Posted in cina, hostes, jablai, RRC

Penjaja Apam Bantat dari Peking


Dalam rekaman CCTV yang dipasang di halaman KTV, nampak seorang gadis langsing tinggi sekitar 165 cm rambut kemerahan lurus menutupi leher, bergaun terusan pendek berwarna hitam sedang berdiri didepan pintu masuk KTV bersama penghibur dan pengunjung lainnya.

Lengan kirinya yang putih berjari panjang nampak berhiaskan gelang emas dan sebuah handphone hitam mahal nampak bergayut disana. Tangan kanannya menenteng tas perempuan kecil berwarna hitam.

Gadis yang dikenal sebagai nona Yuan, 29, usia tergolong kadaluwarsa untuk urusan jual beli cinta. Namun karena wajah dan bodi yang permai ia bisa bertahan sebagai hostes plus di Singapura. Nampaknya setelah melayani pelanggan di KTV ia bermaksud ke Night Club Lido Palace tempat yang dikenal banyak cukong berduit tak segan menebar tips besar. Apalagi Nona yang dikenal dengan nama komersial “KR” – selain kemampuan “chatty” yang tinggi, wajahnya imut mirip bintang Gong Lie dimasa remajanya.

Ditambah bodi “sekel langsing” berkulit bak lilin tak heran cepat membuat celana kaum Adam tiba-tiba sesak.

Hanya nasib berkata lain, saat menyeberang di jalan Outram, ia sedang berhandphone ria dengan seseorang sehingga tidak menyadari kedatangan sebuah sedan Hyundai Sonata yang meluncur dengan kecepatan tinggi dan agak oleng. Sementara temannya langsung mundur, KR yang perhatiannya tersita handphone tidak menyadari maut sedang mengintainya. Tabrakan tak terelakkan, wajah muluspun tak berkutik bersimbah darah.

Mengetahui korban tak bergerak pengemudi langsung tancap gas meninggalkan TKP. Namun saksi mata, Jackie Hoo, 28, sempat mencatat nomor polisi, dan melaporkan kejadian tersebut. Dalam waktu tiga jam, polantas berhasil melacak pelaku yang nyata-nyata dikuasai alkohol, usia 48 tahun, di kawasan Bukit Merah.

Kejadian duka ini menyebar cepat di kalangan Night Club, apalagi seperti dikatakan, KR adalah hostes favorit disana. Seorang lelaki, Kwok, seorang CEO perusahaan besar yang mengaku tidak mengenal korban, rupanya terketuk hatinya saat mendengarkan penuturan “mamasan” langsung merogoh koceknya sebesar lima ribu dollar (30 juta rupiah) untuk disampaikan kepada familinya di Cina.

Dalam semalam terkumpul uang sebesar 10 ribu dollar (enam puluh juta rupiah) lebih, hasil saweran teman dan pelanggan. Uang inilah yang dipakai sebagai biaya perjalanan ayah (60) dan ibunya (54) yang sehari-hari hanya petani miskin di Cina dan biaya penguburannya.

Bantuan lain datang, Roland Tay, Kepala Bagian Penguburan Singapur, langsung memberikan pelayanan gratis untuk almarhumah. Apalagi di Singapur ia tak mempunyai pacar, suami atau setidaknya keluarga.

Singapura memang salah satu kota impian para pemuda dan pemudi RRC. Mereka datang menggunakan Passport dengan visa kunjungan keluarga yang seharusnya dilarang untuk bekerja. Ciri khasnya para pendatang muda ini sebagai pekerja kasar, pedagang makanan sering ketahuan sama sekali tidak mampu berbahasa Inggris. Tetapi karena dasarnya mereka berbahasa Mandarin maka soal bahasa tidak menjadi persoalan besar.

Bagi wanita yang parasnya lumayan, namun tak kuat iman, maka tak jarang menjadi penjaja “apam bantat“.

Para jablai PRC (Cina daratan ini) rata-rata mendapat penghasilan dua puluh ribu dollar per bulan (sekitar Seratus dua puluh juta rupiah lebih). Tak heran serbuan dari daratan Cina bukan cuma bebek Jiangling empat tak. Masih ada bebek Peking dua tak lain yang ber “BBM” bie hoen goreng. Apalagi bebek yang satu ini tak menolak diajak bercinta  gaya  “four wheel drive”.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s