Posted in epigram, jamal, pengeboran

Epigram-nya Jamal


Nggak… yang ini serius. Sumpah! Berani dikutuk jadi Menteri…!

Jadi menteri kok kutukan?,” Kris geleng-geleng kepala. Keningnya berkernyit menatap gerak-gerik gelisan Adun. Lalu kembali mengamati koran. Kebetulan di koran itu terpampang berita tabrakan kereta api. Adun membaca sekilas.

Bayangkan saja, tiap ada kereta tabrakan, yang disalahkan menteri.

Memang.. Menhub dianggap masinis atau kepala stasiun kereta. Ha ha.. Eh yang untung sih Menteri Pendidikan, biarpun kualitas pendidikan negeri ini makin menurun dan generasi muda bangsa ini lebih bodoh, dia tidak pernah disalahkan orang..

Ya…yang disalahkan selalu guru dan cara mengajar.

Inilah perkenalan saya dengan hasil karya Jamal. Padahal semula karena pandangan pertama mula aku berjumpa karena cover Rig Pengeboran Lepas Pantai. Sebuah novel yang “ambisius dan berbahaya” sebab biasanya pembacanya bakalan tersegmentasi kelompok tertentu diantara menjamurnya novel checklit.

Kebetulan ada novel yang sudah terbuka pembungkus plastiknya, dan eng..ing eng.. pas tiba di ayat 33, maksud saya halaman 33 sihir Jamal mulai mempengaruhi syaraf.

Kok pas bener dengan kondisi kita sekarang, diantara rangkaian kecelakaan dua pesawat Adam Air, Kapal Motor Lavina 1, yang menggiring orang menuntut Menhub mundur.

Segera saya raih buku tersebut dan berharap keras pengarangnya Jamal, bercerita tentang kehidupan orang lepas pantai. Satu dari 10 pekerjaan berbahaya di dunia.

Dua tokoh yang diceritakan dalam episode ini. Kristunov dan Nara memang mengajak kita menikmati wisata keluar negeri, Boston, Spanyol, termasuk alam Norwegia sekalipun saya menjadi murung karena kehidupan rig pengeboran hanya diserempet sedikit sekali.

Kang Jamal penulis memang menyihir kita sehingga tidak bisa membedakan antara realitas dan dongeng karena keduanya sering saling memperkuat.

Kalaupun yang perlu diacungkan jari sekali lagi adalah “bebodoran” plesetan ciri khas orang Sunda dan Mahasiswa yang mengalir cerdas dan cerdas.

Cerita Mahasiswa dengan latar belakang perjuangan selalu memukau, banyolan Sunda – umumnya berdasarkan pemikiran mendalam. Mungkin inilah yang dimaksud epigram (dua cerita yang bermuara sama). Dan saya amat menikmatinya. Padahal cerita ini merupakan romatika duka, tangis panjang luka anak manusia. Namun diceritakan dengan tegar.

Seperti kata komentator lainnya, Jamal adalah pengarang berbahaya. Maksudnya ia bisa menulis novel serius tapi kalau diperlukan bisa melakukan diversifikasi menulis buku lucu.

Judul : Epigram
Penulis : Jamal
Editor : Indah S. Pratidina
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 384 hlm ; 20 cm

Mimbar Bambang Saputro

Posted in ayat ayat cinta, habiburrahman, kang abik, novel

Rahasia dibalik Novel Ayat Ayat Cinta



Pernah baca novel Ayat-Ayat Cinta (AAC) yang fenomenal sebab penjualannya meledak setara dengan bom buku Harry Potter. Kalau sudah baca, mungkin masih penasaran mengapa ada tokoh berahlak luhur macam Fahri. Bahkan dalam sebuah acara bedah buku, seorang ustadz merasa lancang menghakimi tokoh Fahri dalam AAC sebagai kelemahan sang pengarang.

Pasalnya Hollywood mempunyai tiga resep membuat filem. Harus ada pemberontakan, maksudnya tokoh yang berontak terhadap kemapanan, harus ada kerusakan seperti mobil meledak, gedung hancur dan harus ada penelanjangan. Yang terakhir tidak perlu diperpanjang.

Lalu bagaimana jawab sang pengarang menepis tuduhan sang tokoh terlalu “malaikat”– apa benar masyarakat kita terlalu dicekoki tokoh jahat berselimut baik selama ini sehingga ketika ada tokoh baik 100% kita tersentak. Sama tersentaknya kita ketika ada berita supir Taxi mengembalikan tas berisi uang milik penumpang yang tertinggal di bagasinya.

