Posted in antene, grid, hotspot, mimbar, RTRWnet, yagi

RTRW Net Ketika Cupu Berkenalan dengan Onderdil Nir Kabel


Keesokan harinya seperti yang telah dijanjikan, mas Irsat dan Abu dari RTRW Net sudah datang dengan membawa seperangkat antene yang dikenal antene kupu-kupu atau “grid.”

Ada dua macam (mungkin lebih) antene dipasaran. Pertama antene YAGI dan Antena Grid. Antene YAGI biasanya untuk jarak dekat sedangkan jenis Grid dipakai bila dibutuhkan sistem yang lebih sensitif penangkapannya. Karena berbicara mengenai antene, tidak lepas pula pemakaian tiang besi untuk penyangga antene.
Antene Kupu (Grid)Bila antene sudah terangkai, maka ada sepotong kabel yang menghubungkan antene dengan radio penerima. Kabel ini disebut “PigTail,” berfungsinya sebagai tatap muka antara antene dengan radio.

Lalu ada benda kecil yang dinamakan POE (Power over Ethernet) alias catu daya untuk antene sekaligus catu daya untuk radio. Dari radio inilah di sambungkan kabel LAN (Local Area Network) umumnya empat pasang kabel yang hingar bingar dengan warna warni agar tidak tertukar satu saat dipasang pada ujung RJ45. Kabel ini dikenal dengan nama CAT5.

Karena Radio dan POE dipasang sedekat mungkin dengan antene maka besar kemungkinan terjadi kerusakan akibat hujan dan panas sehingga perlu dibuatkan sangkar pelindung (Outdoor Box) seperti pada gambar.

Kalau urusan pernik-perik sudah selesai maka tinggalah menegakkan antene dan mencari titik hotspot yang akan kita pakai untuk berlangganan. Ternyata diperlukan usaha coba-coba pasalnya lokasi yang nampak strategis, terkadang merupakan blank spot bagi gelombang radio.

Dahulu kala hanya ISP besar seperti CBN, Indosat, Indonet yang diperbolehkan menyediakan titik nirkabel. Namun sejak tahun 2005-an diperkenalkan sistem retail.

ISP semacam CBN, Indosat, Speedy, hanya menyediakan jalur internet skala besar sementara pemasaran ke tingkat RTRW dipegang oleh badan-badan usaha yang lebih kecil, seperti pengusaha Warnet. Dengan demikian tercipta sebuah lahan usaha baru bagi peminat.

Antena siapSingkatnya ada segi tiga rangkaian hotspot RTRWnet. Pertama ada penyedia BTS skala retail dimana anda berlangganan bandwidth entah dalam personal, corporat atau prabayar.

Kedua anda memiliki Antene penerima Wireless, ketiga anda memiliki komputer untuk mengakses data.

Seandainya berminat pertama-tama tilpun atau hubungi penyedia Titik Akses (Hot Spot), lalu buat janji untuk melakukan survei ditempat anda. Layanan ini bebas bea sebab tidak seorangpun dapat mengatakan bisa lalu angkat akad kontrak berlangganan sampai uji coba dilakukan. Bila lokasi ternyata berada dalam cakupan radio, maka mereka biasanya akan meminjamkan peralanan Antene dan Radio (termasuk PigTail, Catu Daya, dan outdoor box (kotak pengaman/pelindung) selama dua hari. Jika anda berminat berlangganan, maka anda harus merogoh kocek untuk memasang radio dan antene sendiri.

Biaya pembelian radio dan antene serta pemasangan berkisar 0,8 sampai 1 juta. Sementara biaya langganan perbulan Rp. 250 ribu untuk paket 24 jam dengan kemampuan akses lokal 2MBPS dan akses internasional 64kbps. Itu belum termasuk biaya pendaftaran sebesar 200 ribu rupiah. Paling tidak anda merogoh kocek sebesar 1,5 juta.

Hotspot mulai dilirik orang ketika bencana Tsunami yang meluluh lantakkan Aceh beberapa tahun lalu. Maka satu-satunya kegiatan yang muncul dengan super cepat adalah HotSpot. Pihak LSM AirPutih misalnya dalam waktu beberapa minggu mampu memasang 50 titik hotspot di Aceh sehigga terjadi pembalikan keadaan. Dulu Aceh yang dikenal tertutup dan ditutup-tutupi mendadak seperti blak-blakan Semua terbuka untuk diakses.

Arsat, seorang pemain cukup lama dibidang Warnet yang merambah ke usaha Hotspot menerangkan bahwa minimal diperlukan modal awal biaya sebesar 25 juta untuk mendirikan menara (tower), router, berlangganan Bandwidth.

Sayang ia tidak bersedia memerinci keuntungan yang diperoleh dari usaha jasa internet nirkabelnya.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

One thought on “RTRW Net Ketika Cupu Berkenalan dengan Onderdil Nir Kabel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s