Posted in alfredo, timor timur

Lagu Ungu mengantar Mayor Alfredo ke liang lahat


Andai Ku tahu, Kapan tiba ajalku…”
“Ku akan memohon ”
“Tuhan tolong panjangkan umurku”

“Andai ku tahu kapan tiba masa ku…”
“Ku akan memohon, Tuhan jangan Kau ambil nyawaku”

“Aku takut..akan semua dosa-dosa ku”
“Aku takut dosa yang terus membayangiku…
” – demikianlah lagu Ungu diputar di sebuah pemakaman di Timor Timur mengiringi perjalanan hidup seorang Mayor Alfredo Kamis 14/2/2008.

Perlahan-lahan jasad Alfredo diturunkan ke liang lahat. Jasad seseorang warga Timor Timur yang kecewa atas jerih payah dan pengorbanan selama untuk menjadikan Timor timor sebagai bangsa yang merdeka dan adil makmur ternyata tidak terlaksana.

Isak tangis tak terbendung lagi, pemuda-pemuda memakai T-Shirt bertuliskan “Jasadku Hancur Namun Jiwaku Bersamamu..” – lalu mereka meneriakkan yel-yel “Viva Alfredo.”

Ketiga putra Alfredo nampaknya tahu betul bahwa sang ayah sangat menyukai lagu religius tersebut saat hidupnya di pelarian.

Prosesi pemakaman di kampung Alor pada Kamis 14/2 ini diakhiri oleh lagu Eric Clapton – Wonderful Tonight.

Seperti diketahui warga Timor Timur melihat bahwa Alfredo dan pengawalnya Leopoldino sudah keburu tewas diberondong peluru, jauh sebelum kedatangan presiden Timor Timur Jose Ramos Horta (11/2).

Spekulasi bermunculan sebab Ramos ditembak dua kali dari belakang, bukan dari depan seperti halnya kalau terjadi baku tembak.

Yang menyisakan pertanyaan umum sejam setelah peristiwa penembakan, rombongan Perdana Menteri Xanana Gusmao berniat menengok Horta dan diserang mendadak disebuah belokan. Begitu dekat “gerombolan bersenjata itu” memberondong peluru tajam dari senjata otomatis sehingga tempat duduknya nyaris seperti dicincang tetapi sang perdana menteri tidak luka sedikitpun kecuali lengannya tergores kaca mobil.

Xanana dikabarkan sempat membuka pintu mobil dan diantara hujan peluru sempat berteriak kepada penyerangnya “Hoooi kalian mau bikin apa?.”

Bahkan perdana menteri ini melarang pengawalnya mengejar sang penyerang. Isu makin membingungkan ketika ipar Horta, yaitu Carrascalao angkat bicara “Reinado adalah militer sangat terlatih dia tidak akan bertindak bodoh menyerang kediaman presiden dengan kekuatan sangat minim. Juga tidak mungkin Horta mengundang Reinado kekediamannya.”

Nampaknya atmosfir saling percaya sudah mulai pupus dinegeri ini bersamaan dengan robohnya seorang Presiden yang dikenal suka menyapa dan menepuk pundak rakyat miskin.

Cuma kali ini pihak Timor Timur tidak dengan enteng menyalahkan “Indonesia berada dibalik penyerangan” – sebaliknya mereka bahkan menangkap seorang mata-mata perempuan Australia dengan tuduhan membantu Alfredo.

mimbarsaputro.wordpress.com
Foto:  http://id.wikipedia.org/wiki/Alfredo_Reinado

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s