Posted in ayat ayat cinta, habiburrahman, kang abik, novel

Rahasia dibalik Novel Ayat Ayat Cinta



Pernah baca novel Ayat-Ayat Cinta (AAC) yang fenomenal sebab penjualannya meledak setara dengan bom buku Harry Potter. Kalau sudah baca, mungkin masih penasaran mengapa ada tokoh berahlak luhur macam Fahri. Bahkan dalam sebuah acara bedah buku, seorang ustadz merasa lancang menghakimi tokoh Fahri dalam AAC sebagai kelemahan sang pengarang.

Pasalnya Hollywood mempunyai tiga resep membuat filem. Harus ada pemberontakan, maksudnya tokoh yang berontak terhadap kemapanan, harus ada kerusakan seperti mobil meledak, gedung hancur dan harus ada penelanjangan. Yang terakhir tidak perlu diperpanjang.

Lalu bagaimana jawab sang pengarang menepis tuduhan sang tokoh terlalu “malaikat”– apa benar masyarakat kita terlalu dicekoki tokoh jahat berselimut baik selama ini sehingga ketika ada tokoh baik 100% kita tersentak. Sama tersentaknya kita ketika ada berita supir Taxi mengembalikan tas berisi uang milik penumpang yang tertinggal di bagasinya.

Siapakah tokoh Fahri-nya Habiburrahman, apakah penggambaran dirinya sendiri yang menurut adik-adiknya memang mirip-mirip Fahri, selalu jago disekolah, selalu juara kelas sampai-sampai adik-adiknya memilih sekolah yang berbeda almamater ketimbang menanggung beban teramat berat menjadi adik seorang juara kelas.

Saat sang adik menjadi juara, para orang tua anteng saja. Namun ketika angka rapot jeblok cemooh mulai datang lantatran “kok tidak seperti kakaknya?”– bahkan ada adik pengarang yang memberontak dengan tidak mengundang kedua orang tuanya mereka saat wisuda sebagai protes karena orang tua terlalu memuji sang anak sulungnya.

Lalu siapa tokoh dai muda dari Mesir yang digambarkan pengarang sebagai “model” Fahrinya, muda, pandai, berbudi luhur dan tampan pula kendati penulis Yulia Suryakusuma menyebutnya lelaki tanpa darah.

Apa benar, nama masih mudanya bukan Habiburrahman, pertama kakeknya memberi nama terlalu “njawani” kendati tidak ditulis secara gamblang dalam buku ini hanya ditulis berdasarkan patokan Neptu dan Wuku sehingga sang ayah diam-diam memberi nama yang “islami.” Dibelakang hari ia sakit-sakitan nyaris tewas karena menyandang nama terlalu berat sehingga atas nasehat seorang yang mumpuni ilmu agama, ia perlu merevisi ulang namanya.

Ternyata nama adalah Doa yang dipateri bagi pemiliknya, menunjukkan existensinya.

Siapakah tokoh ayah yang demikian galak namun penuh kasih sayang dalam mendidik anak. Menghukum anak selain pakai sabetan kadang anak dilempar di empang pada malam hari, gara-gara seorang anaknya merengek terus minta tas baru, padahal hari sudah malam dan toko sudah tutup.

Berbeda dengan sang Ummi, demikian mereka memanggil ibu begitu lembut, kadang terlampau lembut sehingga tidak pernah terdengar nada marah. Akibatnya sang anak terlalu dekat dengan Ummi ketimbang ayahnya sang Kiai kaki lima lantaran tidak memiliki pondok pesantren.

Bagaimana gundah hati ibunda ketika menyekolahkan anak ke Kairo, menjadi juara disana, pulang menjadi lontang-lantung. Sekali ada pekerjaan berpenghasilan mengurus asrama dengan gaji taklebih Rp. 200 ribu perbulan. Lagi-lagi mulut ceriwis mulai membantai keluarga dengan cibiran “dibela-belain menggadai gaji ke Bank untuk menyekolahkan anak ke Kairo, hasilnya apa!

Mengapa novel ayat-ayat cinta kendati sarat dengan nuansa Mesir dan Islam, namun tidak sedikitpun bernada memusuhi golongan lain, tidak merasa dizolimi. Bahkan tulisannya seperti untuk dibaca semua orang dan bernapaskan “Islam tapi mesra

Apakah betul, Maria gadis Koptik dalam cerita itu itu benar-benar ada? – maksudnya apakah sang pengarang memang pernah tergores mawar dari Mesir.

Apakah betul untuk menelurkan ide fiksinya seseorang harus pakai pakai Laptop mahal? bagaimana kalau punyanya hanya PC Jadul

Bagaimana cara kang Abik menulis novelnya. Risetnya. Visi tulisan yang ia harapkan. Daftar penulis yang mengilhami semangatnya menulis. Tips bagi calon penulis novel dari kang Abik.

Betulkah Novel tersebut hampir tidak pernah muncul di bumi Indonesia ini. Apalagi di Malaysia yang baru-baru ini membeli ijin untuk menerbitkan dalam bahasa Malaysia.

Anif, sang adik yang memang pengarang, menuturkannya untuk anda.

Buku:
Fenomena Ayat Ayat Cinta
Anif Sirsaeba El Shirazy
Penerbit Republika dan Pesantren Basmala
412 Halaman

mimbarsaputro.wordpress.com

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

6 thoughts on “Rahasia dibalik Novel Ayat Ayat Cinta

  1. He…he…he…pak dhe…sudah kubaca, ada 3 hal yang menarik:
    1. Fahri itu ternyata minta dipinang ya..he..he…he…jadi calon istri sepertinya harus lebih gesit…
    2. Penjara di Mesir itu sadis ya…benar nggak nih?!
    3. Siti Maryam yang aku kenal sebagai Bunda Maria itu beken juga disana ya…

    Like

  2. gue dah bc semua sampai sls novel itu.TOP BGT!!!!!!!!!

    GUE SALUT BGT DECH???????

    PA ada yach di dunia nie cowok sebaik ‘n seganteng Fahri?????

    Like

  3. ne q br bc novel ayat-ayat cinta sampai bab 20 ,q dah g sbr bwt ksh kmntar,sungguh q larut dalam suasana ceritanya hebat sangat menyentuh hati,tp q pnsran ap da rang ya bgtu sempurna seperti fahri,n wnita yang non muslim hafal Al-Qur’an???????

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s