Siapakah tokoh Fahri-nya Habiburrahman, apakah penggambaran dirinya sendiri yang menurut adik-adiknya memang mirip-mirip Fahri, selalu jago disekolah, selalu juara kelas sampai-sampai adik-adiknya memilih sekolah yang berbeda almamater ketimbang menanggung beban teramat berat menjadi adik seorang juara kelas.

Saat sang adik menjadi juara, para orang tua anteng saja. Namun ketika angka rapot jeblok cemooh mulai datang lantatran “kok tidak seperti kakaknya?”– bahkan ada adik pengarang yang memberontak dengan tidak mengundang kedua orang tuanya mereka saat wisuda sebagai protes karena orang tua terlalu memuji sang anak sulungnya.

Lalu siapa tokoh dai muda dari Mesir yang digambarkan pengarang sebagai “model” Fahrinya, muda, pandai, berbudi luhur dan tampan pula kendati penulis Yulia Suryakusuma menyebutnya lelaki tanpa darah.

Apa benar, nama masih mudanya bukan Habiburrahman, pertama kakeknya memberi nama terlalu “njawani” kendati tidak ditulis secara gamblang dalam buku ini hanya ditulis berdasarkan patokan Neptu dan Wuku sehingga sang ayah diam-diam memberi nama yang “islami.” Dibelakang hari ia sakit-sakitan nyaris tewas karena menyandang nama terlalu berat sehingga atas nasehat seorang yang mumpuni ilmu agama, ia perlu merevisi ulang namanya.

Ternyata nama adalah Doa yang dipateri bagi pemiliknya, menunjukkan existensinya.

Siapakah tokoh ayah yang demikian galak namun penuh kasih sayang dalam mendidik anak. Menghukum anak selain pakai sabetan kadang anak dilempar di empang pada malam hari, gara-gara seorang anaknya merengek terus minta tas baru, padahal hari sudah malam dan toko sudah tutup.

Berbeda dengan sang Ummi, demikian mereka memanggil ibu begitu lembut, kadang terlampau lembut sehingga tidak pernah terdengar nada marah. Akibatnya sang anak terlalu dekat dengan Ummi ketimbang ayahnya sang Kiai kaki lima lantaran tidak memiliki pondok pesantren.

Bagaimana gundah hati ibunda ketika menyekolahkan anak ke Kairo, menjadi juara disana, pulang menjadi lontang-lantung. Sekali ada pekerjaan berpenghasilan mengurus asrama dengan gaji taklebih Rp. 200 ribu perbulan. Lagi-lagi mulut ceriwis mulai membantai keluarga dengan cibiran “dibela-belain menggadai gaji ke Bank untuk menyekolahkan anak ke Kairo, hasilnya apa!

Mengapa novel ayat-ayat cinta kendati sarat dengan nuansa Mesir dan Islam, namun tidak sedikitpun bernada memusuhi golongan lain, tidak merasa dizolimi. Bahkan tulisannya seperti untuk dibaca semua orang dan bernapaskan “Islam tapi mesra

Apakah betul, Maria gadis Koptik dalam cerita itu itu benar-benar ada? – maksudnya apakah sang pengarang memang pernah tergores mawar dari Mesir.

Apakah betul untuk menelurkan ide fiksinya seseorang harus pakai pakai Laptop mahal? bagaimana kalau punyanya hanya PC Jadul

Bagaimana cara kang Abik menulis novelnya. Risetnya. Visi tulisan yang ia harapkan. Daftar penulis yang mengilhami semangatnya menulis. Tips bagi calon penulis novel dari kang Abik.

Betulkah Novel tersebut hampir tidak pernah muncul di bumi Indonesia ini. Apalagi di Malaysia yang baru-baru ini membeli ijin untuk menerbitkan dalam bahasa Malaysia.

Anif, sang adik yang memang pengarang, menuturkannya untuk anda.

