Posted in lumpur bor

Menjadi “dokter” lumpur tanpa melalui fakultas kedokteran


Di rig pengeboran, kerap kali terdengar panggilan melalui pengeras suara “Mud Doctor da fa tu” –  ini gaya orang sana memanggil spesialis lumpur agar menghubungi (da=dial), nomor five (fa), dan dua (two). Maksudnya agar spesialis lumpur menilpun nomor 52 (gudang). Jadi sekalipun anda mendapat Toefl test dengan skor diatas 600 sekalipun dijamin bengong mendengar panggilan ini.

Tentu yang saya maksudkan adalah lumpur pengeboran minyak. Tempat saya mengais rejeki selama ini. Kalau anda mengamati pengeboran sumur air tanah sistem hidrolik, maka akan nampak segebok pipa berongga yang kalau sambung menyambung menjadi panjang dengan ujungnya yang tajam (mata bor). Lalu tiga buah tiang penyangga tempat meletakkan mesin bor yang berputar diatas pipa. Dan yang penting adalah mereka memasukkan air kedalam lubang dengan harapan bercampur dengan tanah liat dan terbentuk lumpur. Sistem pengeboran minyak, adalah evolusi dari sistem pengeboran air sehingga prinsipnya mirip.

Blender LumpurDalam pengeboran lepas pantai maupun maupun darat fungsi lumpur pengeboran persis sama dengan darah pada tubuh manusia. Lumpur harus bersih, sehat sehingga perlu dilakukan terapi terus menerus.

Lalu kepikiran, apakah lumpur yang dimaksud serupa dengan di TV saat mobil mahal dan bagus diadu dengan licinnya tanah liat bercampur air. Ya nggaklah. Lumpur yang menempel diban kendaraan anda kalau dijadikan lumpur pengeboran tidak bisa bertahan lama sebab cenderung mengendap. Padahal lumpur pengeboran harus bersifat seperti agar-agar namun pada saat tertentu harus mampu menjadi liquid kembali.

Pada saat pengeboran berlangsung. Lumpur harus dipompakan terus menerus tanpa henti. Namun saat tertentu pemboran terhenti. Maka sifat lumpur yang dibutuhkan adalah mampu menahan pecahan batuan hasil gerusan mata bor atau “tahi gergaji pengeboran” yang sudah sempat hampir kepermukaan agar tidak mengendap menumpuk didasar lubang.

Anda yang pernah menggunakan bor tangan mengebor sekeping papan paham betul ada “tahi bor” atau cutting yang biasanya harus ditiup agar tidak menutupi lubang kayu. Kegunaan lumpur untuk membilas kotoran tadi agar tidak menutup lubang yang sudah dibuat. Lalu coba pegang mata bor tangan anda. Hati-hati panasnya luar biasa, dan tugas lumpur pengeboran adalah melumasi dan mendinginkan mata bor yang bergesek dengan batuan keras. Masih banyak fungsi lumpur pengeboran, namun kita bicarakan dilain kesempatan.

Lumpur ini aselinya dibuat dari bongkahan bentonit yang setelah dicampur air menjadi lumpur. Jadi kandungan lempung dirumah kita asal mengandung “bentonit” bisa dijual mahal-mahal, masukkan kedalam karung, tawarkan kepada perusahaan pengeboran terdekat. Masalahnya, mampu tidak kita memberikan pasokan dalam julan ratusan sampai ribuan sak, selama 24jam, tidak rusak kena air sebab bahan lumpur yang sudah terkena air bakalan menggumpal dan tidak bisa dipakai lagi.

Seperti orang memasak, lumpurpun kadang ada bumbu-bumbu lainnya. Blender lumpur disini dinamakan hopper. Dalam gambar seperti corong abu-abu ditengah-tengah dua motor (biru). Kadang lumpur dicampur dengan sedikit garam, minyak, tepung kanji, soda api dan astaga ini dia, dicampur dengan bahan pengawet mayat. Tanpa bantuan bumbu dan pengawet tadi, dalam seminggu lumpur sudah membusuk, keluar gas sulfur dan bahayanya gas yang bersifat asal tadi berniat jahat terhadap besi-besi dan pipa pengeboran karena sifat korosif yang ditimbulkannya.

Namun ada campuran yang membuat lumpur bertambah berat. Yang populer adalah bahan kimia bernama “barit” – dilapangan bahan tambang ini sudah berupa bubuk diadon dengan mixer besar namanya “agitator” dengan panci yang dinamakan tangki lumpur yang isinya bisa 600 barrel.

Untuk gampangnya, bayangkan 600 tong lumpur masuk kedalam panci baja bermixer ini. Kalau agitator kewalahan memutar lumpur yang makin berat, lumpur tadi disedot pakai pompa lalu disirkulasikan kembali dengan tekanan tinggi seperti pompa pedagang ikan mas “running” – jangan sampai ketembak oleh tekanan mirip brandwir ini, bisa sesak atau patah tulang rusuk.

Pernah sekali saya melihat lumpur seberat 2 sg (specific gravity) maksudnya 1 liter lumpur beratnya setara dengan dua liter air tawar, sedang diaduk disebuah tangki. Untuk gambaran maka ujung kanan pipa bertuliskan “mud return line” adalah tangki lumpur.

