Posted in masak

Kursus Memasak Mi Instan



Bukannya membuat mi instan sekedar direbus pakai air sampai mendidih?
– ini pekerjaan sepuluh ekor simpanse, tetapi sembilan ekor sedang jalan-jalan tinggal seekor yang kebingungan. Pengalaman bodog (bodoh bangget) menyiapkan mi instan di sebuah hotel pakai microwave sampai meleduk bin mbledosz membuat saya harus hati-hati soal mie instan.

Dengan termalu-malu – saya tarik memo (tarik suara) kepada menko keuangan kabinet Mimbar, bagaimana menyiapkan masakan tersebut andaikata cuma tersedia sebuah ketel air yang kecil.

Mudah, telur dimasukkan gelas, kucuri air mendidih, diamkan lima menit. Mie instan dikucurkan air mendidih, tutup dan biarkan lima menit. Ndak perlu panci dan kompor segala..” – lho kok nyimut. Aku mau bukti kata saya setengah merengek seperti kalau punya gejolak “arus bawah” tersembunyi.

Betul saja, sewat-sewet, srak-srek dia siapkan masakan tersebut. Kadang dari belakang saya endus kuduknya. Perempuan ini selalu wangi.

Ada sedikit tipnya, air rebusan mi instan sebaiknya dibuang sebab banyak bahan pengawet, kuahnya diambilkan dari air mendidih baru.

Terus terang bagian ini saya kurang setuju sebab, rasa gurih bakmi menjadi “antah-berantah” maksudnya tidak keutara, tidak keselatan, tidak juga ke timur. Setelah mi selesai dihidangkan, saya ketempuhan harus menghabiskan masakan yang sebetulnya perut masih kenyang. Apa boleh buat. Ini memang harga yang harus saya bayar.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

One thought on “Kursus Memasak Mi Instan

  1. Maaf saya copy Paste

    (Heru) Mecah telur 10 detik, masak nganggo microwave 30
    detik. Total waktu kurang dari 1 menit. (Catatan:
    Kalau rumah sudah dialiri listrik atau listrik tidak
    giliran padam ;))))

    (Habash)Saya juga pernah dengar, memanaskan air doang bisa bikin meledak kalau airnya itu sangat tenang. Mangkanya setelah beberapa tengah menit harus dibuka dulu lalu airnya di aduk, atau mungkin dicelupkan pengaduk non-metal ke dalam airnya waktu mendidihkan air di microwave.

    (AGUNG )Itu unsur endok mentah mas sing marahi mbledosz, rupanya dengan kecepatan panas tak seimbang dengan mateng, pada saat
    mencapai boiling stage kulit telur tidak mampu menahan “pressure”
    sang endok. Aku pernah mengalami nuun jauh di pedalaman Jambi sana wektu misih suka dijak ngebor-ngebor- an. Untung (mesti lho) kaca microwave gak pecah, klo mau aman di mie nya dikase air yang agak lumayan banyak baru deh temperature merambat gak drastic sehingga akhirnya aku bisa makan mierebus dengan endok mateng.

    (ANTON)Kalau berdasarkan peraturannya, seharusnya memang yang
    berbentuk cairan tidak boleh dipanaskan ke dalam
    Microwave. Sebenarnya energi yang disampaikan melalui gelombang
    micro tersebut akan terserap pada yang berbentuk
    cairan. Bahan-2 makanan pun juga mengandung cairan, walaupun
    sedikit dan itu sudah cukup untuk memanaskannya. Kalau murni tidak ada kandungan cairan, maka tidak akan panas2 /matang (sampai sampai kapanpun). Jadi memang kesalahan utama terletak pada telur dan air untuk mie tersebut, semakin banyak air semakin
    berbahaya. Biarpun air yang selama kita masak dengan microwave
    tidak terjadi masalah selama pengoperasian, namun perlu dicermati,

    Di dalam air tesebut masih tersimpan energi yang belum keluar. Sangat berbahaya karena juga akan menimbulkan letupan.

    Dan sangat tidak dianjurkan untuk memasak air dalam microwave.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s