Buku:
Fenomena Ayat Ayat Cinta
Anif Sirsaeba El Shirazy
Penerbit Republika dan Pesantren Basmala
412 Halaman

mimbarsaputro.wordpress.com

Posted in beras, klorin, oplosan, pemutih, tawas

867 – Hidup Berdampingan dengan Beras dan Pemutih Pakaian


Gara-gara tulisan beras sim salabim van Indramayu, maka terjawab rasa penasaran beberapa teman yang mengalami pembusukan pada nasi tanakan Magic Jar. Mereka menuduh mesin tersebut bikin gara-gara sehingga terpaksa merogoh kocek mempolygami Magic Jar kedua. Sementara yang lama pasrah dizolimi majikannya. Sekarang mereka menyesal telah berbuat sewenang-wenang dan kembali ke jalan yang benar yaitu back to old magic jar. Sementara penanak nasi listrik yang baru masuk kotak buat serep.

Selama ini beras kualitet premium dinilai dari butiran yang licin berkilat . Lalu kalau ditanak dari Magic Jar mengepul aroma wangi seperti Pandan, kita pasrah bongkokanhaqul yaqin itulah aroma aseli yang ditimbulkan oleh beras. Ketika percaya pada karung yang berlabel Beras RojoLele, Beras Pandan Wangi, Ramos dsb.

Ternyata kepercayaan kita diselewengkan. Sejak tahun 1980-an para pedagang saling berselingkuh dan diam-diam menaruh racun agar kita mati perlahan.

Beras mutu rendah tu(run) mu(tu) yang umumnya rusak dari gudang Bulog, kutuan, dan berbau apak kini disosoh, dijemur sambil ditambahkan bahan kimia klorin agar permukaan butek pada beras bisa menjadi kinclong lalu naik kasta. Baru dioplos dengan beras kelas premium. Untuk beras kelas satu, seperempat bagian adalah beras asli sisanya adalah permakan pabrik Indramayu. Sementara beras papan bawah seperempat asli sisanya oplosan. Soal memunculkan aroma wangi sih kecil, bisa dikecroti parfum pandan.

Konon beras permakan kalau disantap cepat menimbulkan rasa kenyang sehingga kita keburu turun pujian, sebagai beras yang sip untuk program diet kita.

Bisa jadi saat anda makan lalu tersedak, maka bau yang anda rasakan dari hidung adalah rasa kaporit, bukannya rasa nasi yang kita kenal beberapa waktu berselang.

Jadi kalau nasi di rumah tiba-tiba berubah kuning, berkerak, berair dan berbau apak, jangan buru-buru ganti magic jar anda, apalagi diramal sebagai isyarat ghaib bahwa keluarga anda akan ada yang sakit. Juga jangan langsung menuding Bibik tidak becus cuci beras..

Setelah tahu dan ayam berformalin, kini muncul beras berklorin.

Tapi para komandan beras kita ketiban sampur masih anteng Cuma dibesar-besarkan, cuma orang yang nggak ngerti saja yang bekoar. Cuma belum ada yang mati akibat beras berbahan dasar pemutih. Dan selaksa cuma lainnya.

Nampaknya masih butuh seminar dan perjalanan panjang untuk menghakimi beras From Indramayu With Oplosan untuk sementara sebut saja Fenomena.

Lalu seorang rekan yang memang pekerjaannya mengisik-isik alias mengelus lubang sumur minyak dan gas milik Pertamina di kawasan Mundu, Karang Ampel, Indramayu. Kalau “turun ” ke Batavia, disempatkan membeli beras Indramayu yang baru panenan. Alasannya tengok padiku berjurai-jurai, warnanya kuning tandanya masak.

Tapi alih-alih melihat tulisan beras Indramayu, yang ia lihat adalah karung plastik bertuliskan Beras Delanggu. Sejak kapan Delanggu yang sampai ini masih dalam pelukan Ibu Klaten, Jawa Tengah, sudah bergabung dalam kesatuan utuh Indramayu, Jawa Barat. Alasan pemasok beras sontoloyo di sana, kalau mau masuk Jakarta, beras Delanggu yang dicari…

Kecuali beras Taj Mahal barangkali yang mereka tidak niatan menyulapnya.

Para pemburu beras “tumu”– nampaknya memang ubet dalam menggali dan mengupas lebih dalam lagi bahan kebutuhan beras sulapannya. Mula-mula sasaran mereka adalah beras asal-asalan keluaran gudang Bulog atawa dikenal Raskin dan beras stok lama.

Karena permintaan bertambah maka mereka melirik beras Sapon ini sekedar istilah beras tercecer dalam gudang, lalu disapu bersih dan dikumpulkan. Beras bocoran karung, beras operasi pasar, Beras Stok Lama dari Pasar Induk dan beras dari gudang Logistik PNS/TNI/POLRI .

