Posted in gaya hidup

Hanya di Osie kami memasak diatas Toilet


Umumnya toilet selalu digambarkan barang najis, berbau dan tak pantas dijadikan pembicaraan. Tengok saja kedai-kedai kita, begitu megah penampilan luarnya namun ketika bicara toilet atau kakus atau peturasan, maka kesan mewah segera lenyap.
Namun belakangan pihak hotel-hotel sangat memperhatikan masalah toilet. Toilet didesign sehingga menjadi bagian lain dari kamar yang boleh dibilang menyenangkan.

toilet_kettle.jpgKetika mengungsi bukan Februari 2008, beberapa hotel besar malahan dengan sengaja memberitahu bahwa kalau anda berniak menjerang air panas untuk kopi misalnya, maka pakailah colokan listrik yang ditoilet.

Alasannya tentu saja meja-meja tulis jaman sekarang penuh dengan laptop dan barang elektronik lain yang kalau kecuran (ketumpahan) air mendidih bakalan berabe. Mau tidak mau anda membuat air panas di toilet. Kenapa tidak sekalian menjerang kopi atau teh ditempat yang sama. Ternyata pengalaman ini menjadikan pembelajaran bagi kami bahwa kalau kita hidup disiplin dan bersih, maka tidak perlu menutup hidung manakala hendak ke peturasan

Swan Valley Oasis – West Australia
20 Feb 2008

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

One thought on “Hanya di Osie kami memasak diatas Toilet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s