Posted in gaya hidup

Sex dilihat dari tiga huruf pertama


Kata orang, kemampuan esek-esek seorang pria dilihat dari ukuran jempolnya. Tapi bagi Erni perawan ting-ting asal Solo ini, entah sengaja atau tidak dilihat ia mencari pasangan berdasarkan tiga huruf nama depannya.

Bagaimana tidak, saat ia baru bersenang-senang sudah bisa merayakan jarig yang ke 17, kang Sarwan, sudah mulai menggodanya. Kalau orang lain pacaran ke pegunungan agar tambah mesra mendengarkan desiran angin pegunungan membelai daun pinus. Maka perawan Solo ini lebih tertarik desiran lima puluh ribuan menampar nampar didepannya.

Singkat kata, tanpa istilah kawin siri, Sarwan sudah berhasil membuat perawan kita tekuk lutut (tapi sambil buka paha). Genap lima tahun, perawan Tugu van Solo ini sudah membukukan 4 anak. Tetapi di KTP masih berstatus perawan.

Bedanya mulut ibu arisan warga Kecamatan Jumantono, berbisik prawan ting-ting rasa tingkrang-tingkring. Yang sadis mengumpamakan ibarat tustel, tapi tustel kwaci. Digusel sekali langsung jadi.

Rupanya genap empat kali turun mesin, Sarwan mulai bosan. Apalagi ini ikatan kawin yang lagi ngetrend “Melempar Surat ke Hulu, Surat dibalas di tepian” alias urusan aurat dahulu, soal surat ntar aja kemudian. Sarwan yang memang lihai soal Katuranggan perempuan mulai merasa kalau lagi balapan, lawan main agak oblak. Dan tidak mempan di spooring atau balancing.

Dilempar oleh Sarwan, bukannya mikir, malahan perawan Tugu kita hepi-hepi saja. Soalnya seekor codot tua siap menerimanya sekalipun sianya bukan tambah muda, tapi makin matang, 45 tahun. Ini bukan urusan ganti tahun pembuatan mobil. Lagian keburu ketagihan smack down, bikin badan linu tidak bisa tidur kalau tidak berlatih barang seminggu saja.

DonYuan, Sarpan, tua kita memang juara bertahan dalam dua tahun sudah dua anak dibukukan. Yang tidak nahanin, Sarpan adalah ayah tirinya sendiri. Hanya akibat sering mendarat keras kadang overshot dengan jumbul-jumbul, salah satu perkakas pompa jantung Sarpan mengalami gangguan sampai ia harus merelakan “dut”.

Sedih memang hati Ernie, tapi hanya sebentar. Ndak masyalah, sebab masa paceklik smack down hanya singkat, pasalnya pendatang baru bernama Sardi sudah menohok dengan serangan “kumpul kebo itu nikmat dan perlu“. Apalagi Sardi pandai bicara teori soal Nirlaba, ang buntutnya seorang anak perempuan hasil nirlaba harus dilahirkan di dunia. Sardi nampaknya sudah tutug (kenyang) dengan pelayanan Erni. Perlahan ia mulai menarik investasinya.

Dan eng ing eng… datang Sarjo, 26, segera perawan kita digiring dan ditelikung, tanpa surat. Dan ibarat tustel kwaci, sekali towel jadi maka tak lama Ernipun mendadak Halim (tidak salah tulis halim) untuk ke delapan kali.

Drama datang ketika mandi dikali, bayi ini menurut ibunya mrucut terlepas sampai tenggelam kedalam kali. Tapi Polisi Surakarta memandang ini usaha pembunuhan bayi sehingga perawan Erni harus menyesali perbuatannya di balik terali.

Sudah bisa mengambil benang merah tiga huruf pertama dari para tokoh.
Mimbar Bambang SAR putro

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

2 thoughts on “Sex dilihat dari tiga huruf pertama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s