Posted in simcard

Anakku kebawa-bawa Mas Slamet


Gara-gara Mas Slamet Kastari Lolos dari penjagaan Aparat Singapura saat berpura-pura minta ijin ke toilet dan menyisakan pertanyaan maha besar lantaran begitu super duper ketatnya penjagaan disana apalagi Singapura bukan negara yang menghabiskan waktu dengan perdebatan pro kontra atau ada atau tidaknya teroris global. Apalagi Mas Slamet dikenal sedikit cacat pada kakinya sehingga untuk berjalanpun ia perlu bantuan tongkat. Kok ini dikabarkan bisa melompati toilet… waduuh …waduuh..

Hari Sabtu 1 Maret 2008 di Apartemennya Singapura ia mendapat tilpun dari pihak penyedia tilpun MoblieOne M1 yang mengatakan nomor HP yang atas nama anakku belakangan aktip dipakai menilpun dari Singapura ke Indonesia dan tagihan mencapai $500 (lima ratus dollar).Tentu saja anakku seperti disamber petir. Pertama dengan biaya sepuluh dollar untuk sebuah kartu tilpun ia bisa menilpun tanah air selama 200 menit dan itulah yang ia lakukan selama hampir sembilan tahun dinegara Singa ini sehingga mustahil melakukan perbuatan bodoh dengan menilpun langsung ke Jakarta.

Kedua nomor yang dimonitoring oleh pihak Mobile One (M1) sudah hampir setahun ini tidak aktif kecuali membayar sewa abonemen. Di Singapura sekali anda mendaftar Pasca Bayar, maka kontrak SimCard tidak bisa diputus sampai kontrak berakhir selama dua tahun.

Kok tiba-tiba ada lelakon begini. Duh gusti…

Gara-gara HP disalahgunakan pihak tak bertanggung jawab ia dapat tambahan melaporkan kejadian kepada kepolisian setempat. Dan celakanya pihak kepolisian lantas menghubungkan kejadian ini dengan lolosnya mas Slamet buronan nomor wahid Singapura. Sampai-sampai ia menjadi gusar “sampai kapan kalian orang Singapura melepaskan image bahwa orang Indonesia berkulit sawomatang, tidak semuanya teroris!.”

Belakangan laporan intel mengatakan bahwa menjelang lolosnya Mas Slamet, banyak sekali rekaman tilpun ke Indonesia dan menilik nama-namanya terkait dengan jaringan JI Singapura dengan Indonesia. Dengan demikian pengawasan terhadap orang Indonesia semakin diperketat. Yang kejatuhan abu hangat, ya Lia salah satunya. Sudah itu, nomor tilpun tidak boleh dan tidak bisa di blokir. Oalaaah.

Yang sabar saja nak.. Negara-negara tetangga yang mengakunya serumpun sepertinya tidak kehabisan stock untuk menggoda Indonesia.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.

One thought on “Anakku kebawa-bawa Mas Slamet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s