Posted in atkinson, bean, blackadder, humor, komedi, rowan

Mr. Rowan Atkinson ternyata tidak bahagia memerankan Mr. Bean


Mengapa lawakan selalu menertawakan orang lain yang mengalami kesusahan. Seperti ada yang jatuh babak-bundas. Seorang pelawak kesohor dunia memberikan jawab “celaka itu lucu,” nah lo. Rowan Atkinson, menyebutnya sebagai sisi gelap sebuah komedi – bahwa menertawakan orang yang kesusahan tidak mengapa, asal jangan diri kita. Bahkan menurut Mr. Bean “tertawa adalah memberi ucapan selamat kepada diri sendiri,” maksudnya orang lain ketimpa balok kayu sampai gepeng, dan kita memberi selamat bahwa bukan kita yang terkena, lalu kita tertawa. Di pasar atau jalanan. Begitu ada kendaraan mengalami kecelakaan, spontan akan ada suara orang tertawa, sebagai refleksi untuk mengatakan “untung bukan saya.”

Mengenai rahasianya mengapa dalam filemnya ia nampak selalu jahil, curang dan kekanak-kanakan, rupanya bagi Mr.Bean ada dua pribadi hidup dalam diri manusia, yaitu dewasa dan kanak-kanak.

Bean berperan sebagai seorang anak-anak yang terjebak dalam tubuh orang dewasa. Peran Mr. Bean bukan orang jahat. Ia hanya ingin melakukan sesuatu dengan caranya sendiri entah bagaimana caranya. Bahkan dalam diri setiap manusia selalu ada Mr. Bean lainnya. Atkinson memulai debut di Inggris pada 1980-an. lalu bersama temannya seorang lulusan Oxford Richard Curtis mereka mulai menayangkan filem serinya.

Lawan main Bean adalah sebuah boneka bernama Teddy dan sebuah Mini Cooper berwarna hujau telur asin. Sekalipun seri ini merupakan awal suksesnya, ia mengaku tidak bahagia mengerjakan filem tersebut. Alasannya saat pembuatan banyak tekanan-tekanan yang dialaminya dan iapun menguatirkan dampak akibat filemnya. Maklum terkesan jorok, jahil dan kadang membahayakan. Berbeda dengan saat pengambilan filem Blackadder yang katanya dibuat dalam situasi lebih relax.

Sekalipun di filem selalu digambarkan pria yang amat pelit dan miskin. Nyatanya dalam kehidupan nyata ia pria terkaya di Inggris. Ia tercatat penggemar mobil balap yang mahal seperti Aston Martins yang baru maret ini dibeli oleh konsorsium Inggirs dari Ford Amerika. dan McLaren F1.

Akankah Mr. Bean kembali dengan filem Teddy dan Mini Coopernya. Ia ragu sejenak. Nampaknya ia harus meninggalkan peran sebagai Mr. Bean. tetapi siapa tahu, pasar kadang menentukan.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s