laik tidaknya ambil lembur. Di samping penghasilan saya jauh tak kalah dengan para pekerja kantoran. Memang tidak pakai dasi. Mungkin alasan mengapa menarik taksi kurang disukai” kata Amjad Ali  sorang sarjana Geologi keturunan Pakistan.

Lantas saya lakukan cek silang dengan seorang mudlogger yang lulusan Geologi Sydney dan berpengalaman selama lima tahun menjadi supir taxi. Dia mengaku memang penghasilan perminggunya cukup rupawan. Namun toh pekerjaan tersebut terpaksa ditinggalkannya. Pasalnya kebiasaan makan daging kambing, minum susu full cream, dan mengabaikan sayuran mengakibatkan ada gangguan di pinggang sehingga ia tidak bisa berlama mengemudikan taxi dan memilih menjadi mudlogger.

Apa yang menarik dari menonton ulang Sister Act-2 yang di mainkan oleh artis hitam, Whoopie. “Kalau setiap bangun pagi tetap hal yang diingat mula-mula adalah ingin menulis, maka sebenarnya adalah penulis. Sekalipun belum menghasilkan sepotong tulisan…”

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s