Beras tersebut dikumpulkan oleh para pengepul yang setelah berjumlah ton-tonan dijual kepada penampungnya. Penampung inilah yang akan menjual beras kepada para juragan penggilingan padi yang sekarang merangkap keahlian dengan memutihkan beras dan mengoplosnya.

Menurut majalah Tempo, di Jakarta sentra sulapan ini banyak ditemui di kawasan Karang Tengah, dan Bekasi. Sementara di Karawang adalah sepanjang jalan Syekh Kuro, lalu Kandanghaur sepanjang jalan Karang Sinom-Gabus Wetan, Indramayu. Dari lini Pamanukan datang serangan sepanjang jalan Pamanukan-Subang, lalu Widasari – masih dari team Indramayu.

Setelah digiling dan dipoles (termasuk di oplos), beras kasta baru ini dijual kembali ke Pasar Induk Indramayu, Pasar Induk Cipinang, Pasar Induk Johor, Karawang, Pasar Induk Bekasi, bahkan tidak jarang (Astaga) beras tadi balik bakul ke Dolog untuk disimpan sebagai stok. Opo ora elok?

Dari pasar itu, beras didistribusikan ke pasar Tradisional DKI, Jawa Barat, sejumlah toko dan konsumen.

Kocap Carito (singkat padat). Pesan para ahli beras. “Wahai para konsumen beras. Bilamana tidak ada keraguan sedikitpun akan kandungan kotak Cosmos anda sudah tercemar silapan, maka sebaik-baiknya beras adalah beras yang dikocori air lebih lama, agar terhindar dari godaan pemutih. Dengan demikian kita akan terbebas sebagai orang yang merugi.”

Mimbar Bambang Saputro

Posted in dog, dorado, perth, tuna netra, wtc

Usaha memperpanjang passport di Australia


konsulat_perth.jpg

Sebuah siang yang melelahkan di kota Perth lantaran musim panas begini suhu mencapai 40 derajat selsius. Saya baru saja keluar dari halaman konsulat Indonesia di jalan Adelaide – Perth. Itupun hanya berada di luar pagar konsulat lantaran konsulat sudah tutup sehingga saya memencet bel dan bicara didepan aiphone untuk menanyakan kemungkinan memperpanjang passport.

Sementara pagar konsulat yang tinggi bercat hitam kokoh dan angkuh menolak kedatangan seorang buruh minyak macam saya.

Rabu Februari 2007 menunjukkan pukul tiga petang waktu setempat. Passport saya sudah kurang dari enam bulan masa lakunya, keadaan banjir di Februari 2007 membuat saya ragu apakah pelayanan publik di Jakarta bisa diharapkan diandalkan. Baru sadar bahwa setiap tahun baru acara tahunan kota Jakarta bulan berikutnya adalah hujan dan banjir.

Suara diujung sana nampaknya tidak banyak menolong. Ternyata di Australiapun urus passport harus sepuluh hari kerja, sementara anak saya di Singapore hanya perlu menginapkan pasport dua malam dan mendapatkannya kembali pada hari ketiga. Di Indonesia dengan sedikit penambahan biaya maka pengurusan passport bisa dipercepat.

Saya sudah kapok mengurus sendiri passport maupun Visa. Lama dan bolak balik menghabiskan waktu.

Posted in Uncategorized

DAI dambaan Australia


Indonesia itu salah satu negeri di dunia yang menyimpan begitu banyak misteri , menurut satu media Australia. Ambil contoh Jakarta. Kota besar semrawut, kumuh, polusi, dan sejuta persoalan menumpuk disana. Tetapi kota ini menyimpan segudang keunikan. Mau makanan lidzat zidan, keindahan alam , khasanah kebudayaan, manusia penuh humor, manusia ramah semua tumplek blek di Jakarta.

Tetapi kalau mau bergeser sedikit kata mereka sebab Indonesia bukan cuma Jakarta, ada kota lain yang membuat dunia Barat banyak berharap, justru berasal dari seorang juru dakwah. Dia selalu digelari sebagai Evangelist (pendakwah) modern, malahan kadang diganti menjadi “Televangelist” – karena begitu populernya di media semacam TV. Padahal umumnya pendakwah bersikap berseberangan dengan kebijakan Amerika dan konco-konconya.