Perlahan-lahan tangki “mlendung” lantaran dinding besi tangki tidak kuat menahan berat lumpur. Pembuatan lumpur terpaksa ditunda, lumpur dibuang, dan tangki ditambahi kerangka baja sana sini untuk memperkuatnya.

Lumpur ini kelak disedot oleh pompa lumpur milik Rig. Dialirkan melalui pipa permukaan, masuk turun kedalam perut pipa, melewati nozzle pahat nun dibawah sana, keluar keatas diantara sela-sela lubang bor sambil membawa kotoran berupa tahi bor, gas-gas yang terjebak dalam batuan, diayak dan dibersihkan dipermukaan, masuk kedlam tangki dan kembali ke pipa bor. Siklus ini dinamakan satu sirkulasi lumpur.

Namun mengingat panjangnya rute yang harus dilalui, misalnya 3000 meter, dengan lumpur yang berat maka dbutuhkan minimal tiga pompa lumpur yang khusus dengan tenaga kuda yang besar. Satu pompa lumpur digerakkan oleh 1500 kuda. Jadi kalau tiga pompa, jaman dulu orang harus menyediakan 4500 ekor hanya untuk urusan memompakan lumpur. Itulah sebabnya jaman dulu (jaman mesin uap) orang hanya berani mengebor di darat dan dikedalaman yang relatif dangkal.

Lalu siapa ahli-ahli lumpur yang disebut “dokter lumpur” ini. Rekan saya Herman Lantang, sekarang jajaran eksekutip perusahaan lumpur berasal dari fakultas Sastra(?). Seperti diketahui rekan ini yang mendampingi Soe Hok Gie saat kritis keracunan gas dalam sebuah pendakian gunung.

Anda dari jurusan mana saja, bisa menjadi dokter lumpur tanpa perlu stetoskop. Keren juga kok sebutan ini. Apalagi penghasilannya.

http://www.osha.gov/SLTC/etools/oilandgas/drilling/drilling_ahead.html

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

9 thoughts on “Menjadi “dokter” lumpur tanpa melalui fakultas kedokteran

  1. Mas Saputro,
    boleh kenalan nih? Selain ahli lumpur, Anda berbakat mengemas soal teknis dalam bahasa yang akrab di telinga.

    Kalau saya ini pernah jadi bidannya bentonit begitulah. Mengolahnya dari bentonit mentah sampai aktivasi jadi finish product. Saya tahunya yang penting masuk spec. API. Terus sudah sampai situ saja. Pengetahuan aplikasi minim.

    So, besar harapan saya bisa banya belajar dari Mas Dokter

    Like

  2. aloee……

    saya mahasiswi teknik perminyakan

    mw tanya neh, saya masih bingung untuk membayangkan gel strength yang terbentuk pada saat qt menghentikan pemboran. maksudnya kan untuk menahan cutting (serbuk bor) agar tidak mengendap didasar lubang bor. maksuknya menahan itu yang bgmn c mas dokter ya ?
    tolong donk dijelaskan lebih detail lagi….

    thankzzzzz….

    Like

  3. Alow Juga mbak Dewi yang anak Minyak

    Waktu diaduk-aduk (dalam hal ini diaduk oleh drillstring) dan oleh sirkulasi lumpur sehingga massa lumpur selalu bergerak maka lumpur hanya kental biasa. Tapi serentak dihentikan, mula-mula dipermukaannya terbentuk macam selaput kalau orang memerah susu, lalu pelan-pelan membentuk agar. Nah agar atau jelly itulah yang menahan serbuk bor.

    Dan saya bukan dokter lumpur. Saya hanya melihat cara mereka bekerja, lalu tanya sana sini, berani deh mengarang. Kan mengarang itu mudah.

    Like

  4. allow
    mas saputro

    saya mau nanya satelah gimana proses setelah selesai pengeboran apakah lumpur yang didalam diambil atau dibiarkan didalam casing tesebut ? and bagaimana proses unt mengetahui berat lumpur pada saat loss ?
    itu aja mass terima kasih

    Like

  5. Kalau sudah selesai ngebor, lumpur dibuang.

    Lumpur bor sifatnya menahan agar “anasir asing dari perut bumi tidak tawuran” dalam lubang bor. Kalau sumur sudah mencapai kedalaman yang diinginkan, maka lubang yang “telanjang” harus disarungi dulu dengan casing. Lalu lumpur diganti dengan air garam. Agar saat cairan hidrocarbon (minyak dan gas) ingin diproduksikan, mereka mudah mengalir masuk lubang. Hal ini tidak bisa dilakukan kalau lumpur bor masih ada didalamnya.

    Dalam lubangbor ada sensor MWD yang mengukur berat lumpur. Lalu dipermukaanpun ada alat “mudbalance” untuk mengukur berat jenis lumpur.

    Mungkin yang anda maksud lain dengan jawaban saya. Ya?

    Like

  6. dear mas dr. mud…

    mas… aku lg belajar ttg lumpur & berniat memproduksinya,
    tp liat tulisan mas…, kayaknya enak dibaca & dipahami…
    sementara ini br aku aplikasikan bwt pengeboran sumur2 dangkal, biasanya yg make tukang bor sumur artesis.

    klu ada input bwt kita bs agt membantu bgt lho…
    txs.

    Like

  7. Der Dokter lumpur….
    sy memproduksi barang untuk lumpur pemboran, yg sy buat untuk jenis LCM ( Loss Circulation Material ). dan untuk Mud Condisioner dan semua jenis LCM

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s