Posted in coca cola, emergency, karratha, sos

Misteri dalam sebotol Coca Cola


Jargon minuman yang sudah lama tak terdengar Dimana Saja, Kapan Saja, Coca Cola bahkan dalam ceria maupun duka, ada benarnya.

Suatu pagi ceria di tahun 2002, ketika seorang nelayan asal St Katarina, Kroasia melihat sebuah botol timbul tenggelam terbawa pasang semalam diperkampungan nelayannya. Ketika diraih, didalamnya berisikan buntalan semacam surat. Namun ketika akan untalan ditarik keluar, botolnya malahan pecah. Peristiwa tersebut ia rahasiakan bertahun-tahun. Bahkan botol yang pecahpun ia lem dengan hati-hati.

Namun Emir, sang nelayan akhirnya tidak tahan juga. Empat tahun kemudian (2006) ia menceritakan penemuan harta terapung kepada temannya yang seorang wartawan yang wartawan Kroasia.

Dengan bantuan wartawan terkuak kisah, seorang pelaut sendirian pada yang empat puluh tahun berani berlayar dari Australia ke Pelabuhan Elath di Israel. Sayang ia mengalami gangguan saat peralatan komuniksinya rusak berat akibat badai di lautan Hindia. Sekalipun demikian berhasil melaju sampai diterusan Bab El Mandeb pas di mulut laut Merah.

Tiga hari dalam pelayaran di selat tersebut, ia disatroni perompak yang mendekatinya pada jarak 90m dan mengumbar peluru ketubuh dari ZamiKay, yang terakhir ini nama perahu buatannya sampai rusak berat. Disini ia merasa nyawanya terancam ia menulis pesan SOS pada robekan layar. Surat dibungkus dalam plastik warna merah lalu diikat benang . Paket laut dilemparkan setelah menutup mulut botol dengan sumbat gabus.

Penulisnya bernama John Pash Drew meninggalkan perairan Australia dimusim dingin pada 12 Februari 1968 disebuah desa kecil (dulu) yang bernama Dampier. Di alamat yang ditulis ia tinggal di EPT617 Karratha. Nampak ia sendirian mengawaki Yacht buatannya yang bernama ZamiKays.

Tidak dijelaskan apa maunya ia Israel sebab, saat itu jarang orang berani berlayar di kawasan Eritrea mengingat berkecamuknya perang gerilya antara pasukan Ethiopia mulai 1960 sampai 1970.

Yang jelas nama Pash cukup kondang dikawasan Pilbara sebagai famili yang berani mendatangi daerah-daerah baru. Repotnya kota yang sekarang terkenal dengan nama Karratha (bahasa Aborijin kereta lembu), belum ada di Australia. Kota ini baru didirikan pada 1970 dengan kode pos 6713 setelah industri pasir besi oleh Hamersley Iron (nanti berubah menjadi Rio Tinto) mulai berproduksi dan sekarang Industri Perminyakan.

Manusia sendiri baru mulai menetap di Karratha sekitar tahun 1971-an. Di luar Aborijin tentunya. Tulisan EPT 6713 sendiri menimbulkan kerut pada kening, sebab lazimnya orang menulis PO BOX atau Kotak Pos atau Kode Pos, sementara EPT kemungkinan singkatan dari Electric Power Transmission yang kala itu memang sedang membangun jaringan sutet disana.

Sampai sekarang keberadaan John Drew masih misteri .

Sekalipun paketnya terlambat 40tahun, namun tersimpan rapi berkat botol Coca Cola. Sayang SOS melalui paket laut terbukti amat lelet, karena kebanyakan kesasar.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s