Dakwahnya selalu membawa kesejukan, nuansanya optimis, intinya agama bukan untuk menyusahkan pemeluknya. Kalau kita mampu mengontrol diri kita, menggali kemampuan kita, maka rejeki dunia akhirat datang bahkan berlimpah. Bahkan tidak berkelebihan jika ia disebut “wajah Islam yang didambakan dunia Barat…

Belum lama berselang, serombongan wartawan Australia yang terkenal kritis berkunjung ke pesantrennya yang asri dan besar. Biasanya ditempat begini (pesantren) cenderung terjadi kultus individu. Gambar sang tokoh dipajang besar-besar dengan segala aktivitasnya.

Anehnya hal tersebut tidak ditemukan di pesantren ini. Padahal orang sudah maklum, tokoh ini tidak ragu terjun payung, ngebut dengan mobil balap, naik moge. Cita-cita ayahnya untuk menjadikannya sebagai olahragawan kesampaian. Tak heran, badannya masih nampak langsing, tampan apalagi senyum dibalik rahang kokoh agak persegi. Tipe yang disukai oleh para gadis.

Lalu wartawan mengorek pendapatnya mengenai beberapa tokoh yang selalu disebut-sebut berhubungan dengan jaringan teroris. Kendati ia terang-terangan mengecam terorisme, tidak suka dengan sepak terjang tokoh tersebut, tak sepatah katapun kata keluar yang bersifat menyerang pribadi. Bahkan ditempat yang sama ia pernah menjamu tokoh yang tidak disukai tindakannya. Ini bukan peran ganda, hanya tidak suka mengusung konflik.

Ketika wartawan berkesempatan melihat buku-buku yang dibaca tokoh yang mereka sebut “extraordinary”ini. Ternyata koleksi bukunya meliputi jurus sukses, tujuh kebiasaan kalau mau sukses, pendeknya ia banyak mengunyah buku yang bersikap self helf. Mungkin bacaan tersebut merupakan “adonan” mengapa dakwahnya masuk didengar non muslim. Seorang penganut Katholik misalnya, mereka bisa menerima pesan yang dibawanya, menurutnya sangat menyentuh dan universal.

Lalu pesantrennya dibandingkan dengan pesantren Malaysia yang dikenal lebih konservatif daripada Indonesia namun lebih lunak terhadap Barat. Disana buku mengenai Islam lemari buku mereka dipenuhi tulisan para penulis-penulis aliran kiri yang cenderung mengecam kebijakan Amerika seperti Noam Chomsky, Michael Moore dan beberapa penulis lainnya.

Bahkan kalau tiba-tiba ia seperti terbawa emosi lalu berteriak, muncul self controlnya “maaf kok saya jadi ngotot yah..” – dia tidak menghendaki dakwahnya disambut dengan acungan tinju. Apalagi mengajak orang lain menyerang kelompok tertentu. Walaupun kurang tepat, mereka membandingkan pribadi tokoh ini dengan Evangelist yang bergerak di Amerika Latin. Dengan dakwah yang halus, tidak memaksa, sehingga tidak jarang orang banyak yang mengikutinya.

Sementara orang lain menyimpan istri sebagai “teman belakang” dai tampan ini sering mengajak istrinya sepanggung, kadang mereka berlaku seperti ABG kolokan “ah si Mama bisa aja” – maka pengagumnya bak disambar petir tak heran ketika ia mengambil istri lagi, para pendukungnya terutama wanita banyak yang protes.

Pujaannya dianggap menghianati ajaran “kontrol pada diri sendiri..” Juga dianggap menyeleweng dari cap “modern” yang selama ini diselempangkan orang kepadanya. Sekaligus membuktikan kepada publik bahwa ia adalah manusia biasa yang wajar jika memiliki kelemahan.

Anda sudah bisa menebak kan? Aa Gymnastiar. Yang semula diharapkan jadi seorang olahragawan oleh orang tuanya, ternyata menjadi dai kondang, dan membawa nama harum Indonesia, dunia Islam khususnya. Dan Australia menaruh rasa hormat dan banyak harapan kepada kepada anak bangsa ini.

Kita kirimkan doa untuk kesuksesan usaha Aa Gym, demikian media Australia menutup reportasenya.

Mimbar Bambang Saputro

http://www.mimbarsaputro.wordpress.com