Posted in apartemen, bambu, flat, galah, jemuran

Tiang Bendera bermasalah di Singapur


Salah satu pemandangan yang unik di Singapur adalah banyaknya rumah susun (rusun) atau apartemen yang menjulang tinggi guna menyikapi keterbatasan akan lahan permukiman. Namun ada sedikit pemandangan yang mengganggu lantaran diantara jendela para penghuninya kerapkali berkibar “bendera” yang merupakan jemuran.

Melalui-tiang bambu jemuran tersebut dijulurkan melalui jendela belakang, lalu ditancapkan pada penyangga yang terbuat dari sepotong besi berongga bergaris tengah 3/4 inci tertancap pada dinding luar apartemen menyudut 60 derajat. Dari sini “bendera” berkibar dengan megahnya.

Diperlukan keahlian dan tenaga untuk mengeluarkan jemuran basah (dan berat) dengan panjang bambu yang terbatas, apalagi bagi anak-anak dan orang tua jelas memerlukan bantuan orang lain. Belum lagi saat pemilik keluar untuk bekerja, misalnya, mendadak turun hujan lebat, maka baju kembali basah dan biasanya mengeluarkan bau tidak enak sehingga harus dicuci ulang. Atau pejalan kaki tiba-tiba ketetesan air yang berasal dari jemuran celana dalam misalnya. Bagi pemerhati jemuran pajangan ini bisa memberi tahu jumlah, dan jenis kelamin penghuninya.

Kadang tiang bambu patah karena lapuk atau terpaan angin kencang, atau sekalipun sudah dijepit, jemuran mampu melepaskan diri dan melayang entah kemana. Beberapa kejadian nahas, bambu dan cuciannya jatuh menimpa pejalan kaki dibawahnya.

Belakangan diketahui bahwa tiang penyangga (pole holder) yang terbuat dari besi sering dibiarkan tidak tertutup manakala sedang tidak dipakai. Akibatnya saat hujan air mengisi pipa dan bersamaan dengan tamu tak diundang yaitu nyamuk demam berdarah (DBD). Bahkan saat menjemur pakaianpun air cucian mengalir mengikuti kemiringan batang bambu lalu masuk kedalam mangkok penyangga.

Pada 1998, ada 11% nyamuk demam berdarah ditemukan pada mangkokan ini. Jumlah ini meningkat menjadi 20% pada akhir tahun 2000. Ada 29 sampai 34 kasus demam berdarah di kawasan Chai Chee dan Marine Parade. Setelah dilakukan penyelidikan ditemukan jentik-jentik demam berdarah 117 ekor pada serangan pertama (29 penderita) dan 137 pada serangan kedua (34 penderita)

Maka sibuklah departemen Kesehatan Singapur mengecek setiap apartemen untuk memastikan bahwa tidak ada air tergenang didalam rumah, termasuk memberikan penutup pipa (dop) agar nyamuk tidak bersarang disana.

Perlahan-lahan peran galah jemuran “ngablak” digantikan dengan memasang galah dalam rumah dan pemandangan tak sedap sedikit berkurang. Masalah yang timbul adalah minimnya sinar matahari yang menerobos kamar apartemen membuat masa pengeringan jemuran menjadi lebih lama sebab cucian hanya diangin-anginkan.

Soal menguras bak mandi, karena pemilik apartemen umumnya menggunakan shower (pancuran) untuk mandi maka penghuni rusun agak bebas dengan urusan menguras bak mandi.

Penggemar tanaman air, masih diperbolehkan memelihara kesayangannya dalam rusun mereka, syaratnya permukaan vas diberi sejenis jelly yang menutup permukaan air namun tidak mengurangi keindahan tanaman. Tentu saja setelah diberi bubuk abate.

Urusan cucian kalau tidak berhati-hati kadang merembet ke masalah mesin pembunuh bernama demam berdarah. Tidak salah isi salah satu selebaran mengatakan “Pastikan Tidak Ada Tamu Lain Yang Hidup Bersama Anda.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s